Friday, 5 December 2014

Teori komunikasi







__________________________________________________________________________



Kehadiran Teknologi komunikasi baru khususnya internet yang kemudian disusul dengan muncul dan berkembangnya berbagai ragam media baru akan membawa implikasi kepada perubahan penggunaan media massa “Tradisional” (seperti surat kabar dan majalah dalam format cetak dll ) dikalangan masyarakat diseluruh dunia ,



Saat berkomunikasi, manusia mungkin saja tidak menggunakan media massa. Tetapi mereka tidak dapat menghindarkan diri dari berkomunikasi dengan menggunakan suara, kata, isyarat, yang memediasi mereka dalam menyampaikan pesan
Dalam suatu komunikasi dibutuhkan sebuah media untuk membuat agar pesan tersebut sukses pada pola komunikasi dan saat ini banyak cara agar komunikasi yang dilakukan secara praktis untuk mempermudah si individu dalam berkomunikasi maka tercipta lah suatu media, berbagai macam media yang digunakan memiliki dampak yang bermacam-macam bagi pemakainya terutama dikalangan yang mengikuti trend masa kini agar tidak ketinggalan jaman dan ini membuat kecenderungan dan juga ketergantungan terhadap komunikasi yang dilakukan oleh individu satu dengan media massa ataupun dengan media lainnya.Maka perkembangan teknologi telah membawa kita pada era komunikasi massa sejak ditemukannya mesin cetak  yang memungkinkan diproduksinya buku-buku secara massal sampai mencapai puncaknya setelah ditemukannya internet. terbitnya surat kabar pertama. Setelah revolusi industri dan teknologi, listrik yang memacu energi pabrik dan transportasi, melandasi muncul dan berkembangnya radio, film, dan televisi yang pada perkembangan selanjutnya menciptakan teknologi informasi yang multimedia seperti jaringan internet.
 dengan kata lain kehadiran teknologi yang saat ini trend pada setiap orang yang merasakannya seperti kehadiran nya internet yang memiliki dampak terhadap psikologis,sosial,dan juga komunikasi yang dilakukan oleh individu –individu yang melakukan komunikasi tersebut dengan media massa. luas sempitnya ruang kehidupan seseorang, yang awalnya ditentukan pada kemampuan baca tulis, selanjutnya ditentukan oleh seberapa banyak ia bergaul dengan media massa. Artinya media memiliki pengaruh yang signifikan pada kehidupan manusia.
 dengan adanya internet memiliki kemudahan terhadap cara seorang individu untuk memberikan informasi kepada khalayak , dengan pesan satu arah yang disampaikan dapat berdampak terhadap cara dan pola pikir si individu tersebut luas sempitnya ruang kehidupan seseorang, yang awalnya ditentukan pada kemampuan baca tulis, selanjutnya ditentukan oleh seberapa banyak ia bergaul dengan media massa. Artinya media memiliki pengaruh yang signifikan pada kehidupan manusia.

seperti yang dikatakan McLuhan,bahwa teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat sudah sangat bergantung pada teknologi dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi. McLuhan melihat media berperan menciptakan dan mengelola budaya. Pemikiran McLuhan ini dinamakan teori mengenai ekologi media (media ecology), yang didefenisikan sebagai studi mengenai lingkungan media, gagasan bahwa teknologi dan teknik, mode informasi dan kode komunikasi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia , dengan kata lain manusia memiliki suatu keinginan yang praktis dalam kehidupan agar menjadi lebih mudah dikedepan nya tapi untuk beberapa akan media digunakan untuk hal-hal yang positif tapi ada beberapa segi yang tidak diketahui dari segi negative nya , maka bila diasumsikan pada dampak dari teknologi itu sendiri maka dalam menggunakan media orang cenderung mementingkan isi pesannya saja dan seringkali tidak menyadari bahwa media yang menyampaikan pesan itu juga memengaruhi kehidupannya, bila di analogikan berdasarkan realitas yang dirasakan disekitar kita Yaitu
Rian adalah seorang pelajar Sekolah Menengah Atas di daerah jakata , si rian tersebut adalah anak yang cukup cerdas di sekolahnya ,sangat periang dan sangat aktif dalam kegiatan intra maupun kegiatan extra disekolahnya , suatu ketika si g penat dengan  kegiatan hariannya yang hanya melakukan kegiatan nya tersebut setiap hari tidak ada perubahan pada kehidupannya , pada suatu hari dia mendapatkan hadiah dari ibunya yaitu laptop dikarenakan adanya suatu timbal balik terhadap prestasi dan juga pencapaiannya selama ini dan itu membuat si ibu dari rian menjadi bangga , ketika suatu malam karenakan besok ada ujian bagi disekolah untuk Ujian akhir semester si rian merasa penat dengan kegiatan yang dilakukan nya selama ini yang hanya ada dilingkungan sekolahnya , maka untuk sejenak dia istirahat dan bermain game online di laptopnya , dan karena saking asiknya bermain game online tersebut dia lupa bahwa besok adalah ujian akhir untuk menentukan kelulusan nya , dan akhirnya diapun lupa dengan tugasnya dan sampai tidur , alhasil dia terus bermain sampai besoknya , dan ketika esok harinya si rian tidak dapat mengerjakan tugas nya dan alhasil dia tidak lulus , maka saat tidak lulus lah di merasa shock dan tidak percaya diri terhadap apa yang dia punya
Dengan kata lain ini dapat disimpulkan bahwa realitas terjadi pada si rian dikarenakan kecenderungan terhadap media massa dari laptop tersebut yang digunakan . dan akhirnya ketergantungan terhadap apa yang dilakukan si individu terhadap kegiatan yang dilakukan dengan laptop nya dan ketika dia merasa penyesalan dia merasa terpukul dan lebih menutup diri dari sebelumnya .
Dapat disimpulkan dari konteks diatas bahwa dikarenakan media massa yg mempunyai dampak dalam segi psikologi dan juga sosial , dan dari psikologi , perilakunya menjadi murung dikarena kekecewaan nya dalam menghadapi ulangan tersebut , yang sebelumnya si rian adalah orang yang ceria sekarang menjadi pemurung dan dari segi sosial dia menjadi enggan untuk berkumpul dengan teman-temannya karena merasa malu hanya dia yang tidak lulus dikelasnya dan membuat shock ,
Dampak media massa – kemampuan untuk menimbulkan perubahan kognitif di antara individu-individu – telah dijuluki sebagai fungsi agenda setting dari komunikasi massa. Di sinilah terletak efek komunikasi massa yang terpenting, kemampuan media untuk menstruktur dunia buat kita . Media massa mempengaruhi persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting. Media massa memang tidak menentukan “what to think”, tetapi mempengaruhi “what to think about”. Dengan memilih berita tertentu dan mengabaikan yang lain, dengan menonjolkan satu persoalan dan mengesampingkan yang lain, media membentuk citra atau gambaran dunia kita seperti yang disajikan dalam media massa.
Selain terbukti sanggup membentuk citra orang tentang lingkungan dengan menyampaikan informasi, kita juga dapat menduga media massa tertentu berperan juga dalam menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang baik. Ini disebut efek prososial kognitif dari media, yaitu bagaimana media massa memberikan manfaat yang dikehendaki oleh masyarakat
Dengan teori yang dikatakan mcluhan bahwa teknologi membawa revolusi bagi kehidupan manusia, maka terdapat landasan asumsi yang  dikatakan oleh mc luhan bahwa untuk dapat melengkapi teorinya yaitu :
  1. Media memengaruhi setiap perbuatan atau tindakan dalam masyarakat
  2. Media memperbaiki persepsi kita dan mengelola pengalaman kita
  3. Media mengikat dunia bersama-sama
Dalam suatu media akan membawa dampak implikasi pada si pengguna media tersebut yang positive dan  negative tergantung bagaimana individu menanggapi media tersebut , dengan berkembangnya jaman dan juga pada media massa yang saat ini ketat dalam persaingan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi banyak khalayak dan banyak media baru yang bersifat persuasif agar menarik minat khalayak pada media baru , berbagai cara marketing digunakan agar media massa yang bersifat tradisional tidak kalah saing dengan media massa yang baru yaitu internet .
Masing-masing media pasti memiliki kekurangan dan kelebihan dari segi manfaat bagi khalayak dari masing-masing media mempunyai kharakteristik pada media tersebut maka bila disangkut pautkan dengan asumsi dari mcluhan bahwa suatu Media melingkupi setiap tindakan di dalam masyarakat atau Dalam sebuah media yang terpenting adalah teknologinya, dan ini adalah tanggapan yang agak keliru untuk di ketahui banyak orang , maka dalam berkomunikasi manusia mungkin saja tidak menggunakan media massa. Tetapi mereka tidak dapat menghindarkan diri dari berkomunikasi dengan menggunakan suara, kata, isyarat, yang memediasi mereka dalam menyampaikan pesan , bila di analogikan dengan realitas saat ini adalah bila seorang individu berada Dalam keadaan sendiri di hutan belantara, gurun, atau laut sekali pun, manusia senantiasa dikelilingin medium yang membawa pesan yang dapat diinterpertasikannya. Meski medium itu hanya berupa suara binatang, gemuruh angin, atau riak gelombang , itu adalah kharakteristik yang mudah untuk di ketahui dalam asumsi yang dikatakan oleh mcluhan . Lalu ada pula efek media yang positive dalam memberikan informasi yaitu Media memperbaiki persepsi kita dan mengorganisasikan pengalaman .  media itu sendiri selalu memiliki pandangan yang berbeda terhadap konteks yang mungkin bisa di bilang rancu/rumpang maka tugas inilah yang dapat membuat suatu perubahan dalam memberikan fakta yang ada dengan tambahan yaitu cara manusia memberi penilaian, merasa, dan bereaksi cenderung dipengaruhi oleh media . satu hal penting yang dapat ditambahkan peran media yaitu Media menyatukan seluruh dunia dan ini membuat persepsi manusia pada kehidupannya di sebuah desa global (global village) seolah media mengikat dunia menjadi sebuah kesatuan sistem politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. Konsep Global Village berarti tidak akan ada lagi batasan antar belahan dunia manapun untuk saling mengetahui kegiatan satu sama lain. Apa yang terjadi di belahan Kutub Utara misalnya dalam hitungan sepersekian detik akan dengan mudah diketahui pula oleh masyarakat di belahan Kutub Selatan. Dengan adanya internet, membuat kita mempermudah semua hal itu. Dengan menggunakan social media¸memudahkan kita untuk berinteraksi dengan SIAPAPUN danDIMANAPUN.
Dari Asumsi Tersebut dapat membuat suatu kepahaman terhadap kehadiran teknologi dan membuat perubahan dalam banyak segi aspek pada perkembangan teknologi saat ini , dan ini membuat para pengguna media massa seperti tradisional berkurang bisa jadi dikarenakan adanya suatu kebosanan terhadap kontent yang disajikan oleh majalah itu sendiri , dikarenakan cepatnya suatu informasi menyebar pada dunia maya atau internet membuat praktis dalam mencari informasi yang ada didunia saat ini , kemudahan dalam komunikasi yang dilakukan dapat menjadi dua arah dapat secara visual dan juga non visual , berupa satu arah maupun dua arah tidak ada masalah bagi komunikasi yang diberikan untuk teknologi tersebut dan untuk masalah biaya pada internet adalah sangatlah murah dan sangat menguntungkan bagi individu yang ingin mencari informasi terupdate secara Cuma – Cuma hanya dengan mendownload dan mengunduh file dari internet dengan mudah ,berbeda pula bila keadaan ekonomi yang bisa dibilang tidak sebanding dengan yang punya uang , dengan internet kita lebih mudah untuk memberikan suatu pengaruh pada khalayak yang ada  berbeda dengan majalah yang ada saat yang harus menunggu beberapa edisi dan juga akan ada kendala pada ke ekonomisan pada kertas yang akan dicetak pada majalah tersebut dan itu membuat layak sebuah informasi dijadikan suatu runtutat dasar agar dapat dicetak dan disukai oleh khalayak banyak ,
            Dalam konteks ini media dapat menigkatkan atau memperkuat masyarakat. Telepon meningkatkan kata-kata lisan yang ditemukan dalam percakapan tatap muka.Internet telah meningkatkan masyarakat dalam cara-cara yang berbeda. Pertama, internet memiliki potensi untuk meningkatkan beberapa indra, termasuk penglihatan dan pendengaran.
hukum media yang adalah bahwa media mengakibatkan sesuatu menjadi ketinggalan zaman. Dimana yang dahulu suka menonton Televisi mendengar radio menjadi ketinggalan zaman, walaupun banyak dari kita terus mendengarkan radio ketika kita berkendara. Internet juga telah menyebabkan adanya ketinggalan zaman (obsolescence). Misalnya, sebagaimana telah dipelajari sebelumnya, sekarang terdapat desa global, sebagian karena jasa internet.
Lalu dengan media menyelamatkan atau memperbaiki apa yang tadinya hilang. Media apakah yang tadinya ketinggalan zaman namun berhasil di bawa kembali? Televisi, contohnya, membawa kembali pentingnya unsur visual yang tidak dapat dicapai oleh radio, tetapi yang dulunya ada di dalam percakapan tatap muka.    
Dan yang terakhir ialah Internet-sebagai medium yang didorong hingga batas potensinya-memutarbalikan masyarakat menjadi tempat yang baru dan unik. Internet memiliki potensi untuk membawa orang-orang tribal bersama ketika mereka mendiskusikan situs web atau percakapan dalam chat room denga satu sama lain.
















