Friday, 5 December 2014

Teori komunikasi







__________________________________________________________________________



Kehadiran Teknologi komunikasi baru khususnya internet yang kemudian disusul dengan muncul dan berkembangnya berbagai ragam media baru akan membawa implikasi kepada perubahan penggunaan media massa “Tradisional” (seperti surat kabar dan majalah dalam format cetak dll ) dikalangan masyarakat diseluruh dunia ,



Saat berkomunikasi, manusia mungkin saja tidak menggunakan media massa. Tetapi mereka tidak dapat menghindarkan diri dari berkomunikasi dengan menggunakan suara, kata, isyarat, yang memediasi mereka dalam menyampaikan pesan
Dalam suatu komunikasi dibutuhkan sebuah media untuk membuat agar pesan tersebut sukses pada pola komunikasi dan saat ini banyak cara agar komunikasi yang dilakukan secara praktis untuk mempermudah si individu dalam berkomunikasi maka tercipta lah suatu media, berbagai macam media yang digunakan memiliki dampak yang bermacam-macam bagi pemakainya terutama dikalangan yang mengikuti trend masa kini agar tidak ketinggalan jaman dan ini membuat kecenderungan dan juga ketergantungan terhadap komunikasi yang dilakukan oleh individu satu dengan media massa ataupun dengan media lainnya.Maka perkembangan teknologi telah membawa kita pada era komunikasi massa sejak ditemukannya mesin cetak  yang memungkinkan diproduksinya buku-buku secara massal sampai mencapai puncaknya setelah ditemukannya internet. terbitnya surat kabar pertama. Setelah revolusi industri dan teknologi, listrik yang memacu energi pabrik dan transportasi, melandasi muncul dan berkembangnya radio, film, dan televisi yang pada perkembangan selanjutnya menciptakan teknologi informasi yang multimedia seperti jaringan internet.
 dengan kata lain kehadiran teknologi yang saat ini trend pada setiap orang yang merasakannya seperti kehadiran nya internet yang memiliki dampak terhadap psikologis,sosial,dan juga komunikasi yang dilakukan oleh individu –individu yang melakukan komunikasi tersebut dengan media massa. luas sempitnya ruang kehidupan seseorang, yang awalnya ditentukan pada kemampuan baca tulis, selanjutnya ditentukan oleh seberapa banyak ia bergaul dengan media massa. Artinya media memiliki pengaruh yang signifikan pada kehidupan manusia.
 dengan adanya internet memiliki kemudahan terhadap cara seorang individu untuk memberikan informasi kepada khalayak , dengan pesan satu arah yang disampaikan dapat berdampak terhadap cara dan pola pikir si individu tersebut luas sempitnya ruang kehidupan seseorang, yang awalnya ditentukan pada kemampuan baca tulis, selanjutnya ditentukan oleh seberapa banyak ia bergaul dengan media massa. Artinya media memiliki pengaruh yang signifikan pada kehidupan manusia.

