Saturday, 15 November 2014

Ringkasan Poso




Konflik poso adalah salah satu konflik yang ada di indonesia yang belum terpecahkan sampai saat ini , Meskipun  sudah beberapa  resolusi yang ditawarkan , namun belum di keamankan oleh poso , poso adalah sebuah kabupaten yang terdapat di sulawesi tengah , suku asli dari poso , serupa dengan daerah-daerah disekitar : Morowali dan tojo una – una , adalah orang toraja , Bila dilihat dari konteks agama , poso terbagi menjadi dua kelompok agama besar , islam  dan kristen , keberagaman inilah yang menjadi salah satu pematik seringnya terjadi berbagai kerusuhan yang terjadi di poso ,
Awal konflik poso terjadi setelah pemilihan bupati pada desember 1998 . Ada sintimen keagamaan yang melatarbelakangi pemilihan tersebut .
 Dengan menang pasangan piet I dan mutholib rimi waktu tidak lepas dari indentitas agama dan suku ,
Sebelum meletus konflik desember 1998 dan di ikuti oleh beberapa peristiwa konflik lanjutan , sebenarnya poso pernah mengalami ketegangan hubungan antar komunitas keagamaan ( muslim dan kristen ) yakni tahun 1992 dan 1995 . ,
Memang setelah peristiwa 1992 dan 1995 masyarakat kembali hidup secara wajar  ,
Namun  pola konflik poso terlalu kompleks untuk di analisis hanya berdasarkan urutan itu ,
Pola Pertama : Kerusuhan diposo biasanya bermula terjadi diposo kota dan selanjurnya merembet ke daerah-daerah sekitar poso
Pola Kedua : Kerusuhan yang terjadi dipusat kota diikuti dengan mobilitas masa yang cukup besar yang berasal dari luar poso bahkan berasal dari kabupaten poso
Pola Ke tiga : kerusuhan selalu di tandai dengan pemakaian senjata tajam
-Pola ke empat kesalah paham informasi
Akar penyebab konflik psoso sangat komplek , ada persoanalan yang bersifiat keyakinan namun akarnya menyambung ke problema yang bersifat historis
Proses pembalikan ini bukan akibat permurtadan , melainkan akibat migrasi kewilayahan sehingga komposisi penduduk mengalami komposisi penduduk mengalami pergeseran , pendatang bugis yang memiliki kultur dagang kuat menguasai jaringan perdagangan ,
Fakta pergeseran komunitas keagamaan ini pada akhirnya berpengaruh pula pada konstelasi politik poso . Dari situ tampak sekali bahwa aktor – aktor terlibat dalam konflik sebenarnya sangat kompleks melibatkan elemen-elemen birokrat para pelaku ekonomi , disamping kelompok kultur keagamaan yang pada gilirannya melibatkan pula kekuatan dari luar poso dengan kepentingannya , mulai dari para laskar , aparat keamanan , birokrat level provinsi ataupun pusat yang memanfaat kan persoalan poso untuk kepentingan



Teori Yang Terdapat pada konflik Poso

       Teori Konseptualisasi Budaya : Tingkat sangkutan yang merujuk pada cara pola hidup oleh sekelompok orang yang berinteraksi yang terbagi serupa oleh rotasi , nilai keyakinan dan norma-norma
       TeorikonflikSosial adalahteori yang memandangbahwaperubahansosialtidakterjadimelalui proses penyesuaiannilai-nilai yang membawaperubahan, tetapiterjadiakibatadanyakonflik yang menghasilkankompromi-kompromi yang berbedadengankondisisemula.
       Teori Negosiasi Identias adalah Sebagai Proses Interaksi Transaksional dimana individu dalam situasi antar budaya berusaha untuk menegaskan , mendefinisikan , mempertahankan atau mendukung citra diri yang diinginkan mereka dan orang lain
Proses komunikasi
       Menghadirkan Kedua belah pihak dan juga menghadirkan mediator sebagai penyelesai proses konflik tersebut .
       Melakukan Negosiasi agar kedua belah pihak mau berdamai dengan cara saling menghormati agama, dan kebudayaan masing-masing
       Melakukan pengawasan di antara kedua belah pihak agar tidak terulang konflik yang sama.
Analisis
       Masyarakat poso itu sendiri mempunyai sebuah adat culture yang sangat melekat dan etnisnya mempunyai intensitas dan eksistensi terhadap wilayah sendiri dan terhadap konflik poso itu sendiri ,
       dikarenakan adanya keyakinan terhadap historis poso itu sendiri , dari konflik itu sendiri dan berujung pada konflik agama dan politik
Hasil Dari Kesimpulan
       a. Akar masalah konflik Poso adalah kesenjangan sosial dan ketidakadilan, terutama terjadinya marjinalisasi politik antara penduduk asli dan para pendatang.

b. Banyak pihak yang berperan dalam konflik Poso, yang dengan sengaja menghembuskan isu etnis dan agama untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, sehingga masyarakat terprovokasi dan bersikap anarkis.

c. Pendekatan budaya merupakan pendekatan terbaik dan efektif dalam menghentikan konflik sosial di Poso. Filisopi hidup masyarakat Poso, sintuwu maroso terbukti efektif mengembalikan harmonisasi kehidupan masyarakat Poso

No comments:

Post a Comment