Bagaimana Anda Mendefinisikan kekerasan di televisi , apakah menurut anda mungkin memperhitungkan kekerasan tindakan kekerasan sebagaimana telah dilakukan gebner dkk , dalam teorinya



Kekerasan adalah dimana seseorang membuat suatu kejadian dimana kejadian tersebut merugikan orang lain dengan kata lain kekerasan di televisi adalah tindakan yang paling merugikan karena dapat menimbulkan efek yang meluas bagi orang yang menonton atau menyaksikan acara kekerasa di televisi tersebut , dari kekerasan televisi dapat menjadi landasan orang untuk berbuat kekerasan semena-mena , contoh banyak yang mengira bahwa  kekerasa di televisi itu adalah tindakan yang benar-benar terjadi seperti di acara smackdown atau semacam acara gulat internasional , dalam acara televisi tersebut menampilkan orang-orang yang berpenampilan sedang bergulat dengan menggunakan kostum , ada pula adegan yang memukul lawan nya dengan bangku tetapi orang yang bergulat tersebut tidak merasakan sakit akan tetapi hanya bila dilihat dari kasat Televisi hanya merasa seperti dipukul dengan benda yang tidak berbahaya, maka ini dapat membuat suatu kekeliruan untuk orang yang menonton acara televisi tersebut , kenyataan nya itu benda asli yang tidak asli tapi dilapisi oleh barang lainnya agar terlihat benar-benar asli agar dapat di yakin kan bahwa khalayak benar-benar mendapatkan kepuasan terhadap acara tersebut.
Maka Menurut Gerbner adalah kekerasan, karena ia merupakan cara yang paling sederhana dan paling murah untuk menunjukkan bagiamana seseorang berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Televisi memberikan pelajaran berharga bagi para penontonnya tentang berbagai ‘kenyataan hidup’, yang cenderung dipenuhi berbagai tindakan kekerasan.
Maka bila di anilisis dari kasus tersebut ini adalah berkaitan dengan Teori Kultivasi (Cultivation Theory) merupakan salah satu teori yang mencoba menjelaskan keterkaitan antara media komunikasi (dalam hal ini televisi) dengan tindak kekerasan.Teori Kultivasi pada dasarnya menyatakan bahwa para pecandu (penonton berat/heavy viewers) televisi membangun keyakinan yang berlebihan bahwa “dunia itu sangat menakutkan” . Hal tersebut disebabkan keyakinan mereka bahwa “apa yang mereka lihat di televisi” yang cenderung banyak menyajikan acara kekerasan adalah “apa yang mereka yakini terjadi juga dalam  kehidupan sehari-hari”. Dan membuat suatu salah pahaman terhadap dunia yang diluar yang di rasakan
     Dalam hal ini, dapat di ketahui bahwa tayangan televisi merupakan suatu kekuatan yang secara dominan dapat mempengaruhi masyarakat modern. Kekuatan tersebut berasal dari kemampuan televisi melalui berbagai simbol untuk memberikan berbagai gambaran yang terlihat nyata dan penting seperti sebuah kehidupan sehari-hari.Televisi mampu mempengaruhi penontonnya, sehingga apa yang ditampilkan di layar kaca dipandang sebagai sebuah kehidupan yang nyata, kehidupan sehari-hari. Realitas yang tampil di media dipandang sebagai sebuah realitas objektif.    
     Saat ini, televisi merupakan salah satu bagian yang penting dalam sebuah rumah tangga, di mana setiap anggota keluarga mempunyai akses yang tidak terbatas terhadap televisi. Dalam hal ini, televisi mampu mempengaruhi lingkungan melalui penggunaan berbagai simbol, mampu menyampaikan lebih banyak kisah sepanjang waktu.  Menurut Gerbner adalah kekerasan, karena ia merupakan cara yang paling sederhana dan paling murah untuk menunjukkan bagiamana seseorang berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Televisi memberikan pelajaran berharga bagi para penontonnya tentang berbagai ‘kenyataan hidup’, yang cenderung dipenuhi berbagai tindakan kekerasan.
   Maka bila di kait kan dengan Teori Kultivasi akan muncul fase untuk meyakinkan orang bahwa efek media massa lebih bersifat kumulatif dan lebih berdampak pada tataran social budaya ketimbang individual. Dalam analisis kultivasi merupakan tahapan lanjutan dari penelitian efek media yang sebelumnya dilakukan Gerbner yaitu “Cultural Indicator” yang menyelidiki Proses institusional dalam produksi isi media, image atau kesan isi media serta hubungan antara terpaan pesan televisi dengan keyakinan dan perilaku khalayak. karena Teori ini memprediksikan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pemahaman, dan keyakinan jangka panjang tentang dunia ini sebagai hasil dari mengkonsumsi isi media.“sebagian besar yang kita ketahui, atau yang kita piker kita ketahui, adalah tidak pernah kita alami sendiri”.
Lebih jauh dalam Teori Kultivasi dijelaskan bahwa bahwa pada dasarnya ada 2 (dua) tipe penonton televisi yang mempunyai karakteristik saling bertentangan/bertolak belakang, yaitu (1) para pecandu/penonton fanatik (heavy viewers) adalah mereka yang menonton televisi lebih dari 4(empat) jam setiap harinya. Kelompok penonton ini sering juga disebut sebagai kahalayak ‘the television type”, serta 2 (dua) adalah penonton biasa (light viewers), yaitu mereka yang menonton televisi 2 jam atau kurang dalam setiap harinya.
Gerbner menyebut efek televisi ini sebagai kultivasi (cultivation), yang artinya ‘penanaman’, istilah yang pertama kali dikemukakan pada tahun 1969. Televisi dengan segala pesan dan gambar yang disajikannya merupakan proses atau upaya untuk ‘menanamkan’ cara pandang yang sama terhadap realitas dunia kepada khalayak. Televisi dipercaya sebagai instrumen atau agen yang mampu menjadikan masyarakat dan budaya bersifat homogen.