seperti yang dikatakan McLuhan,bahwa teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat sudah sangat bergantung pada teknologi dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi. McLuhan melihat media berperan menciptakan dan mengelola budaya. Pemikiran McLuhan ini dinamakan teori mengenai ekologi media (media ecology), yang didefenisikan sebagai studi mengenai lingkungan media, gagasan bahwa teknologi dan teknik, mode informasi dan kode komunikasi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia , dengan kata lain manusia memiliki suatu keinginan yang praktis dalam kehidupan agar menjadi lebih mudah dikedepan nya tapi untuk beberapa akan media digunakan untuk hal-hal yang positif tapi ada beberapa segi yang tidak diketahui dari segi negative nya , maka bila diasumsikan pada dampak dari teknologi itu sendiri maka dalam menggunakan media orang cenderung mementingkan isi pesannya saja dan seringkali tidak menyadari bahwa media yang menyampaikan pesan itu juga memengaruhi kehidupannya, bila di analogikan berdasarkan realitas yang dirasakan disekitar kita Yaitu
Rian adalah seorang pelajar Sekolah Menengah Atas di daerah jakata , si rian tersebut adalah anak yang cukup cerdas di sekolahnya ,sangat periang dan sangat aktif dalam kegiatan intra maupun kegiatan extra disekolahnya , suatu ketika si g penat dengan  kegiatan hariannya yang hanya melakukan kegiatan nya tersebut setiap hari tidak ada perubahan pada kehidupannya , pada suatu hari dia mendapatkan hadiah dari ibunya yaitu laptop dikarenakan adanya suatu timbal balik terhadap prestasi dan juga pencapaiannya selama ini dan itu membuat si ibu dari rian menjadi bangga , ketika suatu malam karenakan besok ada ujian bagi disekolah untuk Ujian akhir semester si rian merasa penat dengan kegiatan yang dilakukan nya selama ini yang hanya ada dilingkungan sekolahnya , maka untuk sejenak dia istirahat dan bermain game online di laptopnya , dan karena saking asiknya bermain game online tersebut dia lupa bahwa besok adalah ujian akhir untuk menentukan kelulusan nya , dan akhirnya diapun lupa dengan tugasnya dan sampai tidur , alhasil dia terus bermain sampai besoknya , dan ketika esok harinya si rian tidak dapat mengerjakan tugas nya dan alhasil dia tidak lulus , maka saat tidak lulus lah di merasa shock dan tidak percaya diri terhadap apa yang dia punya
Dengan kata lain ini dapat disimpulkan bahwa realitas terjadi pada si rian dikarenakan kecenderungan terhadap media massa dari laptop tersebut yang digunakan . dan akhirnya ketergantungan terhadap apa yang dilakukan si individu terhadap kegiatan yang dilakukan dengan laptop nya dan ketika dia merasa penyesalan dia merasa terpukul dan lebih menutup diri dari sebelumnya .
Dapat disimpulkan dari konteks diatas bahwa dikarenakan media massa yg mempunyai dampak dalam segi psikologi dan juga sosial , dan dari psikologi , perilakunya menjadi murung dikarena kekecewaan nya dalam menghadapi ulangan tersebut , yang sebelumnya si rian adalah orang yang ceria sekarang menjadi pemurung dan dari segi sosial dia menjadi enggan untuk berkumpul dengan teman-temannya karena merasa malu hanya dia yang tidak lulus dikelasnya dan membuat shock ,
Dampak media massa – kemampuan untuk menimbulkan perubahan kognitif di antara individu-individu – telah dijuluki sebagai fungsi agenda setting dari komunikasi massa. Di sinilah terletak efek komunikasi massa yang terpenting, kemampuan media untuk menstruktur dunia buat kita . Media massa mempengaruhi persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting. Media massa memang tidak menentukan “what to think”, tetapi mempengaruhi “what to think about”. Dengan memilih berita tertentu dan mengabaikan yang lain, dengan menonjolkan satu persoalan dan mengesampingkan yang lain, media membentuk citra atau gambaran dunia kita seperti yang disajikan dalam media massa.
Selain terbukti sanggup membentuk citra orang tentang lingkungan dengan menyampaikan informasi, kita juga dapat menduga media massa tertentu berperan juga dalam menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang baik. Ini disebut efek prososial kognitif dari media, yaitu bagaimana media massa memberikan manfaat yang dikehendaki oleh masyarakat
Dengan teori yang dikatakan mcluhan bahwa teknologi membawa revolusi bagi kehidupan manusia, maka terdapat landasan asumsi yang  dikatakan oleh mc luhan bahwa untuk dapat melengkapi teorinya yaitu :
  1. Media memengaruhi setiap perbuatan atau tindakan dalam masyarakat
  2. Media memperbaiki persepsi kita dan mengelola pengalaman kita
  3. Media mengikat dunia bersama-sama
Dalam suatu media akan membawa dampak implikasi pada si pengguna media tersebut yang positive dan  negative tergantung bagaimana individu menanggapi media tersebut , dengan berkembangnya jaman dan juga pada media massa yang saat ini ketat dalam persaingan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi banyak khalayak dan banyak media baru yang bersifat persuasif agar menarik minat khalayak pada media baru , berbagai cara marketing digunakan agar media massa yang bersifat tradisional tidak kalah saing dengan media massa yang baru yaitu internet .
