__________________________________________________________________________
Kehadiran Teknologi
komunikasi baru khususnya internet yang kemudian disusul dengan muncul dan
berkembangnya berbagai ragam media baru akan membawa implikasi kepada perubahan
penggunaan media massa “Tradisional” (seperti surat kabar dan majalah dalam
format cetak dll ) dikalangan masyarakat diseluruh dunia ,
Saat berkomunikasi, manusia
mungkin saja tidak menggunakan media massa. Tetapi mereka tidak dapat
menghindarkan diri dari berkomunikasi dengan menggunakan suara, kata, isyarat,
yang memediasi mereka dalam menyampaikan pesan
Dalam suatu komunikasi
dibutuhkan sebuah media untuk membuat agar pesan tersebut sukses pada pola
komunikasi dan saat ini banyak cara agar komunikasi yang dilakukan secara
praktis untuk mempermudah si individu dalam berkomunikasi maka tercipta lah
suatu media, berbagai macam media yang digunakan memiliki dampak yang
bermacam-macam bagi pemakainya terutama dikalangan yang mengikuti trend masa
kini agar tidak ketinggalan jaman dan ini membuat kecenderungan dan juga
ketergantungan terhadap komunikasi yang dilakukan oleh individu satu dengan
media massa ataupun dengan media lainnya.Maka perkembangan teknologi telah
membawa kita pada era komunikasi massa sejak ditemukannya mesin cetak yang memungkinkan diproduksinya buku-buku
secara massal sampai mencapai puncaknya setelah ditemukannya internet.
terbitnya surat kabar pertama. Setelah revolusi industri dan teknologi, listrik
yang memacu energi pabrik dan transportasi, melandasi muncul dan berkembangnya
radio, film, dan televisi yang pada perkembangan selanjutnya menciptakan
teknologi informasi yang multimedia seperti jaringan internet.
dengan kata lain kehadiran teknologi yang saat
ini trend pada setiap orang yang merasakannya seperti kehadiran nya internet
yang memiliki dampak terhadap psikologis,sosial,dan juga komunikasi yang
dilakukan oleh individu –individu yang melakukan komunikasi tersebut dengan
media massa. luas sempitnya ruang kehidupan seseorang, yang awalnya ditentukan
pada kemampuan baca tulis, selanjutnya ditentukan oleh seberapa banyak ia
bergaul dengan media massa. Artinya media memiliki pengaruh yang signifikan
pada kehidupan manusia.
dengan adanya internet memiliki kemudahan
terhadap cara seorang individu untuk memberikan informasi kepada khalayak ,
dengan pesan satu arah yang disampaikan dapat berdampak terhadap cara dan pola
pikir si individu tersebut luas sempitnya ruang kehidupan seseorang, yang
awalnya ditentukan pada kemampuan baca tulis, selanjutnya ditentukan oleh
seberapa banyak ia bergaul dengan media massa. Artinya media memiliki pengaruh
yang signifikan pada kehidupan manusia.
seperti yang
dikatakan McLuhan,bahwa teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah
masyarakat karena masyarakat sudah sangat bergantung pada teknologi dan tatanan
masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan
teknologi. McLuhan melihat media berperan menciptakan dan mengelola budaya.
Pemikiran McLuhan ini dinamakan teori mengenai ekologi media (media ecology),
yang didefenisikan sebagai studi mengenai lingkungan media, gagasan bahwa
teknologi dan teknik, mode informasi dan kode komunikasi memainkan peran
penting dalam kehidupan manusia , dengan kata lain manusia memiliki suatu
keinginan yang praktis dalam kehidupan agar menjadi lebih mudah dikedepan nya
tapi untuk beberapa akan media digunakan untuk hal-hal yang positif tapi ada
beberapa segi yang tidak diketahui dari segi negative nya , maka bila
diasumsikan pada dampak dari teknologi itu sendiri maka dalam
menggunakan media orang cenderung mementingkan isi pesannya saja dan seringkali
tidak menyadari bahwa media yang menyampaikan pesan itu juga memengaruhi
kehidupannya, bila di analogikan berdasarkan realitas yang dirasakan disekitar
kita Yaitu
Rian adalah seorang pelajar
Sekolah Menengah Atas di daerah jakata , si rian tersebut adalah anak yang
cukup cerdas di sekolahnya ,sangat periang dan sangat aktif dalam kegiatan intra
maupun kegiatan extra disekolahnya , suatu ketika si g penat dengan kegiatan hariannya yang hanya melakukan
kegiatan nya tersebut setiap hari tidak ada perubahan pada kehidupannya , pada
suatu hari dia mendapatkan hadiah dari ibunya yaitu laptop dikarenakan adanya
suatu timbal balik terhadap prestasi dan juga pencapaiannya selama ini dan itu
membuat si ibu dari rian menjadi bangga , ketika suatu malam karenakan besok
ada ujian bagi disekolah untuk Ujian akhir semester si rian merasa penat dengan
kegiatan yang dilakukan nya selama ini yang hanya ada dilingkungan sekolahnya ,
maka untuk sejenak dia istirahat dan bermain game online di laptopnya , dan
karena saking asiknya bermain game online tersebut dia lupa bahwa besok adalah
ujian akhir untuk menentukan kelulusan nya , dan akhirnya diapun lupa dengan
tugasnya dan sampai tidur , alhasil dia terus bermain sampai besoknya , dan
ketika esok harinya si rian tidak dapat mengerjakan tugas nya dan alhasil dia
tidak lulus , maka saat tidak lulus lah di merasa shock dan tidak percaya diri
terhadap apa yang dia punya
Dengan kata lain ini dapat
disimpulkan bahwa realitas terjadi pada si rian dikarenakan kecenderungan
terhadap media massa dari laptop tersebut yang digunakan . dan akhirnya
ketergantungan terhadap apa yang dilakukan si individu terhadap kegiatan yang
dilakukan dengan laptop nya dan ketika dia merasa penyesalan dia merasa
terpukul dan lebih menutup diri dari sebelumnya .