Dalam penelitian yang dilakukannya, Gerbner juga  menyatakan bahwa cultivation differential dari media effect untuk dijadikan rujukan untuk membandingkan sikap penonton televisi. Dalam hal ini, ia membagi ada 4 sikap yang akan muncul berkaitan dengan keberadaan heavy  viewers, yaitu:

-          Mereka yang memilih melibatkan diri dengan kekerasan       :
o   Yaitu mereka yang pada akhirnya terlibat dan menjadi bagian dari berbagai peristiwa kekerasan
-          Mereka yang ketakutan berjalan sendiri di malam hari           :
o   Yaitu merekayang percaya bahwa kehidupan nyata juga penuh dengan kekerasan, sehingga memunculkan ketakutan terhadap berbagai situasi yang memungkinkan terjadinya tindak kekerasan. Beberapa kajian menunjukkan bahwa untuk tipe ini lebih banyak perempuan dari pada laki-laki
-          Mereka yang terlibat dalam pelaksanaan hukum :
o   Yaitu mereka yang percaya bahwa masih cukup banyak  orang yang tidak mau  terlibat dalam tindakan kekerasan.
-     Mereka yang sudah kehilangan kepercayaan  :         
o   Yaitu  mereka yang sudah apatis tidak percaya lagi dengan kemampuan hukum dan aparat yang ada dalam mengatasi berbagai tindakan kekerasan.

Melihat dari kesimpulan di atas dapat diketahui bahwa dalam teori kultivasi dan juga asumsi yang dikemukakan oleh ahli diatas mempunyai beberapa efek yang mungkin dapat dianalisis dari segi psikologi dan juga segi sosial , dan ini membuat teori kultivasi tersebut menjadi sebuah teori yang memperkirakan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pengertian, dan kepercayaan mengenai dunia sebagai hasil dari mengonsumsi pesan media dalam jangka panjang. Dengan kata lain, realitas yang khalayak media terima adalah realitas yang diperantarai (mediated reality). Teori kultivasi tidak membahas efek dari suatu tayangan tertentu (apa yang akan dilakukan seseorang setelah  menonton suatu tayangan), tetapi mengemukakan gagasan mengenai budaya secara keseluruhan , dari segi psikologi orang melakukan kekerasan disini dapat menjadi tipu daya dalam penjualan rating dalam media massa tersebut karena dalam segi psikolgi akan mempunyai interaksional yang akan membuat seorang individu menjadi sangat termotivasi sekali terhadap acara kekerasan di televisi tersebut , dan dalam segi sosial mungkin si orang yang menonton acara kekerasan tersebut akan melakukan pengimplikasian atau penerapan dalam kehidupan sosial menjadi sangat dominan dengan kekerasan dan dalam lingkungannya akan mungkin dijauhi dikarenakan penerapan yang dilakukan pada individu tersebut sangat tidak di efektifkan dalam segi tayangan di televisi .

pada dasarnya Televisi tidak membujuk kita untuk benar-benar meyakini apa yang kita lihat di Televisi, berdasarkan asumsi ini, Teori Kultivasi mensuplay alternative berfikir tentang tayangan kekerasan di Televisi. 3). Televisi Hanya Memberii Sedikit Dampak. Asumsi yang terakhir ini mungkin agak berbeda dengan asumsi dasar Teori Kultivasi, namun Gerbner memberiikan analogi ice age untuk memberi jarak antara teori kultivasi dan asumsi bahwa Televisi hanya memberikan sedikit efek atau dampak. Dalam analogi ice age menganggap bahwa Televisi tidak harus mempunyai dampak tunggal saja akan tetapi mempengaruhi prenontonnya melalui dampak kecil yang tetap konstan.

Bila untuk menghitung dari tayangan kekerasan untuk menghitung berapa jumlah tindak kekerasan dalam televisi menurut saya perlu dikarenakan bila semakin banyak kekerasan dari   tayangan yang ditonton akan meresah kan para orang tua semakin pula banyak kecelakaan dalam hal yang dimaksud dari kecelakaan adalah banyaknya tontonan yang bersifat negative tersebut di tiru oleh anak dan akan berdampak pada lingkup sosialnya dan juga pola pikir dari anak tersebut ,bila dianalisis lg dalam dunia pertelevisian mempunyai sebuah rating dimana rating tersebut memiliki nilai yang ekonomis untuk mendapatkan penghasilan dari acara televisi tersebut naik atau tidaknya rating acara tersebut tergantung khalayak yang dijadikan pasar menerima atau tidak nya ,












Anda Telah Memahami teori kelompok bungkam , berikan secara kompeherensif mengenai teori ini , dengan memulai memasukkan bahwa teori ini masuk tradisi komunikasi yang mana , kemudian jelaskan bahwa ada kaitan dengan bahasa . berikan dengan contoh kenyataan yang ada di lingkungan anda ?



