Komunikasi antar pribadi adalah komunikasi yang berlangsung dalam
situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara
terorganisasi maupun pada kerumunan orang
Komunikasi Interpersonal adalah interaksi orang ke orang, dua arah,
verbal dan non verbal. Saling berbagi informasi dan perasaan antara
individu dengan individu atau
antar individu di dalam kelompok kecil.
Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan
oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok
kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk
memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara
tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang
lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi
interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami
istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya
Menurut Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah
komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini
dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau
perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan.
Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan
ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator
mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif,
berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada
komunikan untuk bertanya seluas-luasnya
Komunikasi Interpersonal Antara Dua Orang adalah komunikasi dari
seseorang ke orang lain, dua arah interaksi verbal dan nonverbal yang
menyangkut saling berbagi informasi dan perasaan.
Komunikasi Interpersonal Antara Tiga Orang/ lebih, menyangkut komunikasi
dari orang ke beberapa oarng lain (kelompok kecil). Masing-masing
anggota menyadari keberadaan anggota lain, memiliki minat yang sama
dan/atau bekerja untuk suatu tujuan
Pengertian dan Tujuan Komunikasi antarpribadi
Setiap individu dalam suatu organisasi (bisnis maupun non bisnis) dalam
kehidupan sehari-harinya tidak dapat dilepaskan dengan dunia komunikasi.
Salah satu jenis komunikasi adalah komunikasi antarpribadi.
Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang dilakukan seseorang
dengan orang lain dalam suatu masyarakat maupun organisasi (bisnis dan
non bisnis) dengan menggunakan media komunikasi tertentu dan bahasa yang
mudah dipahami (informal) untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut, paling tidak ada 4 hal tertentu yang
perlu diperhatikan dalam mencermati definisi Komunikasi antarpribadi
yakni :
a. Komunikasi dilakukan oleh dua orang atau lebih.
b. Menggunakan media tertentu, misalnya telepon, telepon seluler, atau bertatap muka.
c. Bahasa yang digunakan biasanya bersifat informal (tidak baku) ,
kadang-kadag menggunakan bahasa daerah, bahasa pergaulan atau bahasa
campuran.
d. Tujuan yang ingin dicapai dapat bersifat personal atau pribadi bila
komunikasi terjadi dalam suatu masyarakat, dan untuk pelaksanaan tugas
pekerjaan bila komunikasi terjadi dalam suatu organisasi.
Di dalam suatu masyarakat, komunikasi antar pribadi merupakan bentuk
komunikasi antara seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat
untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat pribadi.
Tujuan Komunikasi antarpribadi
Tujuan komunikasi antarpribadi antara lain sebagai berikut :
1. Menyampaikan informasi
Ketika berkomunikasi dengan orang lain , tentu saja seseorang memiliki
berbagai macam tujuan dan harapan. Salah satu diantaranya adalah untuk
menyampaikan informasi kepada orang lain agar orang lain tersebut dapat
mengetahui informasi tersebut.
2. Berbagi pengalaman
Dengan komunikasi antarpribadi juga memiliki fungsi atau tujuan untuk
berbagi pengalaman baik itu pengalaman yang menyenangkan maupun yang
tidak menyenangkan
3. Menumbuhkan simpati
4. Melakukan kerja sama
Tujuan komunikasi antarprbadi yang lainnya adalah untuk melakukan
krjasama antara seseorang dengan orang lain untuk mencapai tujuan
tertentu atau untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kedua belah
pihak.
5. Menceritakan kekecawaan atau kekesalan
Komunikasi antarpribadi juga dapat digunakan seseorang untuk
menceritakan rasa kecewa atau kekesalan pada orang lain. Dengan
pengungkapan rasa hati itu, sedikit banyak akan mengurangi beban
pikiran. Kadang disebut dengan plong ketika telah bercerita apa yang
selama ini dipendam
6. Menumbuhkan motivasi
Melalui komunikasi antarpribadi, seseorang dapat memotivasi orang lain
untuk melakukan sesuatu yag baik dan positif. Motivasi adalah dorongan
kuar dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Pada dasarnya,
seseorang cenderung untuk melakukan sesuatu karena dimotivasi orang lain
dengan cara-cara seperti pemberian insentif yang bersifat financial
maupun non financial, memberikan pengakuan atas kinerjanya ataupun
memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi
Komunikasi Efektif Antar Personal
Komunikasi Antar Personal
•Suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling
berkomunikasi. Komunikasi terjadi secara tatap muka (face to face)
antara dua individu atau dengan perantaraan non media massa.
Karakter KAP (Judy C. Pearson)
1. KAP dimulai dengan diri pribadi (self). Berbagai persepsi komunikasi
yang menyangkut pemaknaan berpusat pada diri kita, artinya dipengaruhi
oleh pengalaman dan pengamatan kita.