Masing-masing media pasti memiliki kekurangan dan kelebihan dari segi manfaat bagi khalayak dari masing-masing media mempunyai kharakteristik pada media tersebut maka bila disangkut pautkan dengan asumsi dari mcluhan bahwa suatu Media melingkupi setiap tindakan di dalam masyarakat atau Dalam sebuah media yang terpenting adalah teknologinya, dan ini adalah tanggapan yang agak keliru untuk di ketahui banyak orang , maka dalam berkomunikasi manusia mungkin saja tidak menggunakan media massa. Tetapi mereka tidak dapat menghindarkan diri dari berkomunikasi dengan menggunakan suara, kata, isyarat, yang memediasi mereka dalam menyampaikan pesan , bila di analogikan dengan realitas saat ini adalah bila seorang individu berada Dalam keadaan sendiri di hutan belantara, gurun, atau laut sekali pun, manusia senantiasa dikelilingin medium yang membawa pesan yang dapat diinterpertasikannya. Meski medium itu hanya berupa suara binatang, gemuruh angin, atau riak gelombang , itu adalah kharakteristik yang mudah untuk di ketahui dalam asumsi yang dikatakan oleh mcluhan . Lalu ada pula efek media yang positive dalam memberikan informasi yaitu Media memperbaiki persepsi kita dan mengorganisasikan pengalaman .  media itu sendiri selalu memiliki pandangan yang berbeda terhadap konteks yang mungkin bisa di bilang rancu/rumpang maka tugas inilah yang dapat membuat suatu perubahan dalam memberikan fakta yang ada dengan tambahan yaitu cara manusia memberi penilaian, merasa, dan bereaksi cenderung dipengaruhi oleh media . satu hal penting yang dapat ditambahkan peran media yaitu Media menyatukan seluruh dunia dan ini membuat persepsi manusia pada kehidupannya di sebuah desa global (global village) seolah media mengikat dunia menjadi sebuah kesatuan sistem politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. Konsep Global Village berarti tidak akan ada lagi batasan antar belahan dunia manapun untuk saling mengetahui kegiatan satu sama lain. Apa yang terjadi di belahan Kutub Utara misalnya dalam hitungan sepersekian detik akan dengan mudah diketahui pula oleh masyarakat di belahan Kutub Selatan. Dengan adanya internet, membuat kita mempermudah semua hal itu. Dengan menggunakan social media¸memudahkan kita untuk berinteraksi dengan SIAPAPUN danDIMANAPUN.
Dari Asumsi Tersebut dapat membuat suatu kepahaman terhadap kehadiran teknologi dan membuat perubahan dalam banyak segi aspek pada perkembangan teknologi saat ini , dan ini membuat para pengguna media massa seperti tradisional berkurang bisa jadi dikarenakan adanya suatu kebosanan terhadap kontent yang disajikan oleh majalah itu sendiri , dikarenakan cepatnya suatu informasi menyebar pada dunia maya atau internet membuat praktis dalam mencari informasi yang ada didunia saat ini , kemudahan dalam komunikasi yang dilakukan dapat menjadi dua arah dapat secara visual dan juga non visual , berupa satu arah maupun dua arah tidak ada masalah bagi komunikasi yang diberikan untuk teknologi tersebut dan untuk masalah biaya pada internet adalah sangatlah murah dan sangat menguntungkan bagi individu yang ingin mencari informasi terupdate secara Cuma – Cuma hanya dengan mendownload dan mengunduh file dari internet dengan mudah ,berbeda pula bila keadaan ekonomi yang bisa dibilang tidak sebanding dengan yang punya uang , dengan internet kita lebih mudah untuk memberikan suatu pengaruh pada khalayak yang ada  berbeda dengan majalah yang ada saat yang harus menunggu beberapa edisi dan juga akan ada kendala pada ke ekonomisan pada kertas yang akan dicetak pada majalah tersebut dan itu membuat layak sebuah informasi dijadikan suatu runtutat dasar agar dapat dicetak dan disukai oleh khalayak banyak ,
            Dalam konteks ini media dapat menigkatkan atau memperkuat masyarakat. Telepon meningkatkan kata-kata lisan yang ditemukan dalam percakapan tatap muka.Internet telah meningkatkan masyarakat dalam cara-cara yang berbeda. Pertama, internet memiliki potensi untuk meningkatkan beberapa indra, termasuk penglihatan dan pendengaran.
hukum media yang adalah bahwa media mengakibatkan sesuatu menjadi ketinggalan zaman. Dimana yang dahulu suka menonton Televisi mendengar radio menjadi ketinggalan zaman, walaupun banyak dari kita terus mendengarkan radio ketika kita berkendara. Internet juga telah menyebabkan adanya ketinggalan zaman (obsolescence). Misalnya, sebagaimana telah dipelajari sebelumnya, sekarang terdapat desa global, sebagian karena jasa internet.
Lalu dengan media menyelamatkan atau memperbaiki apa yang tadinya hilang. Media apakah yang tadinya ketinggalan zaman namun berhasil di bawa kembali? Televisi, contohnya, membawa kembali pentingnya unsur visual yang tidak dapat dicapai oleh radio, tetapi yang dulunya ada di dalam percakapan tatap muka.    
Dan yang terakhir ialah Internet-sebagai medium yang didorong hingga batas potensinya-memutarbalikan masyarakat menjadi tempat yang baru dan unik. Internet memiliki potensi untuk membawa orang-orang tribal bersama ketika mereka mendiskusikan situs web atau percakapan dalam chat room denga satu sama lain.
