Teori Bungkam adala teori yang mencoba mempaparkan fenomena yang terjadi dilingkungan sosial yang membepalajari penyebab dan akibat dari adanya kelompok bungkam , kelompok bungkam adalah kelompok yang ada karena adanya tekanan dari kelompok – kelompok yang menyebabkan kelompok merasa menjadi kelompok yang terkekang dan akhirnya kelompok kedua akan menjadi kelompok bungkam .
Dalam kelompok masyarakat atau pun budaya pasti memiliki bias laki-laki yang melekat didalamnya yaitu bahwa laki-laki menciptakan makna bagi suatu kelompok dan suara perempuan di tindas dan dibungkam akibat pembungkaman ini perempuan tidak mampu mengekspresikan dirinya dalam dunia yang didominasi laki-laki , muncul kelompok bungkam disebabkan tekanan dan tindasan terhadap suatu kelompok baik dalam bentuk ras,gender ,pekerjaan dll . tekanan – tekanan yang diarahkan pada suatu kelompok tersebut menyebabkan kebungkaman , namun tidak semua pembungkaman disebabkan oleh penindasan ada juga pembungkaman muncul sebagai akibat ketidak mamppuan suatu kelompok atau personal untuk mengungkapan dan mengekspresikan apa yang sedang dan akan dialaminya .
Kelompok bungkam biasanya terjadi pada wanita yang tidak bisa menghadapi perubahan dan wanita-wanita yang memperjuangkan emansipasinya .
Wanita tidak sebebas laki-laki dalam menyampaikan ide dan gagasan tertentu , dari sebuah budaya tidak mencukung semua penuturan dengan setara wanita tidak sebebas dan semampu pria untuk menatakan apa yang mereka inginkan kapan dan dimana mereka menginginkannya ,karena kata-kata dan norma bagi pengguna mereka telah diformulasikan oleh kelompok pria.
Contoh bila dianalogikan dalam kehidupan sehari-hari :
Beberapa kegiatan sosial yang menyangkut urusan pengambilan keputusan rapat-rapat seperti rapat desa maupun kecamatan hanya diberikan kepada kaum pria sehingga wanita kehilangan perannya untuk turut menyuarakan dan mengekspresikan pendapatnya
Fenomena seperti ini menimbulkan tekanan sehingga timbullah sebuah gerakan yang dikenal dengan feminisme .
Dalam hal ini komposisi yang ada di kelompok bungkam merupakan rencana,penempatan,atau penyusunan elemen-elemen atau obyek yang kita teliti , komposisi adalah susunan unsur-unsur yang ada didalam kelompok bungkam ( individu atau kelompok ) . dalam hal ini kelompok bungkam adalah berfokus pada wanita  mungkin bila mendengar pembungkaman isu-isu ayah yang merawat anaknya , isu – isu itu tentu saja bukan lah isapan jempol semata sebagai pria yang harus aktif dalam kegiata diluar rumah , hal ini menyebabkan kebungkaman ayah dari anak-anak itu .
Dalam teori bungkam terdapat beberapa asumsi menurut ahli yaitu cheris kramarae tehadap teori bungkam itu sendiri yaitu : 
-          Wanita mempersepsikan dunia secara berbeda dibanding pria karena pengalaman pria dan wanita yang berbeda serta adanya kegiatan yang berakar pada pembagian pekerjaan karena dominasi politik mereka , sistem persepsi pria dominan , menghambat ekspresi dari model alternatif wanita mengenai dunia
-          Agar dapat berpartisipasi dimasyarakat wanita harus mentransformasikan model mereka sendiri sesuai dengan ekspresi yang diterima pria
-          Kaum wanita sering kali tidak diperhitungkan dimasyarakat kita , pemikiran kaum wanita tidak dinilai sama sekali , dan ketika kaum wanita mencoba menyuarakan ketidaksetaraan ini . kontrol komunikasi dikuasai oleh paham maskulin cenderung tidak menguntungkan para wanita , dan bahasa yang diciptakan oleh kaum pria “ diciptakan dengan berpretensi, tida menghargai dan meniadai kaum wanita . oleh karena itu wanita menjadi kelompok yang terbungkam
Dan menurut kramarae selanjutnya menambahkan bahwa bahasa pembedaan dominan privat – publik juga berperan penting dalam aktivitas jender , dalam asumsi kosakata privat-publik , wanita biasanya disadari lebih pantas atau lebih cocok untuk berada dirumah , dunia yang kecil dunia komunikasi interpersonal . dunia privat ini bagaimanapun lebih kurang penting dibandingkan dengan dunia yang luas , dunia sosial , dunia dimana suara kaum pria lebih didengar oleh kaum wanita .
Dalam hal ini asumsi-asumsi tersebut memiliki perbedaan persepsi berdasarkan gender karenanya ada angggapan antara pria dan wanita yang memiliki dunia yang berbeda asumsi menjelaskan bahwa perbedaan pria dan wanita terletak pada pembagian tugas dan wewenang , pria dianggap mempunyai tanggung jawab untuk mur kegiatan diluar rumah sedangkan wanita hanya bertangung jawab pada kegiatan kegiatan dirumah saja , perbedaan persepsi ini timbul sejak munculnya revolusi industri dimana masa revolusi industri membutuhkan karyawan yang tangguh dan dapat bekerja keras dan berat , prialah yang mampu mengerjakan itu semuaberbeda dengan masa sebelum revolusi industri kebanyakan penduduk bekerja sebagai petani dan peternak yang pekerjaannya dikerjakan bersama sehingga antara pria dan wanita memilki persamaan yang cukup banyak dan dalam pembagian kerja dilakukan secara bersama-sama tanpa ada pembedaan .


Dominasi Pria           
Tidak jauh berbeda dengan asumsi perbedaan persepsi berdasarkan gender . dalam perbedaan persepsi berdasarkan gender membahas pembagian kerja antara pria dan wanita tanpa menonjolkan dominasi pria dibandingkan wanita dalam konsep ini hanya membahas bahwa pria lebih memiliki pengalaman yang luas namun juga menyatakan bahwa pria lebih memiliki pengalaman  sehingga lebih dipilih jika dibandingkan dengan pengalaman wanita , begitu juga saat saat sepasang suami istri yang kesehariannya bekerja diluar dan sama-sama pulang pada jam yang sama , sangistri mengharapkan suami mau sedikit membantu sang istri untuk menyiapkan masakan untuk menu makan malam namun lagi-lagi status lah yang membuat pembungkaman itu terjadi , dalam bahasa sederhana suami berkata aku sangat kagum pada kamu sungguh luar biasa , istri akan merasa senang karena mendapat pujian namun pernahkah kita berpikir bahwa sang suami telah menerapkan strategi jitu agar istrinya tetap diam dan terus melakukan tugasnya . disinilah letak dominasi pria pada pria karena pada dasarnya keberadaan pria lebih menguntungkan dari pada keberadaan wanita
Proses Pembungkaman
            Inti dari teori kelompok bungkam adalah anggota kelompok yang termaginalkan dibungkam dan dianggap sebagai penutur yang dialami secara sosial tidak seperti kegiatan pidato yang tidak membutuhkan lebih dari satu orang aktor , pembungkaman terjadi dengan proses yang tersendirinya dikarenakan adanya orang yang memiliki kekuasaan tertentu , yang memiliki kekuasaan akan sangat vokal dalam menyatakan segala statemenya sedangkan kelompok dibawah akan menjadi terbungkam
Mengejek
            Sebuah pernyataan yang begitu kontras bahwa wanita adalah identik dengan kebiasaan mengomel menggosip berceloteh , sehingga muncul persepsi bahwa wanita lebih rendah dari pada pria karena wanita dipersepsikan sebagai subyek yang selalu menggosip sehingga timbul ejekan – ejekan yang menyalah hobi yang selalu dilakukan para wanita , sebagai mana yang dikatakan oleh houston dan karamae : Pembicaraan wanita seagai mengoceh mengomel , menggosip , merenggek  . persepsi ini menepatkan wanita sebagai sasaran ejekan kaum pria dan ada beberapa kasus wanita memilki tingkatan kekhawatiran yang tinggi sehingga menjadi sasaran untuk dijadikan sasaran ejekan .
Ritual
            Ritual termasuk kedalam proses pembungkaman , hal ini disebabkan didalam ritual terdapat unsur unsur yang dapat menciptakan pembungkaman , hal ini terjadi biasanya pada wanita yang sering menjadi obyek yang dikatakan bungkam , hal ini dikarenakan dalam segala prosesi wanita selalu menjadi subyek skunder dimana saat adanya prosesi tertentu wanita hanya menerima dan mematuhi segala keputusan yang telah dibuat oleh pria
Contoh :
Dalam prosesi perkawinan masih saja diletakan sebagai isubyek yang hanya menerima semua proses pernikahan mulai dari proses pengiriman yang hanya menerima semua proses pernikahan mulai dari proses pengiriman mempelai wanita dan mempelai pria menyambut disamping kepala pemuka agama yang menikahkan pasangan itu hingga saat mengucapkan kta ijab kabul mempelai lah yang mengucapkan ijab kabul sementara wanita hanya diam dan menganguk tanda setuju ,
Dari contoh diatas jelas ritual membuat wanita menjadi semakin terbungkam egitu juga dengan nama yang diberikan setelah kedua pasangan menikah sangistri cendrung diharuskan memakai nama suami untuk nama belakangnya dan ini terjadi pada tokoh pengemuka teori kelompok bungkam ( cheris rae kramarae ) . dari penjelasan ini dapat disimpulkan pengbungkaman juga berasal dari proses ritual .
Control
            dalam kehidupan social wanita acap kali kurang berkontribusi dalam pembuat dan pengambilan keputusan , kebanyakan prialah yang menjadi pembuat dan pengambil keputusan , begitu juga dengan proses komunikasi pria lebih banyak berbicara , pria lebih diyakini mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan wanita yang lebih sering menjadi pembicara penting dalam hal ini dikarenakan pria memiliki khatisma yang lebih besar dan berwibawa
Pelecehan
            Elisabet kissling , menulis tentang pelecehan –pelecehan yang terjadi di jalan , wanita cenderung terkena tindakan pelecehan . wanita tidak selalu aman bila berada pada area bebas pada jalan umum , pelecehan pun sering terjadi pada wanita karena wanita dianggap lemah dan kurang mampu menjadi diri mereka sendiri
Feminisme
            Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria , feminisme itu sendiri sebagai filsafat dan gerakan berkaitan dengan era pencerahan di eropa , berkembangkan pemikiran feminisme bahwa posisi perempuan kurang berutung dari pada laki-laki  dalam realitas sosialnya , ketika itu perempuan , baik dari kalangan atas , menengah ataupun bawah , tidak memiliki hak –hak seperti hak untuk mendapatkan pendidikan , berpolitik , hak atas milik dan pekerjaan oleh karena itulah , kedudukan perempuan tidaklah sama dengan laki – laki dihadapan hukum , sedikit sejarah dari kata feminisme , pertama kali oleh seorang aktivis sosialis utopis , perjuangan mereka ditunjukan untuk mengakhiri masa – masa pemasungan terhadap kebebasan perempuan , secara umum kaum perempuan ( feminin ) merasa dirugikan dalam semua bidan dinomorduakan oleh kaum laki-laki ( maskulin ) dalam bidang sosial , pekerjaan , pendidikan dan politik khususnya terutama dalam masyarakat yang bersifat patriarki , dalam masyarakat yang bersifat patriarki , dalam masyarakat tradisional yang berorientasi agraris, kaum laki-laki cenderung ditmepatkan didepan , diluar rumah , sementara kaum perempuan didalam rumah , situasi ini mulai mengalami perubahan ketika datangnya era liberalisme dieropa dan terjadi revolusi prancis di abad ke 18 yang merambah ke amerika serikat dan keseluruh dunia
            Sebelum adanya gerakan  ini posisi wanita sangat terbelakang wanita tidak dibenarkan mengikuti kegiatan-kegiatan penting , wanita hanya bekerja pada sektor internal dalam rumah tangga dan wanita memilki keterbatasan sehingga istilah kelompok bungkam sangat identik dengan posisi wanita
Maka dapat disimpulkan dari bab bungkam ini tidak hanya terjadi karena tekanan , namuan kelompok bungkam timbul karena status dan posisi seseoran gyang menyebabkan seseorang untuk membungkam , dan perbedaan persepsi gender pua yang seakan memposisikan wanita untuk tetap tinggal dirumah mengurus rumah tangga dan mengurus anaknya ini membuat posisi wanita menjadi terputus deng dunia luar sehing wanita tidak bisa berinteraksi secara bebas dan ini menimbulkan pembungkaman bagi wanita itu , jadi perbedaan dan tekanan yang menyebabkan terjadinya dan terbentuknya kelompok bungkam kelompok bungkam bukan lah khalayak pengang dan sekedar teori belaka namun kelompok bungkam memang ada dimasyarakat kita terkadang tidak menyadari bahwa kita sendiri telah termasuk kedalam bagian kelompok bungkam

