•2. KAP bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada pihak-pihak
yang berkomunikasi secara serempak dan bersifat sejajar, menyampaikan
dan menerima pesan.
3. KAP mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Artinya
isi pesan dipengaruhi oleh hubungan antar pihak yang berkomunikasi.
4. komunikasi antarpribadi mensyaratkan kedekatan fisik antar pihak yang berkomunikasi.
5. KAP melibatkan pihak-pihak yang saling bergantung satu sama lainnya dalam proses komunikasi.
•6. KAP tidak dapat diubah maupun diulang. Jika kita salah mengucapkan
sesuatu pada pasangan maka tidak dapat diubah. Bisa memaafkan tapi tidak
bisa melupakan atau menghapus yang sudah dikatakan.
Tujuan KAP
Sebagai sarana pembelajaran. Melalui komunikasi antarpribadi kita
belajar untuk lebih memahami dunia luar atau peristiwa-peristiwa yang
terjadi di dunia ini. Walaupun sebagian besar informasi tersebut kita
dapatkan melalui media massa, informasi tersebut dapat kita bicarakan
melalui komunikasiantarpribadi.
Mengenal diri sendiri dan orang lain. Melalui komunikasi antarpribadi
kita dapat mengenal diri kita sendiri. Dengan membicarakan tentang diri
kita sendiri pada orang lain, kita akan mendapatkan perspektif baru
tentang diri kita sendiri dan memahami lebih mendalam tentang sikap dan
perilaku kita. Persepsi diri kita sebagian besar merupakan hasil
interkasi kita dengan orang lain.
Komunikasi antarpribadi membantu kita dalam membentuk suatu relasi
(person to person). Karena manusia adalah mahluk social, maka kebutuhan
untuk berhubungan dengan orang lain merupakan kebutuhan yang paling
besar.
Melalui komunikasi antarpribadi kita dapat mempengaruhi individu untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang kita inginkan.
Melalui komunikasi antarpribadi kita dapat mengakrabkan diri kita dengan orang lain.
Bermain dan mencari hiburan. Dalam berkomunikasi tidak selamanya kita
selalu berusaha mempengaruhi orang lain. Kita berkomunikasi juga untuk
memperoleh kesenangan. Bercerita tentang film yang kita tonton,
melontarkan lelucon, membicarakan hobi merupakan kegiatan yang bertujuan
untuk memperolah hiburan.
Faktor KAP yang tidak terlihat
Faktor1: Meaning (makna).
Ketika simbol ada, maka makna itu ada dan bagaimana cara menanggapinya.
Intonasi suara, mimik muka, kata-kata, gambar dsb. Merupakan simbol yang
mewakili suatu makna. Misalnya intonasi yang tinggi dimaknai dengan
kemarahan, kata pohon mewakili tumbuhan dsb.
Faktor 2: Learning
•Interpretasi makna terhadap simbol muncul berdasarkan pola-pola
komunikasi yang diasosiasikan pengalaman, interpretasi muncul dari
belajar yang diperoleh dari pengalaman. Interpretasi muncul di segala
tindakan mengikuti aturan yang diperoleh melalui pengalaman.
•Pengalaman merupakan rangkaian proses memahami pesan berdasarkan yang
kita pelajari. Jadi makna yang kita berikan merupakan hasil belajar.
•Pola-pola atau perilaku komunikasi kita tidak tergantung pada
turunan/genetik, tapi makna dan informasi merupakan hasil belajar
terhadap simbol-simbol yang ada di lingkungannya.
•Membaca, menulis, menghitung adalah proses belajar dari lingkungan formal.
•Jadi, kemampuan kita berkomunikasi merupakan hasil learning (belajar) dari lingkungan.
Faktor 3: Subjectivity
•Pengalaman setiap individu tidak akan pernah benar-benar sama, sehingga
individu dalam meng-encode (menyusun atau merancang) dan men-decode
(menerima dan mengartikan) pesan tidak ada yang benar-benar sama.
•Interpretasi dari dua orang yang berbeda akan berbeda terhadap objek yang sama.
Faktor 4: Negotiation
•Komunikasi merupakan pertukaran symbol. Pihak-pihak yang berkomunikasi
masing-masing mempunyai tujuan untuk mempengaruhi orang lain. Dalam
upaya itu terjadi negosiasi dalam pemilihan simbol dan makna sehingga
tercapai saling pengertian.
•Pertukaran simbol sama dengan proses pertukaran makna.
•Masing-masing pihak harus menyesuaikan makna satu sama lain.
Faktor 5: Culture
•Setiap individu adalah hasil belajar dari dan dengan orang lain.
•Individu adalah partisipan dari kelompok, organisasi dan anggota masyarakat.
•Melalui partisipasi berbagi simbol dengan orang lain, kelompok, organisasi dan masyarakat.
•Simbol dan makna adalah bagian dari lingkungan budaya yang kita terima dan kita adaptasi.