Bagaimana Anda Mendefinisikan kekerasan di televisi , apakah menurut anda mungkin memperhitungkan kekerasan tindakan kekerasan sebagaimana telah dilakukan gebner dkk , dalam teorinya



Kekerasan adalah dimana seseorang membuat suatu kejadian dimana kejadian tersebut merugikan orang lain dengan kata lain kekerasan di televisi adalah tindakan yang paling merugikan karena dapat menimbulkan efek yang meluas bagi orang yang menonton atau menyaksikan acara kekerasa di televisi tersebut , dari kekerasan televisi dapat menjadi landasan orang untuk berbuat kekerasan semena-mena , contoh banyak yang mengira bahwa  kekerasa di televisi itu adalah tindakan yang benar-benar terjadi seperti di acara smackdown atau semacam acara gulat internasional , dalam acara televisi tersebut menampilkan orang-orang yang berpenampilan sedang bergulat dengan menggunakan kostum , ada pula adegan yang memukul lawan nya dengan bangku tetapi orang yang bergulat tersebut tidak merasakan sakit akan tetapi hanya bila dilihat dari kasat Televisi hanya merasa seperti dipukul dengan benda yang tidak berbahaya, maka ini dapat membuat suatu kekeliruan untuk orang yang menonton acara televisi tersebut , kenyataan nya itu benda asli yang tidak asli tapi dilapisi oleh barang lainnya agar terlihat benar-benar asli agar dapat di yakin kan bahwa khalayak benar-benar mendapatkan kepuasan terhadap acara tersebut.
Maka Menurut Gerbner adalah kekerasan, karena ia merupakan cara yang paling sederhana dan paling murah untuk menunjukkan bagiamana seseorang berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Televisi memberikan pelajaran berharga bagi para penontonnya tentang berbagai ‘kenyataan hidup’, yang cenderung dipenuhi berbagai tindakan kekerasan.
Maka bila di anilisis dari kasus tersebut ini adalah berkaitan dengan Teori Kultivasi (Cultivation Theory) merupakan salah satu teori yang mencoba menjelaskan keterkaitan antara media komunikasi (dalam hal ini televisi) dengan tindak kekerasan.Teori Kultivasi pada dasarnya menyatakan bahwa para pecandu (penonton berat/heavy viewers) televisi membangun keyakinan yang berlebihan bahwa “dunia itu sangat menakutkan” . Hal tersebut disebabkan keyakinan mereka bahwa “apa yang mereka lihat di televisi” yang cenderung banyak menyajikan acara kekerasan adalah “apa yang mereka yakini terjadi juga dalam  kehidupan sehari-hari”. Dan membuat suatu salah pahaman terhadap dunia yang diluar yang di rasakan
     Dalam hal ini, dapat di ketahui bahwa tayangan televisi merupakan suatu kekuatan yang secara dominan dapat mempengaruhi masyarakat modern. Kekuatan tersebut berasal dari kemampuan televisi melalui berbagai simbol untuk memberikan berbagai gambaran yang terlihat nyata dan penting seperti sebuah kehidupan sehari-hari.Televisi mampu mempengaruhi penontonnya, sehingga apa yang ditampilkan di layar kaca dipandang sebagai sebuah kehidupan yang nyata, kehidupan sehari-hari. Realitas yang tampil di media dipandang sebagai sebuah realitas objektif.    
     Saat ini, televisi merupakan salah satu bagian yang penting dalam sebuah rumah tangga, di mana setiap anggota keluarga mempunyai akses yang tidak terbatas terhadap televisi. Dalam hal ini, televisi mampu mempengaruhi lingkungan melalui penggunaan berbagai simbol, mampu menyampaikan lebih banyak kisah sepanjang waktu.  Menurut Gerbner adalah kekerasan, karena ia merupakan cara yang paling sederhana dan paling murah untuk menunjukkan bagiamana seseorang berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Televisi memberikan pelajaran berharga bagi para penontonnya tentang berbagai ‘kenyataan hidup’, yang cenderung dipenuhi berbagai tindakan kekerasan.
   Maka bila di kait kan dengan Teori Kultivasi akan muncul fase untuk meyakinkan orang bahwa efek media massa lebih bersifat kumulatif dan lebih berdampak pada tataran social budaya ketimbang individual. Dalam analisis kultivasi merupakan tahapan lanjutan dari penelitian efek media yang sebelumnya dilakukan Gerbner yaitu “Cultural Indicator” yang menyelidiki Proses institusional dalam produksi isi media, image atau kesan isi media serta hubungan antara terpaan pesan televisi dengan keyakinan dan perilaku khalayak. karena Teori ini memprediksikan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pemahaman, dan keyakinan jangka panjang tentang dunia ini sebagai hasil dari mengkonsumsi isi media.“sebagian besar yang kita ketahui, atau yang kita piker kita ketahui, adalah tidak pernah kita alami sendiri”.
Lebih jauh dalam Teori Kultivasi dijelaskan bahwa bahwa pada dasarnya ada 2 (dua) tipe penonton televisi yang mempunyai karakteristik saling bertentangan/bertolak belakang, yaitu (1) para pecandu/penonton fanatik (heavy viewers) adalah mereka yang menonton televisi lebih dari 4(empat) jam setiap harinya. Kelompok penonton ini sering juga disebut sebagai kahalayak ‘the television type”, serta 2 (dua) adalah penonton biasa (light viewers), yaitu mereka yang menonton televisi 2 jam atau kurang dalam setiap harinya.
Gerbner menyebut efek televisi ini sebagai kultivasi (cultivation), yang artinya ‘penanaman’, istilah yang pertama kali dikemukakan pada tahun 1969. Televisi dengan segala pesan dan gambar yang disajikannya merupakan proses atau upaya untuk ‘menanamkan’ cara pandang yang sama terhadap realitas dunia kepada khalayak. Televisi dipercaya sebagai instrumen atau agen yang mampu menjadikan masyarakat dan budaya bersifat homogen.

