TEORI KOMUNIKASI ORGANISASI
Definisi fungsional :
Pertunjukan
dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan
bagian dari suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari
unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan hierarkis antara yang satu
dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Definisi interpretif:
Proses penciptaan makna atas interaksi yang merupakan organisasi.
Kom. Org adalah proses penciptaan makna atas interaksi yang menciptakan, memelihara dan mengubah organisasi.
Perspektif komunikasi :
Organisasi
tidak terbentuk karena adanya surat / dokumen persetujuan, tetapi
organisasi ada sejak adanya interaksi/komunikasi tertentu diantara
orang-orang yang menunjukkan bahwa mereka tengah berorganisasi.
PENDEKATAN KOMUNIKASI ORGANISASI
Objektivis/makro
(organisasi dipandang sebagai suatu struktur global yang berinteraksi
dengan lingkungannya; memproses
informasi&lingkungan)
Transisional/individual
(berpusat pada tingkahlaku komunikasi individual dalam organisasi; berbicara pada kelompok kerja)
Subjektivis / mikro
(komunikasi antara anggota kelompok; orientasi&pelatihan)
PERSEPSI
1. Redding & Sanborn
Kom. Org adalah pengiriman & penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. (komunikasi internal, hubungan manusia, downward, upward, horizontal, keterampilan komunikasi {berbicara, mendengarkan, menulis} dan evaluasi program.
2. Katz & Kahn
Kom. Org merupakan arus informasi & pemindahan arti di dalam org.
3. Zelko & Dance
Kom. Org adalah suatu system yang saling tergantung yang mencakup internal & eksternal.
4. Thayer
3 sistem komunikasi dalam Org ;
I. Berkenaan dengan kerja organisasi seperti data mengenai tugas-tugas / beroperasinya Org.
II. Berkenaan dengan pengaturan Org seperti perintah, aturan & petunjuk.
III. Berkenaan
dengan pemeliharaan & pengembangan Org. (berhubungan dengan
individu & masyarakat, pembuat iklan & latihan)
5. Greenbaum
Bidang
kom. Org termasuk arus komunikasi formal & informal dalam
organisasi, komunikasi internal & eksternal dan memandang peranan
komunikasi terutama sebagai koordinasi pribadi & tujuan org. serta
masalah menggiatkan aktivitas)
SIMPULAN
Þ Kom.
Org terjadi dalam suatu system terbuka yang kompleks yang dipengaruhi
oleh lingkungannya sendiri baik internal & eksternal.
Þ Kom. Org meliputi pesan & arus, tujuan dan media.
Þ Kom. Org meliputi orang & sikapnya, perasaaan, hubungan dan keterampilannya.
TEORI STRUCTURAL KLASIK / ORGANISASI KLASIK
Konsep
tentang organisasi sebenarnya telah berkembang mulai tahun. 1800an dan
konsep-konsep ini sekarang dikenal sebagai teori klasik (classical
theory) atau kadang-kadang disebut juga teori tradisional atau teori
struktural klasik. Dampak teori klasik pada organisasi telah dan masih
dirasakan sangat besar. Sebagai contoh organisasi yang didasarkan
birokrasi dan banyak bagian dari teori klasik.
- Karakteritik Organisasi Weberian
Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.
Menurut Weber bentuk
organisasi birokratik adalah bentuk yang paling efisien. Oleh karena itu
Weber berpendapat bahwa masyarakat perlu membentuk organisasi, “baru”
selain masyarakat tradisional.
Blau&Scott (1962) merupakan landasan bagi teori ini ---> organisasi social & organisasi formal
Social :
- merujuk pada pola-pola interaksi social (frekuensi, intensitas kontak, horizontal)
- adanya
pola yang mengisyaratkan bahwa terdapat hubungan antara orang-orang
yang mentransformasikan mereka dari suatu kumpulan individu menjadi
sekelompok orang / sejumlah kelompok menjadi suatu system social yang
lebih besar.
- Kepercayaan bersama yang menghasilkan suatu struktur yang lebih daripada sejumlah individu (kelompok)
Komunikasi berhubungan dengan organisasi social melalui 3 cara:
- system social dihasilkan lewat komunikasi.
- system social mempengaruhi bagaimana, ke dan dari siapa, dan dengan pengaruh bagaimana komunikasi terjadi di antara anggota-anggota.