•Melalui komunikasi budaya diciptakan, dipertahankan dan dirubah.
•Budaya menciptakan cara pandang (point of view)
Faktor 6: Self
•Self reference.
Perilaku dan simbol-simbol yang digunakan individu mencerminkan
pengalaman yang dimilikinya, artinya sesuatu yang kita katakan dan
lakukan dan cara kita menginterpretasikan kata dan tindakan orang adalah
refleksi makna, pengalaman, kebutuhan dan harapan-harapan kita.
•Self reflexivity.
Kesadaran diri (self-cosciousnes) merupakan keadaan dimana seseorang
memandang dirinya sendiri (cermin diri) sebagai bagian dari lingkungan.
Inti dari proses komunikasi adalah bagaimana pihak-pihak memandang
dirinya sebagai bagian dari lingkungannya dan itu berpengaruh pada
komunikasi.
Faktor 7: Inevitability
•Kita tidak mungkin tidak berkomunikasi. Walaupun kita tidak melakukan
apapun tetapi diam kita akan tercermin dari nonverbal yang terlihat, dan
itu mengungkap suatu makna komunikasi.
Definisi , Hakikat, Ciri-ciri dan Tujuan Komunikasi Antarpribadi
Dosen : Rifqi Muflih, S.Sos
DEFINISI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI.
Definisi Komunikasi Antarpribadi
Tiga ancangan utama definisi komunikasi antar pribadi:
1. Definisi berdasarkan komponen (componential)
2. Definisi berdasarkan hubungan diadik (relational [dyadik])
3. Definisi berdasarkan pengembangan (developmental)
1. Definisi berdasarkan komponen (componential)
Penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain
atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan
peluang untuk memberikan umpan balik segera (lihat komponen2 komunikasi)
2. Definisi berdasarkan hubungan dyadik (relational [dyadik])
Komunikasi yang berlangsung diantara 2 orang yang mempunyai hubungan
yang mantap dan jelas. Mis : pramuniaga-pelanggan, orang tua-anak,
wawancara 2 orang, dsb.
Hampir tidak mungkin k’si dydic bukan KAP bahkan orang asing yg menanyakan alamat termasuk kap
Diperluas sampai sekelompok kecil orang ( 3 atau 4 orang).
Ciri2 komunikasi dyadik:
a. Peserta komunikasi berada dlm jarak yg dekat
b. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan (verbal, non
c. verbal)
d. Keberhasilan komunikasi menjadi tanggung jawab para peserta komunikasi
e. Kedekatan hubungan peserta komunikasi tercermin pd jenis – jenis pesan atau respon nonverbal
f. mereka seperti sentuhan, tatapan yg ekspresif, dan jarak fisik yg dekat
g. Komunikasi antarpribadi mungkin didominasi oleh satu pihak
3. Definisi berdasarkan pengembangan
Komunikasi antar pribadi dimulai dari komunikasi yang bersifat tak
pribadi (impersonal) menjadi komunikasi pribadi atau intim (mrpk akhir
k’si tak pribadi/impersonal)
Menurut Deddy Mulyana:
Komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara orang2x secara tatap
muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain
scr langsung baik verbal maupun non verbal.
HAKIKAT KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
Diantara semua pengetahuan & keterampilan yg dimiliki manusia komunikasi termasuk yg paling penting dan berguna.
Komunikasi intrapribadi :
Anda berbicara dgn diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengevaluasi
diri sendiri, meyakinkan diri sendiri tentang ini dan itu,
mempertimbangkan keputusan2x yg akan diambil, dan menyiapkan pesan2x yg
akan Anda sampaikan kpd orang lain.
Misal: berpikir, melamun, dll.
Komunikasi antarpribadi :
Anda berinteraksi dgn orang lain, mengenal mereka dan diri Anda sendiri, dan mengungkapkan diri sendiri kpd orang lain.
Misal: dgn kenalan baru, kawan lama, kekasih, anggota keluarga, dll.
Komunikasi kelompok kecil & organisasi :
Anda berinteraksi dengan orang lain, memecahkan masalah, mengembangkan gagasan baru, dan berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Misal: Wawancara kerja, rapat dewan eksekutif, pertemuan minum kopi
informasl s/d pertemuan formal yg membahas masalah2x internasional.
Komunikasi publik/terbuka :
orang lain memberi anda informasi, dan membujuk anda, untuk membeli,
berpikir dgn cara tertentu, untuk mengubah sikap, pendapat, atau nilai.
Komunikasi massa : Anda dihibur, diberi informasi, dibujuk oleh media
(TV, radio, koran, dan buku). Melalui kebiasaan Anda membaca dan pola
belanja anda, anda akan mempengaruhi bentuk dan format media.