Thursday, 20 November 2014

Komunikasi Psikologi tentang Jenis kelompok


  PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
            Berbicara mengenai manusia tentunya juga berbicara mengenai seluruh aspek yang ada pada manusia tersebut. Banyak sekali yang harus dikaji mengenai manusia. Manusia sebagia makhluk sosial tidaklah mungkin hidup tanpa adanya orang lain. Dalam situasi ini manusia harus berinteraksi satu sama lain untuk memenuhi kebutuhannya.
            Semua yang dibutuhkan manusia tidaklah mungkin diatasi secara individual karena manusia sebagai makhluk sosial maka mereka saling membutuhkan dan saling tergantung antara satu sama lain, dalam kaitannya dengan hal tersebut. Dalam sebuah masyarakat terdapat beberapa kelompok- kelompok sosial yang membuat interaksi mereka lancar dan tertur. kelompok sosial merupakan sistem yang bisa membantu masyarakat untuk mencapai tujuan mereka bersama dan di dalamnya ada norma-norma yang telah di sepakati barsama.   
            Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sherif bahwa kelompok sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua individu atau lebih yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur, dan norma-norma tertentu, yang khas bagi kesa Menurut Sherif kelompok sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga diantara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma – norma tertentu, yang khas bagi kesatuan sosial tersebut .
            Menurut Jalaludin Rakhmat  kelompok  adalah Kesadaran pada anggota – anggota nya akan ikatan yang sama yang mempersatukan masing masing individu .
Menurut Park dan Burgess kelompok adalah sekumpulan orang yang memiliki kegiatan yang konsisten.
Menurut Clovis sheperd Kelompok adalah suatu mekanisme mendasar dari sosialisasi dan sumber utama tatanan sosial
Sedangkan menurut Gidding kelompok sosial timbul karena adanya consciousness of kind, kesadaran atas barang pada jiwa manusia.

Jadi kelompok – kelompok sosial tersebut adalah himpunan atau satu kesatuan manusia yang hidup bersama dan adanya hubungan
kesadaran diantara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan suatu kesadaran untuk saling tolong – menolong serta adanya mekanisme dalam organisasi antara anggotanya.

B. JENIS – JENIS KELOMPOK
           
1. Kelompok Primer
            Dalam kelompok primer terdapat interaksi sosial yang intensif dan lebih erat antara anggotanya dari pada dalam kelompok sekunder. Kelompok primer juga disebut face to face group, yaitu kelompok sosial yang anggota-anggotanya sering berhadapan muka yang satu dengan yang lain dan saling mengenal dari dekat, dan karena itu saling hubungannya lebih erat.
            Peranan kelompok premer dalam kehidupan individu besar sekali karena dalam kelompok premer itu manusia pertama-tama berkembang dan dididik sebagai makhluk sosial. Disini ia memperoleh kerangkanya yang memungkinnya untuk mengembangkan sifat-sifat sosialnya, antara lain mengindahkan norma-noram, melepaskan kepentingan dirinya demi kepentingan kelompok sosialnya, belajar bekerja sama dengan individu-individu lainny, dan mengembangkan kecakapannya guna kepentingan kelompok. Saling hubungan yang baik di dalam kelompok primer itu menjamin perkembangannya yang wajar sebagai manusia sosial. Contoh-contoh kelompok primer adalah keluarga, rukun tetangga, kelompok sepermainan sekolah, kelompok belajar, kelompok agama dan sebagainya. Sifat interaksi dalam kelompok-kelompok primer ini bercorak kekeluargaan, dan lebih berdasarkan simpatik .

2. Kelompok Sekunder
            Interaksi dalam kelompok sekunder terdiri atas saling hubungan yang tidak langsung, berjauhan dan formal, kuarng bersifat kekeluargaan. hubungan-hubungan dalam kelompok sekunder biasanya lebih objektif.
            Peranan atau fungsi kelompok sekunder dalam kehidupan manusia ailah untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat dengan bersama, secara objektifdan rasional.
Perbandingan antara pergaulan antara kelompok primer dan sekunder dapat digambarkan dengan perkataan Tonnies, seorang ahli ilmu kemasyarakatan, yaitu bahwa kelompok primer bersifar Gemeinschaft, artinya merupak suatu persekutuan hidung yang hubun
gannya satu sama lain erat sekali. Sering juga disebut hubungan atau kekeluargaan, dan masing-masing individu ingin bantum membantu secara sukarela. Sedangkan kelompok sekunder bersifat Gesselschaft, artinya suatu kesatuan sosial yang hubungannya satusama lain berdasarkan pamrih, selalu memperhitungkan rugi-laba . Contoh-contoh kelompok sekunder ialah partai politik, perhimpunan serikat kerja dan sebagainya.