Dapat disimpulkan dari
konteks diatas bahwa dikarenakan media massa yg mempunyai dampak dalam segi
psikologi dan juga sosial , dan dari psikologi , perilakunya menjadi murung
dikarena kekecewaan nya dalam menghadapi ulangan tersebut , yang sebelumnya si
rian adalah orang yang ceria sekarang menjadi pemurung dan dari segi sosial dia
menjadi enggan untuk berkumpul dengan teman-temannya karena merasa malu hanya
dia yang tidak lulus dikelasnya dan membuat shock ,
Dampak media
massa – kemampuan untuk menimbulkan perubahan kognitif di antara
individu-individu – telah dijuluki sebagai fungsi agenda setting dari
komunikasi massa. Di sinilah terletak efek komunikasi massa yang terpenting,
kemampuan media untuk menstruktur dunia buat kita . Media massa mempengaruhi
persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting. Media massa memang tidak
menentukan “what to think”, tetapi mempengaruhi “what to think about”. Dengan
memilih berita tertentu dan mengabaikan yang lain, dengan menonjolkan satu
persoalan dan mengesampingkan yang lain, media membentuk citra atau gambaran
dunia kita seperti yang disajikan dalam media massa.
Selain terbukti
sanggup membentuk citra orang tentang lingkungan dengan menyampaikan informasi,
kita juga dapat menduga media massa tertentu berperan juga dalam menyampaikan
pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang baik. Ini disebut efek
prososial kognitif dari media, yaitu bagaimana media massa memberikan manfaat
yang dikehendaki oleh masyarakat
Dengan teori yang dikatakan
mcluhan bahwa teknologi membawa revolusi bagi kehidupan manusia, maka terdapat
landasan asumsi yang dikatakan oleh mc
luhan bahwa untuk dapat melengkapi teorinya yaitu :
- Media memengaruhi setiap perbuatan atau tindakan dalam masyarakat
- Media memperbaiki persepsi kita dan mengelola pengalaman kita
- Media mengikat dunia bersama-sama
Dalam suatu media akan membawa dampak implikasi pada si pengguna
media tersebut yang positive dan negative
tergantung bagaimana individu menanggapi media tersebut , dengan berkembangnya jaman
dan juga pada media massa yang saat ini ketat dalam persaingan untuk memberikan
pelayanan yang terbaik bagi banyak khalayak dan banyak media baru yang bersifat
persuasif agar menarik minat khalayak pada media baru , berbagai cara marketing
digunakan agar media massa yang bersifat tradisional tidak kalah saing dengan
media massa yang baru yaitu internet .