# meningkatkan kemungkinan berbicara secara horizontal, dan mengurangi kemungkinan komunikasi vertical (upward & downward)
- membuat prediksi yang akurat mengenai orang-orang tanpa mengetahui lebih banyak
Berlo (1960)
Formal :
- jika
pencapaian suatu tujuan tertentu memerlukan tujuan bersama, suatu
organisasi dirancang untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan banyak
individu dan untuk memberi rangsangan kepada orang-orang lainnya untuk
membantu mereka.
#
bisnis dibentuk untuk untuk menghasilkan barang-barang yang dapat
dijual, badan-badan pemerintah dibentuk untuk mengatur keuangan.
- tujuan
yang harus dicapai, aturan-aturan yang harus dipatuhi, dan struktur
status secara sengaja dirancang untuk mengantisipasi dan mengarahkan
interaksi dan kegiatan anggota
- organisasi
formal = birokrasi, birokrasi adalah organisasi yang menunjukan
kombinasi karakteristik, efisiensi berkaitan dengan suatu pola otoritas
(kewenangan) yang hierarkis.
- Jika
kewenangan hierarkis tidak berkaitan dengan efisiensi di organisasi,
maka organisasi itu tidak sepenuhnya terbirokratisasikan.
10 Ciri organisasi atas karya Weber:
- Suatu organisasi terdiri dari hubungan-hubungan yang ditetapkan antara jabatan-jabatan. Masinis, letnan, sersan, dosen.
- Tujuan atau rencana organisasi terbagi ke dalam tugas-tugas, tugas-tugas org. disalurkan diantara berbagai jabatan sebagai kewajiban resmi.
- Kewenangan: melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan.kewenangan legal, dan di sah kan secara hukum.
- Garis kewenangan dan jabatan diatur menurut suatu tatanan hirarkis. (upward & downward)
- Sistem aturan dan regulasi yang umum tetapi tegas yang ditetapkan secara formal, mengatur tindakan-tindakan dan fungsi-fungsi jabatan dalam organisasi.
- Prosedur bersifat formal dan impersonal. Perlu adanya catatan tertulis demi kontinuitas, keseragaman (uniformitas), dan untuk maksud-maksud transaksi. Prosedur impersonal ini dirancang untuk menjaga perasaan pejabat agar penilaian rasionalnya tidak menyimpang.dalam menjalankan kewajibannya.
- Disiplin
- Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan organisasi.
- Pegawai yang dipilih untuk bekerja berdasarkan kualifikasi teknis
- Kenaikan jabatan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.
Implikasi teori Weber pada komunikasi organisasi:
suatu fenomena yang disebut komunikasi jabatan (positional communication). Hubungan dibentuk antara jabatan-jabatan, bukan antara orang-orang.
Manajemen Ilmiah Taylor
Pendekatan
Taylor terhadap manajemen dilakukan di sekitar 4 unsur fungsi:
pembagian kerja, proses skalar dan fungsional, struktur dan rentang
kekuasaan.
- Pembagian kerja: menyangkut bagaimana tugas, kewajiban dan pekerjaan organisasi didistribusikan. Pekerjaan setiap orang dlm org. hrs terbatas pada pelaksanaan suatu fungsi.
- Proses Skalar dan fungsional. Berkaitan dengan pertumbuhan vertikal dan horizontal organisasi. Proses saklar menunjukkan rantai perintah atau dimensi vertikan organisasi.
- Struktur. Berkaitan dengan hubungan-hubungan logis antara berbagai fungsi yang ada dalam organisasi.
Ø Lini: kewenangan terakhir terletak pada jabatan-jabatan dalam struktur itu.
Ø Staf: memberi nasihat dan jasa untuk membantu lini.
Ø Struktur tinggi dan struktur datar:
Struktur tinggi mempunyai banyak tingkat kewenangan dengan manajernya
yang mempnuayai rentang pengawasan yang sempit. Organisasi berstrutur
datar ditandai dengan aktivitas individualistik dan usaha pemberdayaan.
- Rentang pengawasan. Jumlah bawahan yang berada di bawah pengawasan seorang atasan
Ada 3 unsur organisasi formal:
- Sistem kegiatan yang terkoordinasi. Organisasi dalam kenyatanya selalu terdiri dari bagian-bagian dan hubungan-hubungan. Bagian-bagian organisasi merupakan kegiatan-kegiatan atau fungsi-fungsi yang dilaksanakan dan saling berhubungan.
- Kelompok orang
- Kerjasama utk mencapai tujuan
Dasar-dasar organisasi klasik
- Kekuasaan, bisa demokratis atau otokratis
- Saling melayani-merupakan legitimasi sosial pada organisasi. Setiap organisasi ada dan diakui oleh masyarakat umum
- Doktrin-rumusan tujuan organisasi
- Disiplin- perilaku yang ditentukan oleh perintah atau pengendalian diri.