Dalam penelitian yang dilakukannya, Gerbner juga  menyatakan bahwa cultivation differential dari media effect untuk dijadikan rujukan untuk membandingkan sikap penonton televisi. Dalam hal ini, ia membagi ada 4 sikap yang akan muncul berkaitan dengan keberadaan heavy  viewers, yaitu:

-          Mereka yang memilih melibatkan diri dengan kekerasan       :
o   Yaitu mereka yang pada akhirnya terlibat dan menjadi bagian dari berbagai peristiwa kekerasan
-          Mereka yang ketakutan berjalan sendiri di malam hari           :
o   Yaitu merekayang percaya bahwa kehidupan nyata juga penuh dengan kekerasan, sehingga memunculkan ketakutan terhadap berbagai situasi yang memungkinkan terjadinya tindak kekerasan. Beberapa kajian menunjukkan bahwa untuk tipe ini lebih banyak perempuan dari pada laki-laki
-          Mereka yang terlibat dalam pelaksanaan hukum :
o   Yaitu mereka yang percaya bahwa masih cukup banyak  orang yang tidak mau  terlibat dalam tindakan kekerasan.
-     Mereka yang sudah kehilangan kepercayaan  :         
o   Yaitu  mereka yang sudah apatis tidak percaya lagi dengan kemampuan hukum dan aparat yang ada dalam mengatasi berbagai tindakan kekerasan.

Melihat dari kesimpulan di atas dapat diketahui bahwa dalam teori kultivasi dan juga asumsi yang dikemukakan oleh ahli diatas mempunyai beberapa efek yang mungkin dapat dianalisis dari segi psikologi dan juga segi sosial , dan ini membuat teori kultivasi tersebut menjadi sebuah teori yang memperkirakan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pengertian, dan kepercayaan mengenai dunia sebagai hasil dari mengonsumsi pesan media dalam jangka panjang. Dengan kata lain, realitas yang khalayak media terima adalah realitas yang diperantarai (mediated reality). Teori kultivasi tidak membahas efek dari suatu tayangan tertentu (apa yang akan dilakukan seseorang setelah  menonton suatu tayangan), tetapi mengemukakan gagasan mengenai budaya secara keseluruhan , dari segi psikologi orang melakukan kekerasan disini dapat menjadi tipu daya dalam penjualan rating dalam media massa tersebut karena dalam segi psikolgi akan mempunyai interaksional yang akan membuat seorang individu menjadi sangat termotivasi sekali terhadap acara kekerasan di televisi tersebut , dan dalam segi sosial mungkin si orang yang menonton acara kekerasan tersebut akan melakukan pengimplikasian atau penerapan dalam kehidupan sosial menjadi sangat dominan dengan kekerasan dan dalam lingkungannya akan mungkin dijauhi dikarenakan penerapan yang dilakukan pada individu tersebut sangat tidak di efektifkan dalam segi tayangan di televisi .

pada dasarnya Televisi tidak membujuk kita untuk benar-benar meyakini apa yang kita lihat di Televisi, berdasarkan asumsi ini, Teori Kultivasi mensuplay alternative berfikir tentang tayangan kekerasan di Televisi. 3). Televisi Hanya Memberii Sedikit Dampak. Asumsi yang terakhir ini mungkin agak berbeda dengan asumsi dasar Teori Kultivasi, namun Gerbner memberiikan analogi ice age untuk memberi jarak antara teori kultivasi dan asumsi bahwa Televisi hanya memberikan sedikit efek atau dampak. Dalam analogi ice age menganggap bahwa Televisi tidak harus mempunyai dampak tunggal saja akan tetapi mempengaruhi prenontonnya melalui dampak kecil yang tetap konstan.