Masing-masing media pasti
memiliki kekurangan dan kelebihan dari segi manfaat bagi khalayak dari
masing-masing media mempunyai kharakteristik pada media tersebut maka bila
disangkut pautkan dengan asumsi dari mcluhan bahwa suatu Media melingkupi setiap tindakan di dalam masyarakat atau Dalam sebuah
media yang terpenting adalah teknologinya, dan ini adalah tanggapan yang
agak keliru untuk di ketahui banyak orang , maka dalam berkomunikasi manusia
mungkin saja tidak menggunakan media massa. Tetapi mereka tidak dapat
menghindarkan diri dari berkomunikasi dengan menggunakan suara, kata, isyarat,
yang memediasi mereka dalam menyampaikan pesan , bila di analogikan dengan
realitas saat ini adalah bila seorang individu berada Dalam keadaan sendiri di
hutan belantara, gurun, atau laut sekali pun, manusia senantiasa dikelilingin
medium yang membawa pesan yang dapat diinterpertasikannya. Meski medium itu
hanya berupa suara binatang, gemuruh angin, atau riak gelombang , itu adalah
kharakteristik yang mudah untuk di ketahui dalam asumsi yang dikatakan oleh
mcluhan . Lalu ada pula efek media yang positive dalam memberikan informasi
yaitu Media memperbaiki persepsi kita
dan mengorganisasikan pengalaman . media itu sendiri selalu memiliki pandangan
yang berbeda terhadap konteks yang mungkin bisa di bilang rancu/rumpang maka
tugas inilah yang dapat membuat suatu perubahan dalam memberikan fakta yang ada
dengan tambahan yaitu cara manusia memberi penilaian, merasa, dan bereaksi
cenderung dipengaruhi oleh media . satu hal penting yang dapat ditambahkan
peran media yaitu Media menyatukan
seluruh dunia dan ini membuat persepsi manusia pada kehidupannya di sebuah
desa global (global village) seolah media mengikat dunia menjadi sebuah
kesatuan sistem politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. Konsep Global
Village berarti tidak akan ada lagi batasan antar belahan dunia
manapun untuk saling mengetahui kegiatan satu sama lain. Apa yang terjadi di
belahan Kutub Utara misalnya dalam hitungan sepersekian detik akan dengan mudah
diketahui pula oleh masyarakat di belahan Kutub Selatan. Dengan adanya
internet, membuat kita mempermudah semua hal itu. Dengan menggunakan social
media¸memudahkan kita untuk berinteraksi dengan SIAPAPUN danDIMANAPUN.
Dari
Asumsi Tersebut dapat membuat suatu kepahaman terhadap kehadiran teknologi dan
membuat perubahan dalam banyak segi aspek pada perkembangan teknologi saat ini
, dan ini membuat para pengguna media massa seperti tradisional berkurang bisa
jadi dikarenakan adanya suatu kebosanan terhadap kontent yang disajikan oleh
majalah itu sendiri , dikarenakan cepatnya suatu informasi menyebar pada dunia
maya atau internet membuat praktis dalam mencari informasi yang ada didunia
saat ini , kemudahan dalam komunikasi yang dilakukan dapat menjadi dua arah
dapat secara visual dan juga non visual , berupa satu arah maupun dua arah
tidak ada masalah bagi komunikasi yang diberikan untuk teknologi tersebut dan
untuk masalah biaya pada internet adalah sangatlah murah dan sangat menguntungkan
bagi individu yang ingin mencari informasi terupdate secara Cuma – Cuma hanya
dengan mendownload dan mengunduh file dari internet dengan mudah ,berbeda pula bila
keadaan ekonomi yang bisa dibilang tidak sebanding dengan yang punya uang ,
dengan internet kita lebih mudah untuk memberikan suatu pengaruh pada khalayak yang
ada berbeda dengan majalah yang ada saat
yang harus menunggu beberapa edisi dan juga akan ada kendala pada ke ekonomisan
pada kertas yang akan dicetak pada majalah tersebut dan itu membuat layak
sebuah informasi dijadikan suatu runtutat dasar agar dapat dicetak dan disukai
oleh khalayak banyak ,
Dalam
konteks ini media dapat menigkatkan atau memperkuat masyarakat. Telepon meningkatkan kata-kata lisan yang ditemukan
dalam percakapan tatap muka.Internet telah meningkatkan masyarakat dalam
cara-cara yang berbeda. Pertama, internet memiliki potensi untuk meningkatkan
beberapa indra, termasuk penglihatan dan pendengaran.
hukum media yang adalah bahwa media mengakibatkan
sesuatu menjadi ketinggalan zaman. Dimana yang dahulu suka
menonton Televisi mendengar radio menjadi ketinggalan zaman, walaupun banyak dari kita terus
mendengarkan radio ketika kita berkendara. Internet juga telah menyebabkan adanya ketinggalan
zaman (obsolescence). Misalnya, sebagaimana telah dipelajari sebelumnya,
sekarang terdapat desa global, sebagian karena jasa internet.
Lalu
dengan media menyelamatkan
atau memperbaiki apa yang tadinya hilang. Media apakah yang tadinya ketinggalan
zaman namun berhasil di bawa kembali? Televisi, contohnya, membawa kembali
pentingnya unsur visual yang tidak dapat dicapai oleh radio, tetapi yang
dulunya ada di dalam percakapan tatap muka.
Dan yang
terakhir ialah Internet-sebagai medium
yang didorong hingga batas potensinya-memutarbalikan masyarakat menjadi tempat
yang baru dan unik. Internet memiliki potensi untuk membawa orang-orang tribal
bersama ketika mereka mendiskusikan situs web atau percakapan dalam chat room
denga satu sama lain.