CIRI – CIRI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
Menurut Deddy Mulyana :
1. Anggota dlm proses komunikasi tatap muka
2. Pembicaraan berlangsung scr terpotong2 karena peserta bebas
berbicara, ini disebabkan kedudukannya relatif sama (tidak ada yg
mendominasi pembicaraan/pembicara tunggal)
3. Sumber dan penerima sulit dibedakan dan diidentifikasi, antar anggota saling mempengaruhi satu sama lain.
Ciri- ciri KAP menurut Judy. C. Pearson) :
1. KAP bersifat transaksional
2. KAP mencakup aspek isi pesan dan hubungan antar pribadi
3. KAP dimulai dg diri pribadi (self)
4. KAP mensyaratkan adanya kedekatan fisik antar pihak2 yg berkomunikasi
5. KAP melibatkan pihak2 yg saling bergantung satu sama lain
6. KAP tidak dapat diubah maupun diulang
TUJUAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
1.Mengenal diri sendiri dan orang lain
KAP memberikan kita kesempatan untuk memperbincangkan diri kita sendiri,
belajar bagaimana dan sejauhmana terbuka pd orang lain serta mengetahui
nilai, sikap dan perilaku orang lain shg kita dpt menanggapi dan
memprediksi tindakan orang lain.
2. Mengetahui dunia luar
KAP memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita baik objek,
kejadian dan orang lain. Nilai, sikap keyakinan dan perilaku kita banyak
dipengaruhi oleh KAP.
3.Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna
KAP yg kita lakukan banyak bertujuan untuk menciptakan dan memelihara
hubungan yg baik dg orang lain. Hubungan tsb membantu mengurangi
kesepian dan ketegangan serta membuat kita lebih positif ttg diri kita
sendiri.
4.Mengubah sikap dan perilaku
Banyak waktu yg kita pergunakan untuk mengubah/ mempersuasi orang lain melalui KAP
5.Bermain dan mencari hiburan, kejadian lucu mrpk kegiatan untuk memperoleh hiburan.
Hal ini bisa memberi suasana yg lepas dari keseriusan, ketegangan, kejenuhan, dsb.
6. Membantu orang lain
Psikiater, psikologi klinik dan ahli terapi adl contoh2 profesi yg
menggunakan KAP untuk menolong orang lain. Memberikan nasihat dan saran
kpd teman juga mrpk contoh tujuan proses KAP untuk membantu orang lain.
Komunikasi Interpersonal: Individu dan Lingkungan Sosial, Konflik, dan Karir
Interaksi personal dengan lingkungan sosialnya
(sosialisasi). Setiap orang mempunyai cara sendiri-sendiri dalam
bersosialisasi, bergaul dan mengatasi masalah kehidupan mereka. Dalam
hal bergaul dan berinteraksi dengan lingkungan sosial setiap orang punya
cara-cara sendiri dan perilaku sendiri untuk menentukan pergaulan
seperti apa yang membuat mereka merasa nyaman dan senang. Bahkan
cara-cara yang mereka lakukan terkadang membuat orang merasa aneh dan
tidak bisa memahaminya. Terkadang ada orang dengan mudah dan cepat bisa
beradaptasi dengan orang- orang dan lingkungan baru yang membuat mereka
cepat akrap dan bergaul dengan orang lain, tetapi ada juga orang yang
susah dalam bergaul karena kurangnya rasa percaya diri dan keberanian.
Orang yang cepat dan mudah dekat dengan orang lain biasanya merupakan
orang yang mudah membuka diri dengan orang lain. Ada beberapa faktor
yang menyebabkan seseorang dengan mudah membuka diri dengan orang lain,
diantaranya;
Topik, melalui topik pembicaraan yang sesuai dan umum biasanya
membuat seseorang tertarik untuk berkomunikasi dan dengan mudah
mengungkapkan pendapat mereka. Hal ini yang menciptakan kedekatan
seseorang dengan orang lain dan membuat kita merasa nyaman, kenyamanan
itulah yang membuat orang dengan mudah membuka diri dengan orang lain.
Budaya, kedekatan yang dimiliki seseorang juga berdasakan budaya
dengan memiliki latar belakang budaya yang sama seseorang akan merasa
dekat dan saling mengenal satu sama lain karena merasa sebudaya,sesuku
dan budaya merupakan bagian dari kehidupan manusia yang menjadi patokan
mereka karena merasa saudara dan seperjuangan.
Gender, perbedaan gender mempunyai pengaruh yang besar dalam
kehidupan dan penetuan sikap kita terhadap orang lain. Laki-laki dan
perempuan mempunyai cara dan sudut pandang tersendiri dalam menentukan
sikap. Laki- laki cenderung terbuka dengan orang lain yang mempunyai
aktivitas yang sama dan hobi yang sama, sedangkan perempuan cenderung
berbagi dengan orang lain mengenai apa yang saja yang dirasakan dan
lebih mudah untuk membuka diri dengan orang lain.