Perspektif subjektivis
Teori
struktural klasik sederhana dan menarik. Teori itu menunjukkan bahwa
bila struktur ditemukan, perilaku akan dapat diramalkan, rasional dan
efisien. Bila setiap orang mengetahui peranan, tanggung jawab dan kepada
siapa mereka harus bertanggung jawab, oraganisasi dapat berjalan baik.
Struktur menentukan perilaku dan menghasilkan keteramalan
TEORI NEOKLASIK / TRADISIONAL / TRANSISIONAL / INDIVIDUAL
Konsepsi
lama tetap memberikan pengaruh penting terhadap cara orang memahami
organisasi, namun perbaikan-perbaikan dalam model mulai membawa
perubahan praktis dalam cara kita merumuskan organisasi.
Hugo Munsterberg
menekankan adanya perbedaan-perbedaan karakteristik individu dalam
organisasi-organisasi. Sebagai tambahan Munsterberg mengingatkan adanya
pengaruh faktor-faktor sosial dan budaya terhdap organisasi.
Percobaan Hawthorne merupakan kristalisasi teori neoklasik
Percobaan pertama: meneliti pengaruh perbedaan tingkat penerangan (cahaya) dalam pekerjaan thd produktivitas kerja atau efisiensi para karyawan.
Percobaan pertama: meneliti pengaruh perbedaan tingkat penerangan (cahaya) dalam pekerjaan thd produktivitas kerja atau efisiensi para karyawan.
Percobaan kedua: April 1927, percobaan ini melibatkan kelompok kecil pekerja, yang terdiri di enam orang gadis pekerja pada perakitan listrik.
Hasil penelitian: Hubungan sosial atau manusiawi diantara peneliti dan penyelia lebih penting dlm menentukan produktivitas.
Kontribusi penting studi Hawthorne:
Organisasi
adalah suatu sistem terbuka di mana segmen-segmen teknis dan manusiawi
saling berkaitan erat. Studi tersebut juga menekankan pentingnya sikap
karyawan.
Kritik dan “usul”perubahan neoklasik pada tiang dasar organisasi formal.
Pembagian Kerja (Division of Labor)
Teori neoklasik mengemukakan perlunya:
- partisipasi atau melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan
- perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari spesialisasi
- manajemen bottmom up: memberi kesempatan bagi junior untuk berpartisipasi
Struktur Organisasi
Struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran (frictions)
Pandangan Neoklasik Terhadap Organisasi Formal
Struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran (frictions)
Pandangan Neoklasik Terhadap Organisasi Formal
Titik tekanan teori neoklasik adalah pada 2 elemen pokok dalam organisasi: perilaku individu dan kelompok pekerja.
Fenomena
organisasi informal: orang-orang yang bergabung menjadi suatu kelompok;
kelompok alamiah yang terbentuk sebagai hasil interaksi diantar para
karyawan.
Faktor-faktor yang menentukan munculnya organisasi formal:
- Lokasi
- Jenis Pekerjaan
- Minat (Interests)
- Masalah-masalah khusus
TEORI PERILAKU
Teori perilaku atau the behavior theory of organitation,
berpendapat bahwa ada tidaknya, baik buruknya, suatu organisasi itu
tergantung dari sikap kelakuan para anggotanya. Salah seorang penganut
teori ini yang terkenal adalah Herbert A. Simon dalam bukunya ‘’Administrative Behaviour”.
Namun, sejak Barnard (1938) mempublikasikan “the function of the executive”, pikiran-pikiran baru muncul. Ia menyatakan bahwa organisasi adalah system orang, bukan struktur yang direkayasa secara mekanis.
Masalah
organisasi terpenting menurut penganut teori ini adalah bagaimana
membuat para warga organisasi itu bersikap, berpikir dan bertingkah laku
sebagai manusia organisasi yang tepat.
Barnard
juga menyatakan bahwa kewenangan merupakan suatu fungsi kemauan untuk
bekerja sama. 4 syarat yang harus dipenuhi sebelum seseorang menerima
suatu pesan yang otoritatif :
- memahami pesan
- percaya bahwa pesan tersebut tidak bertentangan dengan tujuan organisasi
- percaya, pada saat memutuskan untuk kerja sama, pesan yang dimaksud sesuai dengan minatnya.