3. Kelompok Formal dan Informal
            Terdapat pula pembagian kelompok sosial ke dalam kelompok formal atau resmi dan kelompok informal atau kelompok tidak resmi.
            Inti perbedaan disini ialah bahwa kelompok informal itu tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh peraturan-peraturan ADRT tertulis seperti pada kelompok formal. Kelompok informal juga mempunyai pembagian tugas, peranan-peranan dan hirarki tertentu, serta norma pedoman prilaku anggotanya dan konvensinya, tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok formal.
            Ciri-ciri interaksi kelompok tak resmi lebih mirip pada ciri-ciri kelompok primer dan bersifat kekluarga dengan corak simpati, sedangkan ciri-ciri kelompok resmi mirip pada ciri-ciri interaksi kelompok sekunder, bercorak pertimbangan pertimbangan rasional objektif. Contohnya: semua perkumpulan yang beranggapan dasar dan beranggapan rumah tangga merupakan kelompok resmi.
            Dalam suatu kelompok resmi terbentuk kelompok informal yang terdiri dari beberapa orang atau beberapa keluarga saja, yang mempunyai pengalaman bersama, dan sifat interaksinya berdasarkan saling mengerti yang mendalam karena pengalaman-pengalaman dan pandangan- pandangan bersama. Pembentukan kelompok informal itu tentu juga terdapat di luar kelompok-kelompok resmi yang besar, seringdibentuk di tengah kehidupan sehari-hari, lingkungan kerja, tempat kediaman yang dekat. Contoh: sekelompok kawan-kawan atau keluarga yang sering kunjung mengunjungi. Seperti yang dikatakan tadi, kelompok informal itu mempunyai sifat-sifat interaksi yang mirip dengan interaksi kelompok primer yang erat dan berdekatan berdasarkan saling mengerti.
4. Hubungan in-group dan out-group
            Di dalam in-group dimana individu termasuk di dalamnya, maka sering mengadakan penyesuain diri dengan kelompok. Misalnya “itu partai saya, golongan saya dan sebaginya”. Jadi adanya unsur mendukung norma yangtermasuk di dalamnya di sebut in-group.
Dalam out-group, individu terasa pada lingkungan kelompok tertentu. Ia merasa bahwa ia tidak tergolong di dalamnya. Sebernarnya persoalan tentang in-group dan out-group ini bukan merupak persoalan penting selama tidak terjadi perasingan .
            Contoh: in-group misalanya, sekelumit orang yang dalam peperangan telah menjalankan tugas yang sukar dan telah mengalami pahit getirnya sama-sama, mempunyai cara-cara senda gurau yang khusus dan ditujukan kepada kawan-kawan sepengalaman. Apabila mereka sedang bersanda gurau, lalu ada orang luar yang turut tertawa dengan mereka, maka kawan-kawaan ini dengan tiba-tiba diam dan mengatakan apa-apa, lalu pergi dari tempat itu karena adanya seorang out-group yang ingin turut serta dengan mereka.
            Sikap perasaan in-group itu seakan-akan hanyalah mengizinkan kawan-kawan in-group itu saja untuk turut serta dengan kegiatan yang mereka lakukan. Out-group tidak diperkenankan turut serta seakan-akan orang luar harus membuktikan terlebih dahulu bahwa mereka mau solider dengan in-group. Mau berkorban bersama dengan sekawanan in-group demi kemajuan bersama. Mereka harus membuktikan bahwa mereka mau dan dapat memikul pahit getirnya bersama barulah mereka boleh ikut serta dengan kegiatan in-group itu.

C.) PENDEKATAN KONSEP :

-  BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI

            Setiap perilaku atau aktivitas seorang manusia, dapat dijelaskan dari berbagai dimensi pendekatan. Sebagai misalnya, kegiatan seseorang yang ketika menyebrang jalan. Aktivitas ini dapat dijelaskan sebagai aktivitas fisik yang dipicu oleh saraf yang merangsang otot kaki sehingga orang tersebut berjalan untuk menyebrang. Aksi ini juga dapat dijelaskan tanpa melibatkan aktivitas fisik, dimana aktivitas ini berjalan dimulai ketika ia menerima rangsangan lampu hijau yang menandakan dia boleh menyebrang.
            Begitu pula dengan cara menjelaskan psikologi, dapat dibahas dari berbagai pendekatan yang berbeda. Pada kesempatan ini akan diuraikan lima pendekatan berdasrkan Konsep Psikologi Modern. Kelima pendekatan ini tidak mutually exlusive; namun kelimanya fokus pada aspek tertentu yang berbeda sebagai reaksi terhadap suatu masalah yang dihadapinya.Pada studi psikologi, tidak ada pendekatan yang benar atau salah. Kelima pendekatan psikologi tersebut adalah :

a). PENDEKATAN BIOLOGISARAF
            Otak manusia yang terdiri dari + 12 milyard sel saraf dengan jumlah interkoneksi yang tidak terhitung, mungkin merupakan struktur paling rumit yang ada di dunia ini. Pada prinsipnya, setiap kejadian yang dilakukan / dialami seseorang, merupakan penjabaran aktivitas otak beserta sistem sarafnya. Dengan demikian, kita dapat memahami aspek perilaku seseorang, berdasarkan pemahaman tentang proses kerja antara otak dengan sistem sarafnya. Sebagai contoh, proses belajar dapat dijelaskan dari perspektif biologisaraf sebagai proses perubahan pengetahuan yang disimpan pada suatu sistem baru hasil pembelajaran. Begitu pula, persepsi dapat dipelajari sebagai aktivitas pencatatan pada sel saraf otak ketika mata menangkap dan memproyeksikan suatu informasi ke otak.
            Penemuan baru sangat meyakinkan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara aktivitas-aktivitas otak dengan perilaku dan pengalaman. Reaksi emosional, misalnya rasa cemas, dapat ditimbulkan pada seekor bintang dengan memberikan suatu rangsangan elektris pada area spesifik disekitar otak bagian dalam. Rangsangan elektris dapat menimbulkan sensasi tentang hal-hal yang menyenangkan atau sebaliknya menyedihkan, walaupun pada dasarnya kita memiliki memori yang baik di masa lalu.
            Perkembangan pendekatan ini mengalami hambatan karena keterbatasan kita untuk memahami otak manusia yang sangat kompleks. Untuk itu, pendekatan lain jauh lebih cepat berkembang.

b). PENDEKATAN PERILAKU
            Seseorang yang makan pagi, naik sepeda, tertawa, bicara, menangis, merupakan bentuk-bentuk perilaku manusia sehari-hari, dimana proses kejadiannya (aktivitasnya) dapat diobservasi. Pendekatan perilaku ini mulai dikembangkan oleh psikolog Amerika – John B. Watson awal 1990-an. Sebelumnya, psikologi didefinisikan sebagai studi mental, dimana data-datanya diperoleh sebagai hasil observasi sendiri (self observation) yang direkam dalam form introspeksi.
            Introspeksi merupakan catatan individual melalui observasi dan pencatatan yang teliti tentang persepsi dan perasaan seseorang pada suatu periode tertentu. Introspeksi merupakan suatu pendekatan yang hanya dapat menghasilkan gambaran secara individual/bersifat privat, tidak dapat digeneralisir.
            Watson menyatakan bahwa introspeksi merupakan pendekatan yang sia-sia. Ia harus bisa diobservasi dan dapat diukur. Hanya anda yang dapat mengintrospeksi persepsi dan perasaan anda, namun orang lain hanya dapat mengobservasi perilaku anda. Watson mengatakan bahwa hanya dengan pendekatan observasi, kita dapat mengenal perilaku seseorang sebagai ilmu psikologi yang objektif.
            Perkembangan lain dari pendekatan perilaku, adalah Stimulus-Response (SR) Psikologi, yang dikembangkan oleh BF Skinner (Psikolog Harvard), yang lebih konsentrasi pada apa yang menjadi input (rangsangan) dan apa outputnya (respon), sehingga sering disebut pendekatan black-box (tidak memperhatikan bagaimana proses di dalam organisasinya). Dari pendekatan ini, sebagai contoh, berkembang pendekatan reward and punishment – yang dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran bagi manusia dengan cepat serta meminimasi kesalahan.

c). PENDEKATAN KOGNITIF
            Ahli Psikologi Kognitif berargumentasi bahwa manusia bukan merupakan respetor suatu rangsangan yang pasif namun setiap rangsangan akan diproses secara aktif, dimana infomasi akan diterima (melalui penglihatan, pendengaran atau ingatan) dan ditransformasikan dalam bentuk dan katagori baru di dalam otak, untuk kemudian digunakan sebagai dasar untuk melakukan aktivitas (berbicara, membaca, atau belajar).
            Kognitif merupakan proses mental dari persepsi, memori dan proses pengolahan informasi, sehingga seseorang dapat memiliki pengetahuan baru, memecahkan masalah, atau menyusun rencana untuk masa depan. Psikologi kognitif merupakan studi saintifik tentang kognisi – tujuannya untuk mengembangkan teori yang dapat menjelaskan bagaimana berorganisasi dan berfungsinya proses mental – proses menerima, memilih, menggunakan stimulus (informasi) untuk digunakan sebagai dasar bertindak, membuat keputusan atau membuat rencana (dekat dengan pendekatan SR Psikologi dan berbeda dari pendekatan Biologi saraf). ”Mental model of reality” merupakan cikal-bakal Psikologi Kognitif.
            Kenneth Craik, seorang psikologi Inggris dan sebagai seorang pionir psikologi kognitif, menyatakan bahwa otak manusia seperti komputer yang memiliki kemampuan untuk modeling atau bekerja paralel. Pendekatan Psikolog Kognitif analog dengan kerja komputer (sistem pengolah informasi) – dimana infomasi yang masuk diproses dengan berbagai cara: dipilih, diambil, dan dibandingkan dengan informasi lain yang dimiliki dalam memori, ditansformasi, disusun, dan sebaainya. Respon hasil tergantung pada proses internal dan kondisi sesaat.