Seseorang mempunyai berbagai masalah dan hambatan yang
membuat mereka susah bergaul dengan lingkungan sekitar karena tidak
memiliki rasa percaya diri yang cukup, hal ini merupakan masalah
komunikasi antar pribadi dimana seseorang tidak bisa merubah tindakan
dan kurangnya keterampilan dalam menjalin komunikasi yang efektif, dalam
kasus pertama saya akan memberikan solusi berdasarkan teori “The Self”
yang ada pada komunikasi antar pribadi yang terdiri dari tiga aspek.
Self concept yaitu bagaimana kamu melihat dirimu sendiri dari tiga
sumber yang bisa penulis gunakan untuk mengetahui tentang dirinya. Untuk
memperoleh self concept penulis bisa memperoleh dari orang lain,
lingkungan sosial dan penulis bisa membandingkannya dan mengevaluasi.
Sehingga hal ini membuat penulis tidak merasa tidak dapat bergaul dan
penulis juga akan mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam dirinya.
Sehingga dari hal itu penulis mempunyai kesadaran akan dirinya karena
penulis memiliki konsep diri yang membantu penulis mengidentifikasi
dirinya.
Self awareness yaitu, apa yang kamu ketahui mengenai apa
yang ada pada dirimu. Dalam hal ini ada beberapa hal informasi mengenai
dirimu yang kamu dan orang lain ketahui (open self) dalam open self
penulis dan orang lain mengetahui informasi mengenai dirinya yang bisa
menjadi pembanding penulis untuk mengetahui hal-hal buruk atau baik yang
ada pada dirinya. Kamu tau tetapi orang lain tidak tau (hidden self)
ada beberapa hal atau informasi yang terkadang kita rahasiakan dan orang
lain tidak mengetahuinnya karena kita merasa hal itu tidak perlu orang
lain ketahui. Kamu tidak tau tetapi orang lain tau (blind self) tanpa
kita sadari terkadang orang lain memperhatikan kita dan tanpa kita tau
dia mengetahui apa yang ada pada diri kita tetapi kita tidak
mengetahuinya biasanya hal seperti itu orang-orang terdekat penulislah
yang mengetahui karena seringnya berinteraksi dan berkomunikasi dengan
penulis. Kamu tau dan orang lain juga tidak mengetahuinya (unknown self)
biasanya kasus yang seperti ini hanya seorang psikiater yang memahami
dan mengetahuinya karena dibutuhkan perhatian kusus. Dari hal ini
penulis diharapkan mengetahui apa saja yang ada pada dirinya yang bisa
menjadi motivasi untuk membangun kepercayaan diri. Penulis juga bisa
mengembangkan apa yang menjadi kelebihannya dan mengurangi hal-hal yang
negatif sehingga penulis tidak perlu merasa tidak bisa mengembangkan
dirinya. Hal ini juga bisa merubah sikap penulis secara perlahan-lahan
untuk bisa menigkatkan rasa kepercaan diri penulis.
Self esteem yaitu bagaimana kamu menempatkan dirimu, yaitu
penulis mampu menempatkan dirinya di lingkungan sosial dalam kasus
pertama penulis menjelaskan tidak memiliki kepercayaan diri hal ini
disebabkan karena kurangnya motivasi dari orang-orang terdekat dan
penulis diharapkan mencari orang –orang yang bisa dipercaya untuk
memberikan afirmasi kepada penulis guna mengembangkan rasa percaya diri
dan pengembangan diri yang penulis merasa tidak memilikinya. Sehingga
penulis merasa mempunyai motivator untuk membangun kepercayaan diri guna
mengembangkan diri penulis.
Dari beberapa hal di atas kita bisa mengatasi masalah yang
ada pada diri kita dan sebenarnya masalah yang ada itu ada pada diri
kita sendiri yang terkadang kita tidak menyadari akan hal itu. Kita juga
bisa mengatasinya dengan membuka diri dengan orang lain atau orang
terdekat kita (self disclousure) yang orang itu mengetahui kebiasaan dan
karakter kita, kita bisa mendapatkan solusi-solusi dari orang yang kita
percaya akan pendapatnya baik buat kita, seperti masalah kurangnya rasa
percaya diri yang dialami penulis dalam bergaul dan mengembangkan diri.