Bagaimana Anda
Mendefinisikan kekerasan di televisi , apakah menurut anda mungkin
memperhitungkan kekerasan tindakan kekerasan sebagaimana telah dilakukan gebner
dkk , dalam teorinya
Kekerasan
adalah dimana seseorang membuat suatu kejadian dimana kejadian tersebut
merugikan orang lain dengan kata lain kekerasan di televisi adalah tindakan
yang paling merugikan karena dapat menimbulkan efek yang meluas bagi orang yang
menonton atau menyaksikan acara kekerasa di televisi tersebut , dari kekerasan
televisi dapat menjadi landasan orang untuk berbuat kekerasan semena-mena ,
contoh banyak yang mengira bahwa
kekerasa di televisi itu adalah tindakan yang benar-benar terjadi
seperti di acara smackdown atau semacam acara gulat internasional , dalam acara
televisi tersebut menampilkan orang-orang yang berpenampilan sedang bergulat
dengan menggunakan kostum , ada pula adegan yang memukul lawan nya dengan
bangku tetapi orang yang bergulat tersebut tidak merasakan sakit akan tetapi
hanya bila dilihat dari kasat Televisi hanya merasa seperti dipukul dengan
benda yang tidak berbahaya, maka ini dapat membuat suatu kekeliruan untuk orang
yang menonton acara televisi tersebut , kenyataan nya itu benda asli yang tidak
asli tapi dilapisi oleh barang lainnya agar terlihat benar-benar asli agar
dapat di yakin kan bahwa khalayak benar-benar mendapatkan kepuasan terhadap
acara tersebut.
Maka Menurut Gerbner
adalah kekerasan, karena ia merupakan cara yang paling sederhana dan paling murah
untuk menunjukkan bagiamana seseorang berjuang untuk mempertahankan hidupnya.
Televisi memberikan pelajaran berharga bagi para penontonnya tentang berbagai
‘kenyataan hidup’, yang cenderung dipenuhi berbagai tindakan kekerasan.
Maka bila di anilisis dari
kasus tersebut ini adalah berkaitan dengan Teori Kultivasi (Cultivation Theory)
merupakan salah satu teori yang mencoba menjelaskan keterkaitan antara media
komunikasi (dalam hal ini televisi) dengan tindak kekerasan.Teori Kultivasi
pada dasarnya menyatakan bahwa para pecandu (penonton berat/heavy viewers)
televisi membangun keyakinan yang berlebihan bahwa “dunia itu sangat
menakutkan” . Hal tersebut disebabkan keyakinan mereka bahwa “apa yang mereka
lihat di televisi” yang cenderung banyak menyajikan acara kekerasan adalah “apa
yang mereka yakini terjadi juga dalam kehidupan sehari-hari”. Dan membuat
suatu salah pahaman terhadap dunia yang diluar yang di rasakan
Dalam
hal ini, dapat di ketahui bahwa tayangan televisi merupakan suatu kekuatan yang
secara dominan dapat mempengaruhi masyarakat modern. Kekuatan tersebut berasal
dari kemampuan televisi melalui berbagai simbol untuk memberikan berbagai
gambaran yang terlihat nyata dan penting seperti sebuah kehidupan
sehari-hari.Televisi mampu mempengaruhi penontonnya, sehingga apa yang
ditampilkan di layar kaca dipandang sebagai sebuah kehidupan yang nyata,
kehidupan sehari-hari. Realitas yang tampil di media dipandang sebagai sebuah
realitas objektif.
Saat ini,
televisi merupakan salah satu bagian yang penting dalam sebuah rumah tangga, di
mana setiap anggota keluarga mempunyai akses yang tidak terbatas terhadap
televisi. Dalam hal ini, televisi mampu mempengaruhi lingkungan melalui
penggunaan berbagai simbol, mampu menyampaikan lebih banyak kisah sepanjang
waktu. Menurut Gerbner adalah kekerasan, karena ia merupakan cara yang
paling sederhana dan paling murah untuk menunjukkan bagiamana seseorang
berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Televisi memberikan pelajaran berharga
bagi para penontonnya tentang berbagai ‘kenyataan hidup’, yang cenderung
dipenuhi berbagai tindakan kekerasan.
Maka
bila di kait kan dengan Teori
Kultivasi akan muncul fase untuk meyakinkan orang bahwa efek media massa lebih
bersifat kumulatif dan lebih berdampak pada tataran social budaya ketimbang
individual. Dalam analisis kultivasi merupakan tahapan lanjutan dari penelitian
efek media yang sebelumnya dilakukan Gerbner yaitu “Cultural Indicator” yang menyelidiki Proses institusional dalam
produksi isi media, image atau kesan isi media serta hubungan antara terpaan
pesan televisi dengan keyakinan dan perilaku khalayak. karena Teori ini
memprediksikan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pemahaman, dan keyakinan
jangka panjang tentang dunia ini sebagai hasil dari mengkonsumsi isi media.“sebagian besar yang kita ketahui, atau yang
kita piker kita ketahui, adalah tidak pernah kita alami sendiri”.