- memiliki kemampuan fisik dan mental untuk melaksanakan pesan.
Kemudian seperangkat premis ini menjadi terkenal sebagai teori penerimaan kewenangan,
yakni kewenangan yang berasal dari tingkat atas organisasi sebenarnya
merupakan kewenangan nominal. Kewenangan menjadi nyata apabila diterima.
Namun, Barnard menunjukkan bahwa banyak pesan tidak dapat dianalisis,
dinilai dan diterima, atau ditolak dengan sengaja. Tetapi kebanyakan
arahan, perintah dan pesan persuasive termasuk ke dalam zona acuh-tak-acuh (zone of indifference) seseorang.
100% 0% 100%

(Kemauan
yang 100% untuk bekerja sama memperlihatkan zona yang memanjang dengan
kedua arahnya menuju skala 100%. Suatu penolakan pesan yang mutlak
{arahan, perintah & permohonan} menunjukkan suatu zona yang
nilai-nilainya adalah nol)
Banyak
pesan dalam suatu organisasi dirancang untuk memperlebar zona
acuh-tak-acuh pegawainya. Lebar zona setiap bawahan berbeda antara yang
satu dengan yang lainnya. Seorang bawahan boleh jadi mau menerima suatu
pesan dengan penuh kehangatan dan penerimaan, bawahan lainnya tidak mau
menerima tetapi juga tidak berarti menolaknya, sedangkan seorang bawahan
ketiga sama sekali menolak pesan tersebut.
# jadi kewenangan formal sama sekali tidak efektif jika terjadi penolakan oleh anggota dalam organisasi.
# Tannenbaum (1950) menyatakan bahwa, “luas kewenangan yang dimiliki atasan ditentukan oleh luas penerimaan bawahannya.”
Hubungan
manusia sangat penting dalam menopang suatu perusahaan dalam jangka
panjang. Hubungan manusia bisa diinterprestasikan dalam bermacam-macam
cara.
Sebagian organisasi dan orang-orang melihat hubungan manusia dari sudut pandang yang berbeda secara keseluruhan.
Bagaimanapun,
hubungan manusia dalam ruang lingkup pekerjaan dan dilihat dari sudut
pandang manajemen, kesimpulannya bahwa hal itu dapat diklasifikasikan
menjadi dua point, yaitu :
- Hubungan Industri atau hubungan manusia dimana hasil dari sebuah rapat antara para manajer dan para pekerja.
- Hubungan pribadi atau hubungan manusia dapat membuka atau menumbuhkan eksistensi didalam semua lingkungan pekrjaan.
Kemajuan
dari hubungan diantara semua level yang telah diterima sebagai elemen
penting di dalam perkembangan dan kemajuan dari setiap industri
organisasi, dan dimana sebagian kesuksesan jangka panjang manajemen yang
tidak mengutamakan kesepakatan dari usaha yang telah diarahkan.
Bagaimanapun,
kemungkinan dari kebijaksanaan untuk perbaikan hubungan manusia bisa
menjadikan pengejaran melulu karena efek di dalam produksi, dan bukan
dari alasan pokok dari proses produksi untuk sikap yang benar dan
seimbang kepada pribadi seseorang dan keperluan sosial dari para
pekerja. Output yang lebih tinggi dapat membawa kita ketingkat kepuasan
yang lebih tinggi pula bagi para pekerja.
Teori
hubungan manusia ini menekankan pada pentingnya individu dan hubungan
sosial dalam kehidupan organisasi. Teori ini menyarankan strategi
peningkatan dan penyempurnaan organisasi dengan meningkatkan kepuasan
anggota organisasi dan menciptakan organisasi yang dapat membantu
individu mengembangkan potensinya. Dengan meningkatkan kepuasan kerja
dan mengarahkan aktualisasi diri pekerja, akan mempertinggi motivasi
bekerja sehingga akan dapat meningkatkan produksi organisasi.
“Hasil
yang lebih baik berkaitan dengan kondisi-kondisi kerja yang lebih
menyenangkan, lebih bebas dan lebih membahagiakan”. (Miller & Form)
“Komunikasi
yakni kemampuan seorang individu untuk menyatakan perasaan &
gagasannya kepada orang lain, kemampuan kelompok untuk berkomunikasi
secara efektif dan intim dengan kelompok lainnya” (Mayo ; 1945)
Hubungan
manusiawi muncul setelah perang dunia II. Sofer (1973) mengatakan bahwa
Mayo dan kawan-kawannya menunjukkan secara ilmiah bahwa “suatu kelompok
memiliki kehidupannya sendiri, lengkap dengan adat istiadat, norma dan
control social yang efektif atas anggota-anggotanya.”