Penulis bisa melakukan self disclousure dengan orang-orang terdekat
yang diyakini bisa memberikan solusi untuk membangun kepercayaan diri
penulis dengan begitu penulis bisa mendapatkan reward yang bisa menolong
kita untuk mengatasi masalah-masalah yang kita hadapi. Dalam hal ini
penulis memiliki rasa percaya diri yang kurang dan segala kecemasan yang
timbul karena pola asuh keluarga menyebabkan timbulnya kesulitan untuk
bergaul secara mendalam. Untuk lebih dekat dengan orang lain rasanya
susah, setelah mengenal lebih jauh, lambat laun orang tersebut akan
mendominasi, menyepelekan dan memanfaatkan. Penulis menyadari hal itu,
tapi sulit untuk mengubahnya. Biasanya penulis akan menarik diri dan
agresif mengonfrontasi secara langsung hanya pada orang-orang dekat. Hal
ini yang menyebabkan penulis membatasi diri dan tidak punya sahabat
atau menjalin hubungan pertemanan yang solid dan bermanfaat. Masalah
yang dihadapi penulis dikarenakan adanya anggapan dan persepsi bahwa
tidak semua orang itu baik dan mempunyai niat baik, hal ini dikarenakan
kurangnya rasa kepercayaan yang ada pada diri penulis dan kecemasan yang
berlebihan akan hal-hal yang membuat penulis merasa dirugikan yang dan
menyebabkan ketakutan yang sangat besar sebelum melakukannya komunikasi
dengan komunikator hal ini termasuk dalam (communication apprehension).
Solusi-solusi yang saya berikan kepada penulis semuanya
merupakan bagian- bagian dari komunikasi antar pribadi dimana mengacu
pada perubahan dan tindakan yang berlangsung terus menerus. Dalam
komunikasi antar pribadi seseorang dituntut trampil dalam mengembangkan
kehidupan sosialnya dan mampu bergaul dengan lingkungan sekitar. dari
kasus yang dihadapi penulis diharapkan penulis mampu mengubah perilaku
penulis yang merasa cemas saat berinteraksi dengan orang lain dan
penulis bisa melakukannya dengan dukungan dari orang- orang terdekat
dengan membuka diri secara perlahan yang nantinya akan membuat penulis
mampu mengurangi rasa kecemasan yang selama ini membuat penulis merasa
tidak memiliki rasa percaya diri dan mengembangkan diri seperti orang
lain. Dengan kepercayaan diri yang nantinya dimiliki penulis, penulis
juga bisa mengembangkan dirinya dengan bekal kepercyaan diri dan
bersikap terbuka dengan orang lain dalam hal ini dibutuhkan keterampilan
untuk mengembankannya dalam kehidupan sehari-hari dan yang nantinya
akan menjadi kebiasaan.
Konflik interpersonal. Setiap orang pasti pernah mengalami
konflik baik dengan teman, sahabat, pacar bahkan dengan keluarga.
Konflik sudah menjadi bagian hubungan interpersonal dan tidak bisa
dihindarkan dalam hubungan seseorang. Konflik interpersonal merupakan
ketidaksesuaian antar individu yang saling berhubungan, masing-masing
individu menginginkan sesuatu yang individu lain tidak inginkan. Adanya
konflik tidak selalu merusak hubungan seseorang tergantung bagaimana
konflik itu sendiri dikelola dan diselesaikan. Jika dikelola secara adil
dan saling menghormati pendapat setiap orang hubungan kemungkinan akan
makmur, jika dikelola dengan tidak adil, hubungan kemungkinan menjadi
buruk. Semua itu tergantung bagaimana seseorang itu menanggapi dan
menyelesaikannya. Konflik sangat erat hubungannya dengan keadaan
emosional seseorang dimana untuk mengontrol emosi dibutuhkan manajemen
diri dalam berpikir dan bertindak.
Di dalam konflik interpersonal relationships terdapat strategi manajemen
konflik yaitu pemilihan strategi dalam menyelesaikan konflik
diperlukan untuk mengelola konflik, strategi konflik dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu, tujuan yang akan dicapai, keadaan emosi,
penilaian kognitif dari situasi, kepribadian dan kompetensi komunikasi,
sejarah keluarga. Manajement konflik digunakan agar konflik yang ada
bisa diselesaikan dengan baik-baik tanpa ada yang dirugikan.
Dari kasus yang ceritakan oleh penulis bahwa masalah bermula
ketika kakak lelakinya berniat pergi ke luar pulau Jawa untuk
menghindari hutangnya yang hampir setengah milyar rupiah. Penulis dan
keluarganya baru mengetahui perihal hutang tersebut ketika kakaknya
telah pergi bersama istri dan anaknya. Sebelum berangkat dengan dukungan
mamanya sang kakak meminta uang dua puluh juta rupiah untuk mencicil
hutangnya, namun penulis tak mempunyai uang dan yang dimilikinya
hanyalah cincin kawin. Atas saran mama dan kakaknya mereka menyarankan
penulis untuk menjual cincin kawinnya. Tentu saja hal ini tidak mungkin
disetujui oleh suami manapun, tak terkecuali suami sang penulis.