d). PENDEKATAN PSIKOANALITIK
            Konsep psikoanalitik tentang perilaku manusia dikembangkan oleh Sigmund Freud dari Eropa, bersamaan dengan lahirnya pendekatan perilaku dari AS. Aliran ini berkembang berdasarkan suatu konsep bahwa perilaku manusia pada dasarnya merupakan suatu unjuk laku yang muncul akibat proses di bawah sadar. Dengan proses di bawah sadar tersebut, berarti cara berpikir, rasa takut atau keinginan seseorang akan muncul secara tidak sadar, dan berpengaruh pada perilaku. Freud percaya bahwa impulse-impulse bawah sadar seseorang terbentuk karena dorongan atau sebaliknya akan mati karena perlakuan-perlakuan yang diterima seseorang dari lingkungannya (keluarga atau masyarakat sekitarnya) sejak masa kecil. Impulse-impulse tersebut biasanya muncul pada saat mimpi, kesalahan-kesalahan saat bicara, atau gejala-gejala sakit mental.
            Teori Freud ini menunjukkan bahwa pada dasarnya manusia itu bukan mahkluk rasional. Freud menilai kehidupan manusia dari sisi negatif – manusia memiliki instink dasar sama dengan hewan (perilaku manusia berdasrkan pada kebutuhan dasar sex dan bersifat agresif) dan selalu bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan sosial (sebagai pengendali instink dasar manusia). Mengingat manusia itu memiliki instink dasar seperti hewan, maka Freud merasa pesimis bahwa manusia akan mampu hidup bersama secara damai.

e). PENDEKATAN PHENOMENOLOGI
            Pendekatan phenomenologi fokus pada pengalaman subjektif – dimulai dengan pemahaman seseorang tentang dunia, kemudian secara personal ia melakukan suatu aktiftas berdasarkan interpretasi tentang kejadian-kejadian yang ia lihat. Aktifitas seseorang merupakan hasil interpretasi atas pemahaman tentang suatu kejadian atau fenomena yang diinterasiksikan dengan pengalaman yang ia miliki (walaupun tanpa teori).
Konsep Psikologi phenomenologikal dimulai dengan mempelajari karakter alami manusia dalam menginterpretasikan dirinya dan dunianya, yang dapat dipelajari melalui observasi setiap aktifitasnya. Dua orang manusia akan menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap suatu perlakuan/situasi yang sama; dengan bertanya bagaimana interpretasi masing-masing terhadap situasi yang mereka hadapi, kita akan memahami perilakunya.
            Pendekatan phenomenologikal cenderung menolak konsep bahwa perilaku seseorang dikendalikan oleh bawah sadar (teori Psikoanalitik), atau merupakan reaksi terhadap faktor-faktor luar (teori perlilaku). Mereka percaya bahwa perilaku seseorang bukan merupakan reaksi atas kekuatan-kekuatan luar yang terkendali, namun merupakan suatu aktualisasi diri sebagai seorang aktor yang mampu melawan takdir. Konsep ini berawal dari keyakinan bahwa setiap manusia mampu membangun jalan hidupnya masing-masing, karena kita memiliki kebebasan untuk memilih dan menentukan tujuan hidup, sehingga kita dapat menyusun rencana untuk memilih jalan hidupnya. Ini merupakan isu antara free will versus determinism. Idea phenomenologikal ini sejalan dengan pemikiran-pemikiran Kiergegaard, Sartre dan Camus.
            Teori phenomenologi juga sering disebut humanistik, karena pendekatan ini membedakan secara tegas antara manusia dengan binatang – khususnya sehubungan dengan konsep kebebasan untuk menemukan aktualisasi diri. Sehubungan dengan teori humanistik ini, dikembangkan teori-teori motivasi untuk menumbuhkan dan membangun aktualisasi diri seseorang. Semua dari kita pada dasarnya menuntut kebutuhan dasar untuk mengembangkan potensi (kompetensi) untuk berkarya menghasilkan sesuatu melebihi apa yang secara normal dapat kita perkirakan.

f). APLIKASI DARI PENDEKATAN-PENDEKATAN TERSEBUT
            Setiap aspek psikologi, pada dasarnya dapat dibahas dari berbagai dimensi pendekatan di atas. Sebagai contoh, dalam studi tentang agresi, psikologi fisiologikal akan tertarik dengan mempelajari mekanisme otak yang akan mempengaruhi perilaku seseorang. Untuk itu, banyak eksperimen untuk memahami agresi seekor binatang dengan memberikan stimulasi elektrikal atau kimia pada area tertentu dari otaknya. Psikologi perilaku, akan tertarik untuk mempelajari jenis-jenis pengalaman belajar seseorang, sehingga kita dapat memahami mengapa ia lebih agresif dibandingkan dengan lainnya ketika memperoleh suatu perlakuan. Lebih jauh, kita dapat meneliti faktor-faktor yang berpengaruh pada perilaku seseorang. Psikologi kognitif lebih fokus untuk memahami bagaimana seseorang memiliki kesan atas suatu kejadian di dalam pikirannya dan bagaimana representasi mentalnya dapat dimodifikasi karena adanya informasi baru. Psikologi humanistik akan fokus untuk memahami aspek-aspek situasi kehidupan individual dalam menyalurkan sifat agresifitasnya menjadi progres untuk menumbuhkan aktualisasi diri.
            Setiap pendekatan akan memberikan solusi yang berbeda dalam merubah perilaku seseorang. Sebagai contoh, psikolog fisiologi akan menganjurkan obat atau operasi untuk mengendalikan agresifitas seseorang. Pendekatan perilaku akan menganjurkan untuk memodifikasi kondisi lingkungan kerja untuk mendorong terbentuknya pengalaman belajar baru, misalnya dengan memberikan penghargaan pada perilaku nonaagesif. Psikolog kognitif akan menganjurkan pendekatan seperti pendekatan perilaku, walaupun ia akan lebih fokus pada proses mental aindividual dan proses pengolahan keputusan seseorang khususnya pada situasi yang kompleks (emosional). Psikoanalis akan konsentrasi untuk memahami latar belakang suburnya bawah sadar seseorang yang mendorong rasa kebencian untuk kemudian mencoba menemukan saluran perilakunya yang dapat diterima masyarakat. Sedangkan psikolog humanistik akan berusaha menolong manusia untuk dapat menampilkan perasaannya (feelings) serta membantu agar dia dapat memperbaiki kemampuan interpersonal. Garis besar tujuan aliran psikolog humanistik adalah melakukan rekayasa aspek-aspek sosial untuk mendorong semangat kompetisi dan agresi seseorang dibandingkan semangat kooperasinya.


D.) ANALISIS JENIS KELOMPOK DARI SEGI PSIKOLOGIS

1. Terdapat motif-motif yang sama
            Terbentuknya kelompok sosial itu adalah ialah karena bakal anggotanya berkumpul untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dengan kegiatan bersama lebih mudah dan dan dapat di capai dari pada atas usaha sendiri. Jadi, dorongan atau motif bersama itu menjadi pengikat dan sebat utama terbentuknya kelompok sosial. Tanpa motif yang sama antara sejumlah individu itu sukar sukar untuk terbentuk suatu kelompok sosial.
            Tetapi tidak hanya motif yang sam itu saja yang dapat mengikat dan membentuk sejumlah orang menjadi suatu kelompok sosial, sebab adanya suatu motif yangg sama itu harus disertakan kesadaran bahwa tujuan-tujuan tersebut haruslah dicapai dengan kerja sama anatara orang-orang yang bermotif sama. Apabila tidak adanya kesadaran tersebut, maka tujuan yang sama itu akan dikejar sendir-sendiri. Hal tersebut akan menimbulkan suatu percekcokan dan terpecahnya kelompok.
            Tujuan-tujuan bersama yang diusahakan oelh kelompok sosial bermacam-macam jenisnya, misalnya keuntungan ekonomis seperti upada usaha koperasi dalam memberi barang konsumsi bersama. Dapat pula tujuan bersama itu berupa tujuan politik, tujuan ilmiah, dan lainnya.
            Setelah suatu kelompok terbentuk, biasanya lambat laun timbul pula motif-motif baru kelompok serta tujuan-tujuan tambahan yang semuanya dapat memperkokoh kehidupan kelompok itu. Hal ini dpat kita amati, misalnya, pada kelompok mahasiswa dari sebuah fakultas yang baru didirikan. Mahasiswanya lalu membentuk kelompok sosial terdorong oleh tujuan bersama, yaitu untuk bekerjasama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dalam menuntut pelajarannya. Titik berat dalam usaha bersama mereka itu pada mulanya ialah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam hal belajar di fakultas tersebut, misalnya mengusahakan buku-buku dan diklat-diklat bersama. Tetapi, sesudah satu atau dua tahun berdirinya fakultas, timbullah tujuan-tujuan tambahan, yaitu merayakan dies natalis secara meriah, mengadakan pawai-pawai, dan lain-lain, yang sebenarnya bukan lagi kegiatan-kegiatan khusus dari kelompok belajar yang bertujuan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan belajar itu.
            Timbulnya motif-motif baru kerap kali terjadi dalam kehidupan kelompok dan mempunyai peranan yang khusus, yakni untuk memperoleh interaksi antara anggota kelompok serta memperkuat kehidupan kelompok pada umumnya.
            Pengaruh kehidupan kelompok yang makin kokoh terhadap kegiatan individu anggotanya ialah, bahwa pada mereka akan timbul suatu sense of belongingness, yang ternyata mempunyai arti yang cukup mendalam pada kehidupan individu. Sense of belongingness itu merupakan peranan sikap bahwa ia termasuk dalam suatu kelompok sosial, di dalamnya ia mempunyai peranan tugas sehingga ia pun merasa semacam kepuasan dirinya bahwa ia berharga sebagai anggota kelompok tersebut. Kepuasannya ialah bahwa, ia sebagai makhluk sosial di dalam kelompoknya telah memperoleh peranan sosial yang juga berdasarkan usaha-usahanya untuk menyumbangkan sesuatu demi kepentingan kelompoknya.
            Maka dari paparan di atas dapat diringkas sebagai berikut. Terbentuknya kelompok sosial bergantung kepada adanya tujuan atau motif bersama dan keinsafan akan perlunya kerjasama untuk mencapai tujuan itu. Dalam perkembangan kelompok sosial, selain motif utama timbul pula moti-motif dan tujuan-tujuan tambahan yang mempunyai peranan berupa memperkokoh kehidupan kelompoknya. Apabila kehidupan kelompok bertamabah kokoh, maka timbullah rasa sense of belongingnes pada diri anggota-anggotanya, yang makin mendalam pula apabila anggota itu bertamabah solider dalam sikap dan usahanya dengan kehidupan kelompok.