Lebih jauh dalam Teori Kultivasi dijelaskan
bahwa bahwa pada dasarnya ada 2 (dua) tipe penonton televisi yang mempunyai
karakteristik saling bertentangan/bertolak belakang, yaitu (1) para
pecandu/penonton fanatik (heavy viewers) adalah mereka yang menonton
televisi lebih dari 4(empat) jam setiap harinya. Kelompok penonton ini sering
juga disebut sebagai kahalayak ‘the television type”, serta 2 (dua) adalah
penonton biasa (light viewers), yaitu mereka yang menonton televisi 2
jam atau kurang dalam setiap harinya.
Gerbner menyebut efek televisi ini sebagai kultivasi (cultivation), yang artinya ‘penanaman’,
istilah yang pertama kali dikemukakan pada tahun 1969. Televisi dengan segala
pesan dan gambar yang disajikannya merupakan proses atau upaya untuk
‘menanamkan’ cara pandang yang sama terhadap realitas dunia kepada khalayak. Televisi
dipercaya sebagai instrumen atau agen yang mampu menjadikan masyarakat dan
budaya bersifat homogen.
Dalam penelitian yang dilakukannya, Gerbner
juga menyatakan bahwa cultivation differential dari media
effect untuk dijadikan rujukan untuk membandingkan sikap penonton televisi.
Dalam hal ini, ia membagi ada 4 sikap yang akan muncul berkaitan dengan
keberadaan heavy viewers, yaitu:
-
Mereka yang memilih melibatkan diri
dengan kekerasan :
o
Yaitu
mereka yang pada akhirnya terlibat dan menjadi bagian dari berbagai peristiwa
kekerasan
-
Mereka yang ketakutan berjalan sendiri
di malam hari :
o
Yaitu
merekayang percaya bahwa kehidupan nyata juga penuh dengan kekerasan, sehingga
memunculkan ketakutan terhadap berbagai situasi yang memungkinkan terjadinya
tindak kekerasan. Beberapa kajian menunjukkan bahwa untuk tipe ini lebih banyak
perempuan dari pada laki-laki
-
Mereka yang terlibat dalam pelaksanaan
hukum :
o
Yaitu
mereka yang percaya bahwa masih cukup banyak orang yang tidak mau
terlibat dalam tindakan kekerasan.
- Mereka yang sudah kehilangan kepercayaan :
o
Yaitu
mereka yang sudah apatis tidak percaya lagi dengan kemampuan hukum dan aparat
yang ada dalam mengatasi berbagai tindakan kekerasan.
Melihat
dari kesimpulan di atas dapat diketahui bahwa dalam teori kultivasi dan juga
asumsi yang dikemukakan oleh ahli diatas mempunyai beberapa efek yang mungkin
dapat dianalisis dari segi psikologi dan juga segi sosial , dan ini membuat
teori kultivasi tersebut menjadi sebuah teori yang memperkirakan dan menjelaskan pembentukan
persepsi, pengertian, dan kepercayaan mengenai dunia sebagai hasil dari
mengonsumsi pesan media dalam jangka panjang. Dengan kata lain, realitas yang
khalayak media terima adalah realitas yang diperantarai (mediated reality). Teori kultivasi tidak membahas efek dari suatu
tayangan tertentu (apa yang akan dilakukan seseorang setelah menonton suatu tayangan), tetapi mengemukakan
gagasan mengenai budaya secara keseluruhan , dari segi psikologi orang
melakukan kekerasan disini dapat menjadi tipu daya dalam penjualan rating dalam
media massa tersebut karena dalam segi psikolgi akan mempunyai interaksional
yang akan membuat seorang individu menjadi sangat termotivasi sekali terhadap
acara kekerasan di televisi tersebut , dan dalam segi sosial mungkin si orang
yang menonton acara kekerasan tersebut akan melakukan pengimplikasian atau
penerapan dalam kehidupan sosial menjadi sangat dominan dengan kekerasan dan dalam
lingkungannya akan mungkin dijauhi dikarenakan penerapan yang dilakukan pada
individu tersebut sangat tidak di efektifkan dalam segi tayangan di televisi .
pada dasarnya Televisi tidak membujuk kita
untuk benar-benar meyakini apa yang kita lihat di Televisi, berdasarkan asumsi
ini, Teori Kultivasi mensuplay alternative berfikir tentang tayangan kekerasan
di Televisi. 3). Televisi Hanya Memberii Sedikit Dampak. Asumsi yang terakhir
ini mungkin agak berbeda dengan asumsi dasar Teori Kultivasi, namun Gerbner
memberiikan analogi ice age untuk memberi jarak antara teori kultivasi dan
asumsi bahwa Televisi hanya memberikan sedikit efek atau dampak. Dalam analogi
ice age menganggap bahwa Televisi tidak harus mempunyai dampak tunggal saja
akan tetapi mempengaruhi prenontonnya melalui dampak kecil yang tetap konstan.