Sebenarnya jika dilihat, jasa sang kakak sangatlah besar mulai dari
penulis berusia dini hingga sukses seperti sekarang ini. Secara
kemapanan sebenarnya sang kakak lebih mapan daripada adiknya, namun
karena tidak adanya persetujuan dari suami penulis tadi akibatnya mama
dan kakaknya menjadi marah besar. Sumpah serapah pun diucapkan oleh sang
mama hingga penulis diusir dari rumahnya dan semua yang telah diberikan
oleh mama dan kakaknya selama ini dihitung sebagai hutang dan harus dia
bayar. Kata maaf pun yang terucap tak dapat meredakan amarah sang mama
dan justru mengusir penulis, bukan kata maaf seperti yang diharapkan
oleh penulis. Kakaknya pun tak jauh beda, dia jadi memusuhi adiknya
sendiri karena masalah ini. Setelah membaca kasus di atas, muncul
pemikiran dalam bahwa sebenarnya masalah yang muncul dalam keluarga ini
sebenarnya adalah masalah sangat sensitif dan sering muncul dalam sebuah
keluarga, yaitu masalah ekonomi. Dari kasus yang diceritakan penulis
saya menarik kesimpulan bahwa masalah yang mendasari adalah rasa kecewa
dari mama dan kakak yang mengharapkan penulis mampu memenuhi keinginan
mereka untuk menjual cincin kawinnya untuk membantu kakaknya. Disini
posisi penulis sangatlah tidak enak bagai buah simalakama dimana penulis
ingin membantu sang kakak tetapi tidak mungkin menjual cincin kawinnya
tanpa persetujuan suami. Dalam menentukan keputusan penulis perlu
meminta pendapat suami karena status penulis yang sudah berkeluarga yang
tidak bisa menentukan keputusan sendiri. Disini terjadi kurangnya
komunikasi yang baik antara penulis, kakak dan mama. Amarah yang
diungkapkan sang ibu kepada penulis dengan mengusir dan mengucapkan
sumpah serapah merupakna emosi sesaat dari mama karena rasa kecawa.
Disini mama tidak bisa mengontrol emosinya dan mengakibatkan konflik
yang sangat pelik dan hal ini biasanya akan berdampak buruk dan
berkepanjangn jika tidak ada mediator dalam masalah ini. Meskipun kita
semua mengetahui bahwa semarah-marahnya ibu dia tidak akan memangsa
anaknya sendiri tetapi masalah ini harus cepat diselesaikan agar tidak
berkepanjangan dan tidak ada yang dirugikan. Dalam kasus yang dihadapi
penulis saya memberikan solusi yang memungkinkan kepada penulis yaitu,
mengusulkan berbagai solusi, terutama mencari solusi yang memungkinkan
masing-masing pihak untuk menang, untuk mendapatkan sesuatu yang dia
inginkan.
Ketika dihadapkan dalam sebuah konflik sebagian orang
lebih memilih menggunakan cara pemaksaan (force), yang dapat dilakukan
secara fisik maupun emosi. Dari kasus ini pemaksaan yang dilakukan
secara emosional. Untuk dapat mengatasi suatu pemaksaan (force)
alternative yang dapat dilakukan adalah berbicara (talk). Kualitas
berbicara yang terbuka antara kedua belah pihak, positif thinking dan
rasa empati menjadi cara yang baik.
Di sini saya juga menyarankan agar penulis mencari orang yang sekiranya
netral dan bisa sebagai mediator yang dihadapi penulis. Mediator disini
diharapkan bisa menjadi listener yang baik bagi kedua belah pihak dan
mediasi yang terjadi bisa berjalan dengan baik dan memperoleh dampak
yang baik pula pada kedua belah pihak. Listening yang dilakukan mediator
dimulai dari menerima pesan yang telah dikirimkan dari kedua belah
pihak. Listening dimulai dari beberapa tahap yaitu: receiving
(menerima), understending (memahami), rembering (mengingat), evaluating
(mengevaluasi), responding (merespon). Tahapan dari listening ini harus
saling berkelanjutan dalam satu waktu.
Dalam tahap receiving yang ada pada listening diharapkan
mediator mengerti permasalahan apa yang sebenarnya terjadi dan mengingat
apa yang telah disampaikan kedua belah pihak kemudian mediator
mengevaluasi apa yang telah dia terima. Dari tahap evaluasi ini mediator
dapat merespon dan menentukan solusi yang diberikan untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapi penulis.
Mediator yang digunakan dalam sebuah masalah yang dihadapi
seseorang bisa menjadi alat bantu yang cukup ampuh karena dengan begitu
penulis bisa mengetahui apa yang diinginkan oleh mama dan demikian
sebaliknya melalui mediator yang menjadi jembatan komunikasi antara
kedua belah pihak. Dalam melakukan tahap mediasi dibutuhkan kesabaran
dari penulis karena tahap mediasi membutuhkan waktu yang cukup lama dan
butuh kesabaran khusus untuk seorang mediator karena disaat kita menjadi
mediator kita harus bersikap objektif dan netral. Dengan adanya mediasi
dan bantuan mediator dalam kasus ini diharapkan konflik yang diatasi
bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan tidak memutus hubungan
silatuhrahmi antara ibu dan anak dan penulis dengan kakaknya. Komunikasi
yang terjadi kedepan diharapkan lebih baik lagi.