#
Kritik terhadap teori ini menyatakan bahwa pergerakan ini terlalu asyik
dengan orang-orang & hubungan-hubungan mereka & mengabaikan
keseluruhan sumber daya org. & anggota-anggotanya. Keinginan
memberikan respons terhadap kebutuhan pribadi & oraganisasi telah
menjadi suatu konsekuensi dari dasar-dasar yang telah diletakkan
teoretisi terdahulu mengenai perilaku.
Teori Fusi (Bakke & Argyris)
Banyaknya
masalah dalam memuaskan minat manusia yang berlainan & dalam
konteks memenuhi tuntutan penting struktur birokrasi, Bakke (1950)
menyarankan suatu proses fusi. Pendapatnya bahwa organisasi,
hingga suatu tahap tertentu, mempengaruhi individu, sementara pada saat
yang sama individu pun mempengaruhi organisasi.
Argyris
(1957), seorang rekan bakke di Universitas Yale, menyempurnakan karya
Bakke. Ia berpendapat bahwa ada suatu ketidaksesuaian yang mendasar
antara kebutuhan pegawai yang matang dengan persyaratan formal
organisasi. Organisasi mempunyai tujuan yang berlawanan dengan tujuan
pegawai perseorangan. Para pegawai frustasi sebagai akibat dari
ketidaksesuaian tersebut; sebagian pegawai mungkin meninggalkan tempat
kerja mereka, menjadi apatis & acuh-tak-acuh. Melalui konflik ini
para pegawai laiinya menyadari untuk tidak mengharapkan kepuasan dari
pekerjaan mereka.
Teori peniti penyambung (Likert)
Rensis Likert dari Universitas Michigan berjasa mengembangkan suatu model terkenal dengan sebutan model peniti penyambung (the linking pin model)
yang menggambarkan struktur organisasi. Konsep peniti penyambung
berkaitan dengan kelompok-kelompok yang tumpang tindih. Penyelia
merupakan anggota dari 2 kelompok ; sebagai pemimpin unit yang lebih
rendah dan anggota unit yang lebih tinggi. Penyelia berfungsi sebagai
peniti penyambung, mengikat kelompok kerja yang satu dengan yang lainnya
pada tingkat berikutnya.
Organisasi
dengan struktur peniti penyambung menggalakan orientasi ke atas
daripada ke bawah; komunikasi, pengaruh pengawasan dan pencapaian tujuan
diarahkan ke atas dalam org.
Luthans
(1973) berpendapat bahwa konsep peniti penyambung cenderung menekankan
& memudahkan apa yang seharusnya terjadi dalam struktur klasik yang
birokratik. Tetapi pola hierarkis atasan bawahan, sering mendorong
komunikasi ke bawah, namun menghambat komunikasi ke atas dan ke samping.
#
Kritik teori ini, adalah lambatnya tindakan kelompok, yang merupakan
ciri organisasi berstruktur peniti penyambung, harus diimbangi dengan
manfaat partisipasi yang positif-kontribusi kepada perencanaan,
komunikasi yang lebih terbuka, dan komitmen anggota-yang tumbuh dari
struktur peniti penyambung.
TEORI SISTEM
Teori
sistem memandang organisasi sebagai kaitan bermacam-macam komponen yang
saling tergantung satu sama lain dalam mencapai tujuan organisasi.
Setiap bagian mempunyai peranan masing-masing dan berhubungan dengan
bagian-bagian lain dan karena itu koordinasi penting dalam teori ini.
Teori
sistem adalah seperangkat prinsip yang terorganisasikan secara longgar
dan sangat abstrak, yang berfungsi mengarahkan pikiran kita namun
terikat pada berbagai penafsiran. (Fisher ; 1978)
Interdependensi
menunjukkan bahwa terdapat kesaling bergantungan di antara
komponen-komponen / satuan-satuan suatu sistem. Suatu perubahan pada
suatu komponen membawa perubahan pada setiap komponen lainnya.
Teori
sistem memberikan suatu model deskripsi yang sangat kuat mengenai
proses organisasi. Teori ini mempunyai banyak implikasi dan telah
digunakan untuk mendeskripsikan fenomena organisasi dalam konteksnya
sendiri.
Teori
sistem menangani hakikat saling hubungan yang kompleks dari organisasi
manusia dan menguraikan bagaimana organisasi bertumbuh dan berkembang.