Bila untuk menghitung dari tayangan kekerasan untuk menghitung
berapa jumlah tindak kekerasan dalam televisi menurut saya perlu dikarenakan
bila semakin banyak kekerasan dari
tayangan yang ditonton akan meresah kan para orang tua semakin pula
banyak kecelakaan dalam hal yang dimaksud dari kecelakaan adalah banyaknya
tontonan yang bersifat negative tersebut di tiru oleh anak dan akan berdampak
pada lingkup sosialnya dan juga pola pikir dari anak tersebut ,bila dianalisis
lg dalam dunia pertelevisian mempunyai sebuah rating dimana rating tersebut
memiliki nilai yang ekonomis untuk mendapatkan penghasilan dari acara televisi
tersebut naik atau tidaknya rating acara tersebut tergantung khalayak yang dijadikan
pasar menerima atau tidak nya ,

Anda Telah Memahami teori
kelompok bungkam , berikan secara kompeherensif mengenai teori ini , dengan
memulai memasukkan bahwa teori ini masuk tradisi komunikasi yang mana ,
kemudian jelaskan bahwa ada kaitan dengan bahasa . berikan dengan contoh
kenyataan yang ada di lingkungan anda ?
Teori Bungkam adala teori yang mencoba mempaparkan fenomena yang
terjadi dilingkungan sosial yang membepalajari penyebab dan akibat dari adanya
kelompok bungkam , kelompok bungkam adalah kelompok yang ada karena adanya
tekanan dari kelompok – kelompok yang menyebabkan kelompok merasa menjadi
kelompok yang terkekang dan akhirnya kelompok kedua akan menjadi kelompok
bungkam .
Dalam kelompok masyarakat atau pun budaya pasti memiliki bias
laki-laki yang melekat didalamnya yaitu bahwa laki-laki menciptakan makna bagi
suatu kelompok dan suara perempuan di tindas dan dibungkam akibat pembungkaman
ini perempuan tidak mampu mengekspresikan dirinya dalam dunia yang didominasi
laki-laki , muncul kelompok bungkam disebabkan tekanan dan tindasan terhadap
suatu kelompok baik dalam bentuk ras,gender ,pekerjaan dll . tekanan – tekanan
yang diarahkan pada suatu kelompok tersebut menyebabkan kebungkaman , namun
tidak semua pembungkaman disebabkan oleh penindasan ada juga pembungkaman
muncul sebagai akibat ketidak mamppuan suatu kelompok atau personal untuk
mengungkapan dan mengekspresikan apa yang sedang dan akan dialaminya .
Kelompok bungkam biasanya terjadi pada wanita yang tidak bisa
menghadapi perubahan dan wanita-wanita yang memperjuangkan emansipasinya .
Wanita tidak sebebas laki-laki dalam menyampaikan ide dan gagasan
tertentu , dari sebuah budaya tidak mencukung semua penuturan dengan setara
wanita tidak sebebas dan semampu pria untuk menatakan apa yang mereka inginkan
kapan dan dimana mereka menginginkannya ,karena kata-kata dan norma bagi
pengguna mereka telah diformulasikan oleh kelompok pria.
Contoh bila dianalogikan dalam kehidupan sehari-hari :
Beberapa kegiatan sosial yang menyangkut urusan pengambilan
keputusan rapat-rapat seperti rapat desa maupun kecamatan hanya diberikan
kepada kaum pria sehingga wanita kehilangan perannya untuk turut menyuarakan
dan mengekspresikan pendapatnya
Fenomena seperti ini menimbulkan tekanan sehingga timbullah sebuah
gerakan yang dikenal dengan feminisme .
Dalam hal ini komposisi yang ada di kelompok bungkam merupakan
rencana,penempatan,atau penyusunan elemen-elemen atau obyek yang kita teliti ,
komposisi adalah susunan unsur-unsur yang ada didalam kelompok bungkam (
individu atau kelompok ) . dalam hal ini kelompok bungkam adalah berfokus pada
wanita mungkin bila mendengar
pembungkaman isu-isu ayah yang merawat anaknya , isu – isu itu tentu saja bukan
lah isapan jempol semata sebagai pria yang harus aktif dalam kegiata diluar
rumah , hal ini menyebabkan kebungkaman ayah dari anak-anak itu .