Bila untuk menghitung dari tayangan kekerasan untuk menghitung berapa jumlah tindak kekerasan dalam televisi menurut saya perlu dikarenakan bila semakin banyak kekerasan dari   tayangan yang ditonton akan meresah kan para orang tua semakin pula banyak kecelakaan dalam hal yang dimaksud dari kecelakaan adalah banyaknya tontonan yang bersifat negative tersebut di tiru oleh anak dan akan berdampak pada lingkup sosialnya dan juga pola pikir dari anak tersebut ,bila dianalisis lg dalam dunia pertelevisian mempunyai sebuah rating dimana rating tersebut memiliki nilai yang ekonomis untuk mendapatkan penghasilan dari acara televisi tersebut naik atau tidaknya rating acara tersebut tergantung khalayak yang dijadikan pasar menerima atau tidak nya ,












Anda Telah Memahami teori kelompok bungkam , berikan secara kompeherensif mengenai teori ini , dengan memulai memasukkan bahwa teori ini masuk tradisi komunikasi yang mana , kemudian jelaskan bahwa ada kaitan dengan bahasa . berikan dengan contoh kenyataan yang ada di lingkungan anda ?



Teori Bungkam adala teori yang mencoba mempaparkan fenomena yang terjadi dilingkungan sosial yang membepalajari penyebab dan akibat dari adanya kelompok bungkam , kelompok bungkam adalah kelompok yang ada karena adanya tekanan dari kelompok – kelompok yang menyebabkan kelompok merasa menjadi kelompok yang terkekang dan akhirnya kelompok kedua akan menjadi kelompok bungkam .
Dalam kelompok masyarakat atau pun budaya pasti memiliki bias laki-laki yang melekat didalamnya yaitu bahwa laki-laki menciptakan makna bagi suatu kelompok dan suara perempuan di tindas dan dibungkam akibat pembungkaman ini perempuan tidak mampu mengekspresikan dirinya dalam dunia yang didominasi laki-laki , muncul kelompok bungkam disebabkan tekanan dan tindasan terhadap suatu kelompok baik dalam bentuk ras,gender ,pekerjaan dll . tekanan – tekanan yang diarahkan pada suatu kelompok tersebut menyebabkan kebungkaman , namun tidak semua pembungkaman disebabkan oleh penindasan ada juga pembungkaman muncul sebagai akibat ketidak mamppuan suatu kelompok atau personal untuk mengungkapan dan mengekspresikan apa yang sedang dan akan dialaminya .
Kelompok bungkam biasanya terjadi pada wanita yang tidak bisa menghadapi perubahan dan wanita-wanita yang memperjuangkan emansipasinya .
Wanita tidak sebebas laki-laki dalam menyampaikan ide dan gagasan tertentu , dari sebuah budaya tidak mencukung semua penuturan dengan setara wanita tidak sebebas dan semampu pria untuk menatakan apa yang mereka inginkan kapan dan dimana mereka menginginkannya ,karena kata-kata dan norma bagi pengguna mereka telah diformulasikan oleh kelompok pria.
Contoh bila dianalogikan dalam kehidupan sehari-hari :
Beberapa kegiatan sosial yang menyangkut urusan pengambilan keputusan rapat-rapat seperti rapat desa maupun kecamatan hanya diberikan kepada kaum pria sehingga wanita kehilangan perannya untuk turut menyuarakan dan mengekspresikan pendapatnya
Fenomena seperti ini menimbulkan tekanan sehingga timbullah sebuah gerakan yang dikenal dengan feminisme .
Dalam hal ini komposisi yang ada di kelompok bungkam merupakan rencana,penempatan,atau penyusunan elemen-elemen atau obyek yang kita teliti , komposisi adalah susunan unsur-unsur yang ada didalam kelompok bungkam ( individu atau kelompok ) . dalam hal ini kelompok bungkam adalah berfokus pada wanita  mungkin bila mendengar pembungkaman isu-isu ayah yang merawat anaknya , isu – isu itu tentu saja bukan lah isapan jempol semata sebagai pria yang harus aktif dalam kegiata diluar rumah , hal ini menyebabkan kebungkaman ayah dari anak-anak itu .
Dalam teori bungkam terdapat beberapa asumsi menurut ahli yaitu cheris kramarae tehadap teori bungkam itu sendiri yaitu : 
-          Wanita mempersepsikan dunia secara berbeda dibanding pria karena pengalaman pria dan wanita yang berbeda serta adanya kegiatan yang berakar pada pembagian pekerjaan karena dominasi politik mereka , sistem persepsi pria dominan , menghambat ekspresi dari model alternatif wanita mengenai dunia
-          Agar dapat berpartisipasi dimasyarakat wanita harus mentransformasikan model mereka sendiri sesuai dengan ekspresi yang diterima pria
-          Kaum wanita sering kali tidak diperhitungkan dimasyarakat kita , pemikiran kaum wanita tidak dinilai sama sekali , dan ketika kaum wanita mencoba menyuarakan ketidaksetaraan ini . kontrol komunikasi dikuasai oleh paham maskulin cenderung tidak menguntungkan para wanita , dan bahasa yang diciptakan oleh kaum pria “ diciptakan dengan berpretensi, tida menghargai dan meniadai kaum wanita . oleh karena itu wanita menjadi kelompok yang terbungkam
Dan menurut kramarae selanjutnya menambahkan bahwa bahasa pembedaan dominan privat – publik juga berperan penting dalam aktivitas jender , dalam asumsi kosakata privat-publik , wanita biasanya disadari lebih pantas atau lebih cocok untuk berada dirumah , dunia yang kecil dunia komunikasi interpersonal . dunia privat ini bagaimanapun lebih kurang penting dibandingkan dengan dunia yang luas , dunia sosial , dunia dimana suara kaum pria lebih didengar oleh kaum wanita .
Dalam hal ini asumsi-asumsi tersebut memiliki perbedaan persepsi berdasarkan gender karenanya ada angggapan antara pria dan wanita yang memiliki dunia yang berbeda asumsi menjelaskan bahwa perbedaan pria dan wanita terletak pada pembagian tugas dan wewenang , pria dianggap mempunyai tanggung jawab untuk mur kegiatan diluar rumah sedangkan wanita hanya bertangung jawab pada kegiatan kegiatan dirumah saja , perbedaan persepsi ini timbul sejak munculnya revolusi industri dimana masa revolusi industri membutuhkan karyawan yang tangguh dan dapat bekerja keras dan berat , prialah yang mampu mengerjakan itu semuaberbeda dengan masa sebelum revolusi industri kebanyakan penduduk bekerja sebagai petani dan peternak yang pekerjaannya dikerjakan bersama sehingga antara pria dan wanita memilki persamaan yang cukup banyak dan dalam pembagian kerja dilakukan secara bersama-sama tanpa ada pembedaan .