Dari kasus ketiga disini penulis menjelaskan mengenai
hubungan penulis dengan sahabatnya yang terjalin sangat erat dan harus
mengalami ujian karena masalah karier. Kebanyakan orang pasti memiliki
sahabat dan menjalin persahabatan dengan orang lain yang dianggapnya
nyaman ketika berkomunikasi, berdiskusi bahkan tempat mencurahkan isi
hati. Persahabatan tidak memandang jenis kelamin dan umur, persahabatan
itu sendiri dapat diartikan sebagai hubungan pribadi yang bermakna dan
produktif diantara dua orang yang dicirikan dengan perilaku positif yang
timbal balik. Di dalam persahabatan terdapat perbedaan dalam
menjalankan persahabatannya. Laki-laki lebih senang melewati aktivitas
bersama sedangkan perempuan cenderung lebih senang berbagi cerita dengan
sahabatnya. Setiap orang mempunyai cara pandang yang berbeda-beda dalam
mengartikan persahabatan dan mempuyai kriteria masing-masing dalam
menentukan sahabat itu yang seperti apa. Sahabat bermula dari dua
individu yang kemudian terjadi kedekatan yang semakin hari semakin intim
(dekat) karena seringnya berkomunikasi, menjalankan aktivitas bersama,
dan rasa nyaman. Ada beberapa tujuan seseorang menjalin persahabatan ada
yang untuk memenuhi kebutuhan yaitu ada yang lebih suka memberi dari
pada menerima dan ada yang lebih suka menerima dari pada memberi dalam
menjalin persahatan. Untuk berbagi dalam artian untuk membagi atau
sharing mengenai apa yang menjadi beban pikiran atau masalahnya ada pula
yang untuk menemaninya menjalankan aktivitas atau hobinya.
Pada dasarnya persahabatan yang banyak dimiliki seseorang adalah saling
memberi dan menerima tanpa adanya dominasi dari salah satu pihak karena
terdapat keseimbangan dalam hubungan persahabatan. Dari kasus ini
kurangnya kesadaran akan berharganya sebuah persahabatan. Persahabatan
yang sudah terjalin sekian lama antara penulis dan sahabatnya sekarang
ini sedang berada dalam tahap depenetrasi, yaitu dimana penulis dan
sahabatnya saling menjauh karena beberapa alasan yang belum jelas
diketahui oleh penulis. Seharusnya penulis dan sahabatnya menjalin
komunikasi yang baik agar jelas kenapa sikap sahabatnya berubah
kepadanya. Depenetrasi yang tejadi terus menerus akan menjadi disolusi
yang berakibat persahabatan mereka sudah tidak bisa dipertahankan lagi.
Dengan menjalin persahabatan selama bertahun-tahun
seharusnya penulis dan sahabatnya mengenal dan mengetahui sifat
masing-masing. Ego yang cukup besar sangat berpengaruh dalam masalah ini
dimana tidak adanya keinginan dari salah satu pihak untuk keluar dari
masalah ini dan tidak adanya niat untuk memperbaiki hubungan antara
keduanya yang telah dibangun sekian lama.
Dalam menjalin suatu hubungan memang terkadang kita butuh
untuk menjaga jarak kepada orang-orang tertentu yang dirasa hubungan
yang terjalin lebih banyak menimbulkan kerugian. Tetapi jika dalam
menjalin suatu hubungan itu saling memberikan manfaat atau bahkan lebih
sepatutnya hubungan itu dipertahankan. Dalam menjalin sebuah
persahabatan pasti di dalamnya terdapat konflik yang terkadang
mengakibatkan persahabatan itu terancam. Seperti kasus yang dihadai
penulis dengan sahabatnya, persahabatan mereka terancam berakhir karena
masalah persaingan dalam karier. Antara penulis dan sahabatnya
dibutuhkan komunikasi yang baik dan berkualitas guna terjalin
keterbukaan satu sama lain. Positif thinking dan empati antara penulis
dan sahabatnya untuk mendapatkan solusi dari masalah yang sedang
dihadapi. Bersikap legowo untuk menerima kritik dari orang lain dan
tidak mementingkan ego masing-masing yang perlu dikendalikan karena jika
seseorang yang sedang dihadapi masalah biasannya dia hanya menggunkan
ego tanpa berpikir dampak kedepannya. Sikap saling memaafkan antara
keduanya juga sangat menunjang. Jika dalam komunikasi yang terjalin
tidak di dapat solusi guna mempertahankan hubungan persahabatan berarti
hubungan persahabatan itu memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi
karena tidak tercapainya kesepakatan antara kedua belah pihak meskipun
begitu hubungan itu bisa beralih menjadi hubungan pertemanan kerja yang
sehat dan bermanfaat.
No comments:
Post a Comment