Dalam teori bungkam terdapat beberapa asumsi menurut ahli yaitu
cheris kramarae tehadap teori bungkam itu sendiri yaitu :
-
Wanita
mempersepsikan dunia secara berbeda dibanding pria karena pengalaman pria dan
wanita yang berbeda serta adanya kegiatan yang berakar pada pembagian pekerjaan
karena dominasi politik mereka , sistem persepsi pria dominan , menghambat
ekspresi dari model alternatif wanita mengenai dunia
-
Agar
dapat berpartisipasi dimasyarakat wanita harus mentransformasikan model mereka
sendiri sesuai dengan ekspresi yang diterima pria
-
Kaum
wanita sering kali tidak diperhitungkan dimasyarakat kita , pemikiran kaum
wanita tidak dinilai sama sekali , dan ketika kaum wanita mencoba menyuarakan
ketidaksetaraan ini . kontrol komunikasi dikuasai oleh paham maskulin cenderung
tidak menguntungkan para wanita , dan bahasa yang diciptakan oleh kaum pria “
diciptakan dengan berpretensi, tida menghargai dan meniadai kaum wanita . oleh
karena itu wanita menjadi kelompok yang terbungkam
Dan menurut kramarae selanjutnya menambahkan bahwa bahasa pembedaan
dominan privat – publik juga berperan penting dalam aktivitas jender , dalam
asumsi kosakata privat-publik , wanita biasanya disadari lebih pantas atau
lebih cocok untuk berada dirumah , dunia yang kecil dunia komunikasi
interpersonal . dunia privat ini bagaimanapun lebih kurang penting dibandingkan
dengan dunia yang luas , dunia sosial , dunia dimana suara kaum pria lebih
didengar oleh kaum wanita .
Dalam hal ini asumsi-asumsi tersebut memiliki perbedaan persepsi
berdasarkan gender karenanya ada angggapan antara pria dan wanita yang memiliki
dunia yang berbeda asumsi menjelaskan bahwa perbedaan pria dan wanita terletak
pada pembagian tugas dan wewenang , pria dianggap mempunyai tanggung jawab
untuk mur kegiatan diluar rumah sedangkan wanita hanya bertangung jawab pada
kegiatan kegiatan dirumah saja , perbedaan persepsi ini timbul sejak munculnya
revolusi industri dimana masa revolusi industri membutuhkan karyawan yang
tangguh dan dapat bekerja keras dan berat , prialah yang mampu mengerjakan itu
semuaberbeda dengan masa sebelum revolusi industri kebanyakan penduduk bekerja
sebagai petani dan peternak yang pekerjaannya dikerjakan bersama sehingga
antara pria dan wanita memilki persamaan yang cukup banyak dan dalam pembagian
kerja dilakukan secara bersama-sama tanpa ada pembedaan .
Dominasi Pria
Tidak jauh berbeda dengan asumsi perbedaan
persepsi berdasarkan gender . dalam perbedaan persepsi berdasarkan gender
membahas pembagian kerja antara pria dan wanita tanpa menonjolkan dominasi pria
dibandingkan wanita dalam konsep ini hanya membahas bahwa pria lebih memiliki
pengalaman yang luas namun juga menyatakan bahwa pria lebih memiliki
pengalaman sehingga lebih dipilih jika
dibandingkan dengan pengalaman wanita , begitu juga saat saat sepasang suami
istri yang kesehariannya bekerja diluar dan sama-sama pulang pada jam yang sama
, sangistri mengharapkan suami mau sedikit membantu sang istri untuk menyiapkan
masakan untuk menu makan malam namun lagi-lagi status lah yang membuat
pembungkaman itu terjadi , dalam bahasa sederhana suami berkata aku sangat kagum
pada kamu sungguh luar biasa , istri akan merasa senang karena mendapat pujian
namun pernahkah kita berpikir bahwa sang suami telah menerapkan strategi jitu
agar istrinya tetap diam dan terus melakukan tugasnya . disinilah letak
dominasi pria pada pria karena pada dasarnya keberadaan pria lebih
menguntungkan dari pada keberadaan wanita
Proses Pembungkaman
Inti dari teori
kelompok bungkam adalah anggota kelompok yang termaginalkan dibungkam dan
dianggap sebagai penutur yang dialami secara sosial tidak seperti kegiatan
pidato yang tidak membutuhkan lebih dari satu orang aktor , pembungkaman
terjadi dengan proses yang tersendirinya dikarenakan adanya orang yang memiliki
kekuasaan tertentu , yang memiliki kekuasaan akan sangat vokal dalam menyatakan
segala statemenya sedangkan kelompok dibawah akan menjadi terbungkam
Mengejek
Sebuah pernyataan yang begitu kontras bahwa
wanita adalah identik dengan kebiasaan mengomel menggosip berceloteh , sehingga
muncul persepsi bahwa wanita lebih rendah dari pada pria karena wanita
dipersepsikan sebagai subyek yang selalu menggosip sehingga timbul ejekan –
ejekan yang menyalah hobi yang selalu dilakukan para wanita , sebagai mana yang
dikatakan oleh houston dan karamae : Pembicaraan wanita seagai mengoceh
mengomel , menggosip , merenggek .
persepsi ini menepatkan wanita sebagai sasaran ejekan kaum pria dan ada
beberapa kasus wanita memilki tingkatan kekhawatiran yang tinggi sehingga
menjadi sasaran untuk dijadikan sasaran ejekan .