Dominasi Pria           
Tidak jauh berbeda dengan asumsi perbedaan persepsi berdasarkan gender . dalam perbedaan persepsi berdasarkan gender membahas pembagian kerja antara pria dan wanita tanpa menonjolkan dominasi pria dibandingkan wanita dalam konsep ini hanya membahas bahwa pria lebih memiliki pengalaman yang luas namun juga menyatakan bahwa pria lebih memiliki pengalaman  sehingga lebih dipilih jika dibandingkan dengan pengalaman wanita , begitu juga saat saat sepasang suami istri yang kesehariannya bekerja diluar dan sama-sama pulang pada jam yang sama , sangistri mengharapkan suami mau sedikit membantu sang istri untuk menyiapkan masakan untuk menu makan malam namun lagi-lagi status lah yang membuat pembungkaman itu terjadi , dalam bahasa sederhana suami berkata aku sangat kagum pada kamu sungguh luar biasa , istri akan merasa senang karena mendapat pujian namun pernahkah kita berpikir bahwa sang suami telah menerapkan strategi jitu agar istrinya tetap diam dan terus melakukan tugasnya . disinilah letak dominasi pria pada pria karena pada dasarnya keberadaan pria lebih menguntungkan dari pada keberadaan wanita
Proses Pembungkaman
            Inti dari teori kelompok bungkam adalah anggota kelompok yang termaginalkan dibungkam dan dianggap sebagai penutur yang dialami secara sosial tidak seperti kegiatan pidato yang tidak membutuhkan lebih dari satu orang aktor , pembungkaman terjadi dengan proses yang tersendirinya dikarenakan adanya orang yang memiliki kekuasaan tertentu , yang memiliki kekuasaan akan sangat vokal dalam menyatakan segala statemenya sedangkan kelompok dibawah akan menjadi terbungkam
Mengejek
            Sebuah pernyataan yang begitu kontras bahwa wanita adalah identik dengan kebiasaan mengomel menggosip berceloteh , sehingga muncul persepsi bahwa wanita lebih rendah dari pada pria karena wanita dipersepsikan sebagai subyek yang selalu menggosip sehingga timbul ejekan – ejekan yang menyalah hobi yang selalu dilakukan para wanita , sebagai mana yang dikatakan oleh houston dan karamae : Pembicaraan wanita seagai mengoceh mengomel , menggosip , merenggek  . persepsi ini menepatkan wanita sebagai sasaran ejekan kaum pria dan ada beberapa kasus wanita memilki tingkatan kekhawatiran yang tinggi sehingga menjadi sasaran untuk dijadikan sasaran ejekan .
Ritual
            Ritual termasuk kedalam proses pembungkaman , hal ini disebabkan didalam ritual terdapat unsur unsur yang dapat menciptakan pembungkaman , hal ini terjadi biasanya pada wanita yang sering menjadi obyek yang dikatakan bungkam , hal ini dikarenakan dalam segala prosesi wanita selalu menjadi subyek skunder dimana saat adanya prosesi tertentu wanita hanya menerima dan mematuhi segala keputusan yang telah dibuat oleh pria
Contoh :
Dalam prosesi perkawinan masih saja diletakan sebagai isubyek yang hanya menerima semua proses pernikahan mulai dari proses pengiriman yang hanya menerima semua proses pernikahan mulai dari proses pengiriman mempelai wanita dan mempelai pria menyambut disamping kepala pemuka agama yang menikahkan pasangan itu hingga saat mengucapkan kta ijab kabul mempelai lah yang mengucapkan ijab kabul sementara wanita hanya diam dan menganguk tanda setuju ,
Dari contoh diatas jelas ritual membuat wanita menjadi semakin terbungkam egitu juga dengan nama yang diberikan setelah kedua pasangan menikah sangistri cendrung diharuskan memakai nama suami untuk nama belakangnya dan ini terjadi pada tokoh pengemuka teori kelompok bungkam ( cheris rae kramarae ) . dari penjelasan ini dapat disimpulkan pengbungkaman juga berasal dari proses ritual .