Tipe komunikasi yang dominan dalam organisasi yang menggunakan teori ini
adalah komunikasi horizontal, baik dalam lingkungan organisasi maupun
antara organisasi dengan organisasi lainnya.
Weick
menggunakan teori sistem untuk menjelaskan pengaruh informasi yang
berasal dari luar organisasi ke dalam internal organisasi &
sebaliknya, untuk memahami bagaimana organisasi mempengaruhi lingkungan
eksternalnya.
TEORI ORGANISASI MODERN / MUTAKHIR
Aliran besar ketiga dalam teori organisasi adalah teori modern, yang kadang-kadang disebut juga analisa sistem.
Teori
modern adalah multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai disiplin
ilmu pengetahuan. Interaksi dinamis antar proses, bagian dan fungsi
dalam suatu organisasi, maupun dengan orang lain dan dengan lingkungan
Teori
modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah sistem tertutup yang
berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi merupakan
sistem terbuka yang harus menyesuaikan diri dg lingkungannya.
Teori organisasi modern dan teori sistem umum:
- Bagian-bagian (individu) dalam sistem keseluruhan dan pergerakan individu di dalam dan di luar sistem
- Interaksi individu dengan lingkungan yang terjadi dalam sistem.
- Masalah-masalah pertumbuhan dan stabilitas sistem.
- Masalah pertumbuhan dan stabilitas sistem.
Bagian-bagian dari sistem dan saling ketergantungannya
- Sistem adalah individu dan struktur kepribadiannya yang diberikan kepada organisasi. Unsur utama kepribadian adalah motif.
- Penentuan fungsi-fungsi formal yang biasa disebut organisasi formal.
- Organisasi informal: individu mempunyai harapan untuk memuaskan kebutuhannya melalui kontaknya dg orang lain
- Struktur status dan peranan
- Lingkungan fisik
Proses hubungan dalam sistem:
- Komunikasi: mempelajari jaringan komunikasi dalam sistem.
- Konsep keseimbangan: penyeimbangan mekanisme yang dicapai dengan cara menjaga hubungan struktural yang harmonis.
- Proses pengambilan keputusan: variabel internal dalam suatu organisasi yang tergantung pada pekerjaan, harapan-harapan individu, motivasi dan struktur organisasi.
TEORI MENGENAI PENGORGANISASIAN (WEICK)
Weick
(1979) menyatakan bahwa organisasi adalah suatu system yang
menyesuaikan dan menopang dirinya dengan mengurangi ketidakpastian yang
dihadapinya.
Suatu system berrsifat manusiawi. Manusia tidak hanya menjalankan organisasi; manusia merupakan organisasi tersebut.
Semakin
sedikit ketidakjelasan pesan yang dimasukkan ke dalam system, semakin
mudah menggunakan aturan yang sudah ditentukan. Sebaliknya, semakin
banyak ketidakjelasan pesan yang dimasukkan ke dalam system, semakin
besar kemungkinan digunakannya siklus komunikasi (interaksi ganda) untuk
menangani ketidakpastian ini.
Double interact à A berkomunikasi dengan B
B memberi respons pada A
A membuat beberapa penyesuaian / memberi respons pada B
Tiga tahap dalam proses pengorganisasian (Weick ; 1979)
- Tahap pemeranan (enactment)
Menghimpun
sesuatu bagian dari sejumlah pengalaman untuk diperhatikan lebih
lanjut. Para anggota organisasi menciptakan ulang lingkungan mereka
dengan menentukan & merundingkan makna khusus bagi suatu peristiwa.
- Tahap seleksi
Memasukkan
seperangkat penafsiran ke dalam bagian yang dihimpun. Aturan-aturan dan
siklus komunikasi digunakan untuk menentukan pengurangan yang sesuai
dalam ketidakjelasan.
- Tahap retensi
Penyimpanan
segmen-segmen yang sudah diinterpretasikan unutk pemakaian pada masa
mendatang. Organisasi menyimpan informasi mengenai cara organisasi itu
memberi respons / berbagi situasi.
Weick
(1985) menyatakan bahwa dalam diskusi –diskusi mutakhir mengenai
organisasi “rasionalitas dipandang (1) sebagai sebuah himpunan yang
berubah bila isu berubah, (2) sebagai dalih untuk menarik minat sumber
daya dan legitimasi, dan (3) sebagai suatu proses pascatindakan yang
digunakan secara retrospektif untuk menentukan alasan atas tindakan
tersebut.”
No comments:
Post a Comment