Ritual
Ritual termasuk kedalam proses pembungkaman ,
hal ini disebabkan didalam ritual terdapat unsur unsur yang dapat menciptakan
pembungkaman , hal ini terjadi biasanya pada wanita yang sering menjadi obyek
yang dikatakan bungkam , hal ini dikarenakan dalam segala prosesi wanita selalu
menjadi subyek skunder dimana saat adanya prosesi tertentu wanita hanya
menerima dan mematuhi segala keputusan yang telah dibuat oleh pria
Contoh :
Dalam prosesi perkawinan masih saja diletakan sebagai isubyek yang
hanya menerima semua proses pernikahan mulai dari proses pengiriman yang hanya
menerima semua proses pernikahan mulai dari proses pengiriman mempelai wanita
dan mempelai pria menyambut disamping kepala pemuka agama yang menikahkan
pasangan itu hingga saat mengucapkan kta ijab kabul mempelai lah yang
mengucapkan ijab kabul sementara wanita hanya diam dan menganguk tanda setuju ,
Dari contoh diatas jelas ritual membuat wanita menjadi semakin
terbungkam egitu juga dengan nama yang diberikan setelah kedua pasangan menikah
sangistri cendrung diharuskan memakai nama suami untuk nama belakangnya dan ini
terjadi pada tokoh pengemuka teori kelompok bungkam ( cheris rae kramarae ) .
dari penjelasan ini dapat disimpulkan pengbungkaman juga berasal dari proses
ritual .
Control
dalam kehidupan social wanita acap kali kurang
berkontribusi dalam pembuat dan pengambilan keputusan , kebanyakan prialah yang
menjadi pembuat dan pengambil keputusan , begitu juga dengan proses komunikasi
pria lebih banyak berbicara , pria lebih diyakini mempunyai kemampuan yang
lebih dibandingkan dengan wanita yang lebih sering menjadi pembicara penting
dalam hal ini dikarenakan pria memiliki khatisma yang lebih besar dan berwibawa
Pelecehan
Elisabet kissling
, menulis tentang pelecehan –pelecehan yang terjadi di jalan , wanita cenderung
terkena tindakan pelecehan . wanita tidak selalu aman bila berada pada area
bebas pada jalan umum , pelecehan pun sering terjadi pada wanita karena wanita
dianggap lemah dan kurang mampu menjadi diri mereka sendiri
Feminisme
Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang
menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria , feminisme itu
sendiri sebagai filsafat dan gerakan berkaitan dengan era pencerahan di eropa ,
berkembangkan pemikiran feminisme bahwa posisi perempuan kurang berutung dari
pada laki-laki dalam realitas sosialnya
, ketika itu perempuan , baik dari kalangan atas , menengah ataupun bawah , tidak
memiliki hak –hak seperti hak untuk mendapatkan pendidikan , berpolitik , hak
atas milik dan pekerjaan oleh karena itulah , kedudukan perempuan tidaklah sama
dengan laki – laki dihadapan hukum , sedikit sejarah dari kata feminisme ,
pertama kali oleh seorang aktivis sosialis utopis , perjuangan mereka
ditunjukan untuk mengakhiri masa – masa pemasungan terhadap kebebasan perempuan
, secara umum kaum perempuan ( feminin ) merasa dirugikan dalam semua bidan
dinomorduakan oleh kaum laki-laki ( maskulin ) dalam bidang sosial , pekerjaan
, pendidikan dan politik khususnya terutama dalam masyarakat yang bersifat
patriarki , dalam masyarakat yang bersifat patriarki , dalam masyarakat
tradisional yang berorientasi agraris, kaum laki-laki cenderung ditmepatkan
didepan , diluar rumah , sementara kaum perempuan didalam rumah , situasi ini
mulai mengalami perubahan ketika datangnya era liberalisme dieropa dan terjadi
revolusi prancis di abad ke 18 yang merambah ke amerika serikat dan keseluruh
dunia
Sebelum adanya
gerakan ini posisi wanita sangat terbelakang
wanita tidak dibenarkan mengikuti kegiatan-kegiatan penting , wanita hanya
bekerja pada sektor internal dalam rumah tangga dan wanita memilki keterbatasan
sehingga istilah kelompok bungkam sangat identik dengan posisi wanita
Maka dapat disimpulkan dari bab bungkam ini tidak hanya terjadi
karena tekanan , namuan kelompok bungkam timbul karena status dan posisi
seseoran gyang menyebabkan seseorang untuk membungkam , dan perbedaan persepsi
gender pua yang seakan memposisikan wanita untuk tetap tinggal dirumah mengurus
rumah tangga dan mengurus anaknya ini membuat posisi wanita menjadi terputus
deng dunia luar sehing wanita tidak bisa berinteraksi secara bebas dan ini
menimbulkan pembungkaman bagi wanita itu , jadi perbedaan dan tekanan yang
menyebabkan terjadinya dan terbentuknya kelompok bungkam kelompok bungkam bukan
lah khalayak pengang dan sekedar teori belaka namun kelompok bungkam memang ada
dimasyarakat kita terkadang tidak menyadari bahwa kita sendiri telah termasuk
kedalam bagian kelompok bungkam
No comments:
Post a Comment