Control
            dalam kehidupan social wanita acap kali kurang berkontribusi dalam pembuat dan pengambilan keputusan , kebanyakan prialah yang menjadi pembuat dan pengambil keputusan , begitu juga dengan proses komunikasi pria lebih banyak berbicara , pria lebih diyakini mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan wanita yang lebih sering menjadi pembicara penting dalam hal ini dikarenakan pria memiliki khatisma yang lebih besar dan berwibawa
Pelecehan
            Elisabet kissling , menulis tentang pelecehan –pelecehan yang terjadi di jalan , wanita cenderung terkena tindakan pelecehan . wanita tidak selalu aman bila berada pada area bebas pada jalan umum , pelecehan pun sering terjadi pada wanita karena wanita dianggap lemah dan kurang mampu menjadi diri mereka sendiri
Feminisme
            Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria , feminisme itu sendiri sebagai filsafat dan gerakan berkaitan dengan era pencerahan di eropa , berkembangkan pemikiran feminisme bahwa posisi perempuan kurang berutung dari pada laki-laki  dalam realitas sosialnya , ketika itu perempuan , baik dari kalangan atas , menengah ataupun bawah , tidak memiliki hak –hak seperti hak untuk mendapatkan pendidikan , berpolitik , hak atas milik dan pekerjaan oleh karena itulah , kedudukan perempuan tidaklah sama dengan laki – laki dihadapan hukum , sedikit sejarah dari kata feminisme , pertama kali oleh seorang aktivis sosialis utopis , perjuangan mereka ditunjukan untuk mengakhiri masa – masa pemasungan terhadap kebebasan perempuan , secara umum kaum perempuan ( feminin ) merasa dirugikan dalam semua bidan dinomorduakan oleh kaum laki-laki ( maskulin ) dalam bidang sosial , pekerjaan , pendidikan dan politik khususnya terutama dalam masyarakat yang bersifat patriarki , dalam masyarakat yang bersifat patriarki , dalam masyarakat tradisional yang berorientasi agraris, kaum laki-laki cenderung ditmepatkan didepan , diluar rumah , sementara kaum perempuan didalam rumah , situasi ini mulai mengalami perubahan ketika datangnya era liberalisme dieropa dan terjadi revolusi prancis di abad ke 18 yang merambah ke amerika serikat dan keseluruh dunia
            Sebelum adanya gerakan  ini posisi wanita sangat terbelakang wanita tidak dibenarkan mengikuti kegiatan-kegiatan penting , wanita hanya bekerja pada sektor internal dalam rumah tangga dan wanita memilki keterbatasan sehingga istilah kelompok bungkam sangat identik dengan posisi wanita
Maka dapat disimpulkan dari bab bungkam ini tidak hanya terjadi karena tekanan , namuan kelompok bungkam timbul karena status dan posisi seseoran gyang menyebabkan seseorang untuk membungkam , dan perbedaan persepsi gender pua yang seakan memposisikan wanita untuk tetap tinggal dirumah mengurus rumah tangga dan mengurus anaknya ini membuat posisi wanita menjadi terputus deng dunia luar sehing wanita tidak bisa berinteraksi secara bebas dan ini menimbulkan pembungkaman bagi wanita itu , jadi perbedaan dan tekanan yang menyebabkan terjadinya dan terbentuknya kelompok bungkam kelompok bungkam bukan lah khalayak pengang dan sekedar teori belaka namun kelompok bungkam memang ada dimasyarakat kita terkadang tidak menyadari bahwa kita sendiri telah termasuk kedalam bagian kelompok bungkam

















No comments:

Post a Comment