2. Terdapat reaksi-reaksi dan kecakapan yang berlainan antar anggota kelompok.

            Dalam menguraikan pasal ini oleh Sherif dan kawan-kawan ditandaskan bahwa situasi sosial, baik situasi kebersamaan maupun situasi kelompok, pada dirinya sendiri sudah mempunyai pengaruh berlainan terhadap tingkah laku individu dibandingkan dengan kebiasaan tingkah laku individu itu dalam keadaan sendiri. Dalam hal itu tampak betapa mudahnya berlangsungnya imitasi dan sugesti pada umumnya dalam situasi tersebut.  Demikian pula dalam terbentuknya kelompok sosial yang beralih dari suatu kebersamaan.
Dengan demikian situasi sosial itu dapat merangsang reaksi-reaksi berlainan dari individu-individu yang bakal menjadi anggota kelompok. Dari berlainan kecakapan-kecakapan atas dasar perbedaan-perbedaan dalam kemampuan-kemampuan antar anggoata kelompok yang dirangsang oleh situasi sosial itu, maka terjadilah pembagian tugas yang khas antara anggota-anggotanya sesuai dengan kecakapannya untuk turut merealisasikan tujuan kelompok secara kerja sama. Demikianlah lambat-laun terjadi struktur kelompok yang khas serta norma-norma dan pedoman-pedoman pelaksanaan kegiatan kelompok serta makin menegas berdasarkan reakasi-reaksi dan kecakapan yang berlainan.



C.) ANALISIS JENIS KELOMPOK DARI SEGI KOMUNIKASI :


Bila Di analisis lagi dari segi komunikasi bahwa dari definisi Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam bukunya Human Communiation, A Revisian of Approaching Speech/Comumunication, memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota kelompok dapat menumbuhkan karateristik pribadi anggota lainnya dengan akurat (the face-to-face interaction of three or more individuals, for a recognized purpose such as information sharing, self-maintenance, or problem solving, such that the members are able to recall personal characteristics of other members accurately).

Ada empat elemen yang tercakup dalam definisi di atas, yaitu :
1. interaksi tatap muka, jumlah partisipan yang terlibat dalam interaksi, maksud atau tujuan yang dikehendaki dan kemampuan anggota untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya. Kita mencoba membahaas keempat elemen dari batasan tersebut dengan lebih rinci.

2. Terminologi tatap muka (face-toface) mengandung makna bahwa setiap anggota kelompok harus dapat melihat dan mendengar anggota lainnya dan juga harus dapat mengatur umpan balik secara verbal maupun nonverbal dari setiap anggotanya. Batasan ini tidak berlaku atau meniadakan kumpulan individu yang sedang melihat proses pembangunan gedung/bangunan baru. Dengan demikian, makna tatap muka tersebut berkait erat dengan adanya interaksi di antara semua anggota kelompok. Jumlah partisipan dalam komunikasi kelompok berkisar antara 3 sampai 20 orang. Pertimbangannya, jika jumlah partisipan melebihi 20 orang, kurang memungkinkan berlangsungnya suatu interaksi di mana setiap anggota kelompok mampu melihat dan mendengar anggota lainnya. Dan karenannya kurang tepat untuk dikatakan sebagai komunikasi kelompok.

3. Maksud atau tujuan yang dikehendaki sebagai elemen ketiga dari definisi di atas, bermakna bahwa maksud atau tujuan tersebut akan memberikan beberapa tipe identitas kelompok. Kalau tujuan kelompok tersebut adalah berbagi informasi, maka komunikasi yang dilakukan dimaksudkan untuk menanamkan pengetahun (to impart knowledge). Sementara kelompok yang memiliki tujuan pemeliharaan diri (self-maintenance), biasanya memusatkan perhatiannya pada anggota kelompok atau struktur dari kelompok itu sendiri. Tindak komunikasi yang dihasilkan adalah kepuasan kebutuhan pribadi, kepuasan kebutuhan kolektif/kelompok bahkan kelangsungan hidup dari kelompok itu sendiri. Dan apabila tujuan kelompok adalah upaya pemecahan masalah, maka kelompok tersebut biasanya melibatkan beberapa tipe pembuatan keputusan untuk mengurangi kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

4. Elemen terakhir adalah kemampuan anggota kelompok untuk menumbuhkan karateristik personal anggota lainnya secara akurat. Ini mengandung arti bahwa setiap anggota kelompok secara tidak langsung berhubungan dengan satu sama lain dan maksud/tujuan kelompok telah terdefinisikan dengan jelas, di samping itu identifikasi setiap anggota dengan kelompoknya relatif stabil dan permanen.
Batasan lain mengenai komunikasi kelompok dikemukakan oleh Ronald Adler dan George Rodman dalam bukunya Understanding Human Communication. Mereka mengatakan bahwa kelompok atau group merupakan sekumpulan kecil orang yang saling berinteraksi, biasanya tatap muka dalam waktu yang lama guna mencapai tujuan tertentu (a small collection of people who interct with each other, usually face to face, over time order to reach goals).

BAB II
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari semua uraian tentang pembahasan kelompok di atas dapat kita simpulkan sebagai berikut. Kelompok mempunyai jenis-jenis yaitu sebagai berikut:
a. Kelompok Primer
b. Kelompok Sekunder
c. Kelompok Formal dan Informal
d. Kelompok In-Group dan out-Group
Selain itu kelompok mempunyai ciri-ciri yang khas. Dari ciri-ciri kita dapat membedakan mana yang termasuk kelompok di dalam kehidupan kita, ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
a. Adanya suatu Motif atau tujuan bersama di dalam komunitas tersebut
b. Adanya reaksi atau kecakapan yang berlainan di dalam suatu kelompok tersebut, artinya dalam kelompok tersebut setiap anggotanya pasti mempunyai kreatifitas yang berbeda
c. Penegasan struktur kelompok. Artinya di dalam kelompok itu ada pembagian tugas sesuai dengan kemampuan atau keahlian para anggotanya dan tugas ketua harus dikerjakan oleh ketua kelompok, tidak boleh tugas ketua kelompok di kerjakan oleh sekertaris dan sebaliknya.
d. Terdapat penegasan norma-norma kelompok. Maksudnya ada aturan yang harus ditaati di dalam suatu kelompok tersebut. Norma itu bertujuan untuk mendukung tercapainya tujuan kelompok, dan norma dibuat berdasarkan kesadaran serta kesepakatan bersama.




Refrensi :
- Ahmadi, Abu. Psikologi Sosia, edisi revisil. Jakarta: Rineka Cipta, 2007
- Gerungan, W.A. psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama, 2002
- A. Goldberg, Alvin, Carl E. Larson. Komunikasi Kelompok. Jakarta: UI-Press, 1985
- Tohirin. Bimbingan Konseling di Sekolah dan Madarasa. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2009
- Rakhmat,Jalaludin. Psikologi Komunikasi , edisi revisi , Bandung : Remadja Karya 1998